Saham Bima Sakti Pertiwi Listing Jadi Emiten ke-21

PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (kode saham: PAMG), perusahaan properti asal Riau melakukan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/7/2019). Dengan demikian PAMG menjadi emiten ke-21 yang listng di BEI hingga 5 Juli 2019.

Harga penawaran perdana saham PAMG Rp100 per lembar saham. Namun, dalam hitungan 7 menit setelah dilakukan listing, saham tersebut melonjak menjadi Rp170 per lembar saham.

Selama penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), PAMG menawarkan sebanyak 20% saham ke publik. Harga penawaran sebesar Rp 100 per saham. PT Danatama Makmur Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter). PAMG mendapat pernyataan efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Juni 2019. Sedangkan penawaran umum berlangsung pada 27-28 Juni 2019.

“Kami akan menggunakan dana hasil IPO, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, untuk belanja modal dan modal kerja operasional perseroan,” kata Direktur Utama Bima Sakti Pertiwi, Christopher Sumasto Tjia.

PAMG memiliki visi menjadi perusahaan benchmark properti berskala nasional dan berkualitas internasional. Karena itu, perseroan akan membangun produk dan pelayanan berkualitas, serta bernilai tambah untuk kepuasan konsumen baik pembeli, penyewa dan pengunjung.

Selain itu, PAMG membangun dan melatih SDM yang berkualitas, membangun kerja sama yang baik dengan para pemangku kepentingan, menambah nilai perusahaan, dan berdampak positif pada pembangunan kota dan lingkungan.

Tahun 2018, PAMG menandatangani nota kesepahaman dengan Cinemaxx untuk pembukaan bioskop dengan lima layar. PAMG adalah pengelola Mal Pekanbaru. Saat ini, perseroan memiliki total cadangan lahan (landbank) seluas 8.000 m2. Sesuai rencana, landbank tersebut akan digunakan untuk membangun apartemen pada tahun 2023, yang bakal tersambung dengan mal. Selain mengelola mal dan gedung, perseroan memiliki sebuah gedung bertingkat yang terletak di sebelah Mal Pekanbaru. Gedung perseroan tersebut terdiri dari 8 lantai dan memiliki 201 ruangan.

Kinerja keuangan PAMG untuk tahun buku 2018 tidak mengecewakan. Pendapatan yang dibukukan tercatat Rp 75,25 miliar dan laba usaha
sebesar Rp 341,88 miliar. Perolehan laba usaha tersebut seiring revaluasi aset senilai Rp 324,5 miliar.

Tahun 2019, perseroan menargetkan laba usaha sebesar Rp 23 miliar. Pada 2020, laba usaha diproyeksikan naik menjadi Rp 34 miliar. Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) pada 2019 dan 2020 ditargetkan masing-masing senilai Rp 33 miliar dan Rp 44 miliar.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)