WIKA Beton Melantai di BEI sebagai Emiten Ke-7 Tahun 2014

Menyandang status sebagai badan usaha plat merah alias BUMN tidak mengurangi kelincahan PT Wijaya Karya Beton, Tbk untuk terus berkembang. Tepat pukul 09.00 tanggal 8/4, anak usaha Wijaya Karya itu resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. WTON terdaftar sebagai emiten ke-7 selama tahun 2014 di BEI. Menanggapi hal ini, Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, pihaknya sangat apresiatif terhadap usaha WTON untuk go public mengikuti jejak sang induk. “Meski kondisi pasar finansial saat ini baru saja lepas dari krisis semester II/2013, tetapi WTON bisa membuktikan mereka mampu,” ungkap Ito.

IMG01954-20140408-0908

Pada penjualan perdana, WTON melepaskan 2.045 lembar saham dengan harga Rp 590 per lembar. Berdasarkan data pemesanan dan penjatahan, saham  WTON mengalami oversubscribe sebanyak 17,13 kali berdasarkan hasil pooling. “Adanya kelebihan pesanan ini menunjukkan kepercayaan investor khususnya institusi, terhadap kondisi perusahaan saat ini dan prospeknya di masa depan,” jelas Ito.

Secara keseluruhan, WTON telah berhasil memperoleh dana segar sebesar Rp 1,2 triliun dari penjualan perdana tersebut. Alokasi untuk Employee Stock Allocation (ESA) telah ditetapkan sebanyak 3 % dari saham yang diterbitkan.

Menurut Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton, Tbk, Wilfred I.A. Sangkali, pihaknya telah menetapkan menggunakan 85 % dana IPO tersebut untuk pengembangan usaha dan 15 % sisanya akan digunakan untuk tambahan modal kerja. “Dengan dana IPO itu sudah bisa digunakan untuk menutup MTN kami hingga tahun 2015 nanti” jelas Wilfred.

Adapun rencana pengembangan usaha dalam waktu dekat antara lain pembangunan pabrik baru di Lampung, Cilegon dan Makasar. Selain itu WIKA Beton juga berencana masuk ke binis material alam “Tujuan utama kami masuk ke material alam adalah memberikan kepastian suplai chain material untuk internal kami dulu,” ungkap Wilfred. Untuk rencana ekspansi binis material alam tersebut,  WIKA Beton telah membeli sejumlah lahan, diantaranya di Kab. Bogor, Pasuruan, Majalengka, Makasar, Palu, Kalimantan Timur, dan Lampung. Total dana yang telah disiapkan sejak November 2013 adalah Rp 366 miliar dan akan dilanjutkan dengan IPO.

Wilfred juga memaparkan, salah satu pertimbangan investor dalam memilih investasi WTON adalah kemampuan IKA Beton dalam menguasai pasar dan teknologi beton pracetak di Indonesia. Hingga tahun 2013, kapasitas produksi  WIKA Beton telah mencapai 2 juta ton per tahun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)