Cara Memilih Produk Asuransi yang Tepat

Tingginya minat masyarakat terhadap produk asuransi unitlink membuat PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG menargetkan porsi produk unitlink menjadi 80% di tahun 2014, naik 10-20% dibandingkan tahun 2013 dengan porsi 60-70%. Kapler A. Marpaung menyebutkan tren ini terjadi karena adanya 'bumbu-bumbu' yang ditambahkan dari produk asuransi tradisional. Ketua PT Jupiter Insurance Brokers & Consultants ini menyebutkan bahwa, tingginya minat masyarakat terhadap produk asuransi unitlink ini berdampak pula terhadap pertumbuhan asuransi tradisional sendiri.

Berikut paparan lengkap Kapler kepada reporter SWA Online Destiwati Sitanggang di acara Media Workshop dan Outing “Membedah dan Mendalami Unit Link di Indonesia” yang dilaksanakan oleh Sinarmas MSIG Life :

Mengapa produk asuransi unitlink kini banyak diminati masyarakat?

Unit link merupakan kombinasi antara asuransi jiwa, yang menawarkan proteksi, dan investasi. Kalau hanya untuk proteksi, orang bisa saja membeli asurasi yang tradisional dan itu sudah banyak ditemukan. Ada kecenderungan orang ingin agar kekayaannya bisa berkembang, yang umumnya dilakukan dengan deposito, kalau hanya lewat deposito perkembanganya lambat.

Lalu datanglah instrumen lain yang ditawarkan oleh asuransi jiwa yaitu unitlink. Dari cara pendistribusiannya, dari semua instrumen asuransi yang ada, hanya agen asuransi jiwa yang datang ke rumah- rumah. Hal itu membuaut asuransi jiwa lebih banyak dikenal oleh masyarakat, sedangkan reksadana, saham, dan obligasi kuarng dikenal oleh masyarakat.

Perkembangan unitlink merupakan peran dari para agen yang menyebarkan unitlink. Kalau orang-orang yang sudah mengetahui tentang reksandana, sebenarnya mereka tidak perlu membeli unitlink, beli saja asuransi jiwa tersendiri dan beli saja langsung reksadana sendiri atau saham dari sekuritas. Karena sekarang sudah ada ORI, tapi tidak semua orang tahu darimana membelinya.

Kapler Marpaung

Berbahayakah jika asuransi bergantung pada unitlink yang juga dipengaruhi kondisi pasar modal?

Sebenarnya produk utamanya adalah asuransi tradisonal lalu ditambahkan bumbu-bumbu agar produk ini lebih menarik, dihubungkan dengan investasi, dan kebetulan investasinya bagus. Tapi tetap saja produk utamanya asuranais jiwa tradisonalnya. Sebenarnya tidak ada bahayanya. Bahayanya bukan dari premi unitlink yang lebih besar, tetapi mungkin pertumbuhan dari asuransi tradisionalnya melambat.

Dengan pertumbuhan unitlink, maka asuransi tradisionalnya juga akan tumbuh, karena tidak ada unitlink yang dijual terpisah dari asuransi proteksi. Jadi pertumbuhan unitlink, diikuti pertumbuhan asuransi tradisional.

Lalu, bagaimana cara memilih produk asuransi yang tepat?

Pertama, kita harus melihat kinerja keuangan dari perusahaan asuransi itu. Alat ukur yang dapat gunakan adalah risk based capital (RBC). Kita bisa cek di websitenya atau kita lihat dari laporan keuangan yang dipubikasi.

Kedua, melihat imagenya, apakah perusahaan asuransi itu pernah digugat oleh banyak orang. Contoh, akibat tidak melakukan pembayaran klaim. Kita juga bisa melihat para pemegang sahamnya. Sedapat mungkin, kita harus tahu pemegang saham asuransi ini, apakah pemegang saham ini memiliki masalah atau terlibat dalam masalah perbankan.

Ketiga, apakah dia banyak memiliki jenis produk asuarasi , baik jiwa maupun kerugian. Jadi banyak pilihan yang dapat kita miliki dalam satu perusahaan agar lebih mudah dalam memonitori polis-polis kita.

Keenmpat, mengenai harga, apakah harganya tinggi atau wajar. Kalau kita kurang paham untuk menilai jasa asuranis, kita bisa menggunakan jasa perantara, seperti agen asuransi atau konsultasi asuransi.

Kelima, benefit dan jaminan-jaminan yang diberikan. Mana yang lebih luas dan memberikan benefit dengan harga yang bersaing, itu yang terbaik. Lalu, kita lihat kemudahan akses perusahaan yang dilihat dari cabang-cabangnya.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)