Phillip Asset Management Incar Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Target dana kelolaan PT Phillip Asset Management di tahun ini sebesar Rp 1 triliun seiring rencana perusahaan menerbitkan sejumlah produk reksa dana. Joko Himawan, Presiden Direktur Phillip Asset Management, menyebutkan perusahaan sedang mengkaji penerbitan reksa dana saham, reksa dana campuran, dan reksa dana saham syariah. Rencananya produk ini akan di terbitkan pada semester I/2017. Penerbitan produk baru ini diharapkan akan menggenjot dana kelolaan di tahun 2017.

Selain menambah produk reksa dana, perusahaan ini juga merilis reksa dana pendapatan tetap, yaitu Phillip Government Bond. “Produk ini merupakan salah satu upaya kami meningkatkan dana kelolaan dari investor institusi sehingga bisa memberikan berkontribusi yang besar terhadap target dana kelolaan kami yang di akhir tahun ini diharapkan mencapai Rp 1 triliun,” jelas Joko di sela-sela peluncuran Phillip Government Bond di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Kamis, (23/3/2017). Dia menyebutkan, investor institusi yang diincarnya adalah dana pensiun dan asuransi.  Phillip Asset Management sedang melakukan kajian internal untuk memilih obligasi pemerintah dengan tenor tertentu sebagai aset dasar (underlying asset) di Phillip Government Bond.

Joko Himawan, Presiden Direktur PT Phillip Asset Management. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Joko menyebutkan Phillip Government Bond memiliki komposisi investasi minimum 80% dan maksimum 100% dari Nilai Aktiva Bersih pada surat utang yang diterbitkan pemerintah yang diperdagangkan di dalam negeri dan luar negeri. Produk ini juga akan mencomot obligasi korporasi yang diterbitkan di dalam negeri dan mancanegara dengan komposisi maksimal sebesar 20% dari jumlah total aset dasar. “Kami akan memilih obligasi korporasi yang rating utangnya minimal di grade A,” ujar Joko. Deposito juga menjadi bidikan aset dasar di produk ini. Bank DBS ditunjuk sebagai bank kustodian di produk itu. Nilai minimal investasi Phillip Government Bond ini sebesar Rp 50 juta. “Kami optimistis bisa menarik investor institusi, kami menilai positif upaya pemerintah yang mendorong dana pensiun dan asuransi BUMN berinvestasi lebih besar pada obligasi negara dan surat utang BUMN," jelas Joko.

Disamping menambah dana kelolaan dan produk, Joko menyebutkan pihaknya sedang berancang-ancang memperbesari porsi investor ritel di masa mendatang. Saat ini, mayoritas investor Phillip Asset Management didominasi investor institusi. Penambahan investor ritel nantinya akan ditopang penerbitan produk reksa dana yang nilai awal investasinya di bawah Rp 100 ribu. (*)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)