Obsesi Anuj Kumar Ramaikan 5 Persen Iklan Digital

Sekitar 30% waktu orang Indonesia dihabiskan dengan media digital. Sementara itu iklan digital pada ponsel hanya mendapat porsi 5% dibandingkan media lain. Fakta tersebut masih berlangsung hingga kini. Tak heran bila kemudian Affle semakin agresif menggarap pasar m-commerce atau iklan mobile di Indonesia.

Setelah Pinch diluncurkan, Affle meminang tiga operator seluler terbesar Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendukung aplikasi mobile tersebut agar bisa digunakan lintas seluler dan lintas operator. Selain itu Affle juga brencana memperpanjang kontraknya dengan P&G untuk aplikasi Laga Bintang.

Adalah Anuj Kumar, CEO Affle yang merintis Affle sejak 6 tahun lalu di Singapura. Pria yang meraih gelar Master Komunikasi di The Mudra Institute of Communications Ahmedabad (MICA) India tersebut semakin serius mengisi pasar iklan digital di Indonesia. Dalam kunjungannya ke Jakarta, reporter SWA Online, Tika Widyaningtyas berkesempatan mewawancarai pengusaha muda tersebut.

Bagaimana mulanya Anda tertarik menggarap pasar m-commerce dan membangun Affle?

Sekitar 6 tahun lalu saya dan teman sekolah saya, Anuj Khanna berdiskusi tentang perkembangan mobile di Asia. Gravitasi internet memang dari Amerika. Tapi kami yakin Asia akan jadi pusat pengembangan mobile dunia karena Asia tumbuh sangat cepat. Waktu itu ngobrol di telepon masih sangat mahal. Tapi kami melihat ini potensial, karena mobile bisa menjangkau lebih banyak orang. Karena itu bersama Ben Fones, teman Anuj Khanna, masing-masing dari kami keluar dari pekerjaan dan mendirikan Affle, Affordable Mobile. Waktu itu kami mulai hanya dengan 12 karyawan.

Kemudian bagaimana Anda membesarkan Affle?

Dari segi modal, kami dibantu high-profiling investor untuk mengembangkan bisnis Affle. Inventor kami dari Microsoft Corporation, Itochu, D2C, NTT Docomo, Dentsu, dan Times of India Group.

Sebagai perusahaan yang masih seumur jagung saat itu, bagaimana cara Anda menarik perhatian investor?

Tentu saja kami mencari tahu apa yang investor suka terlebih dahulu. Investor suka dengan produk kami, solidaritas dan cara tim kami bekerja, jadi kami dengan mudah memenangkan trust investor. Sebetulnya kalau Anda punya ide kuat yang dapat dipercaya, memperoleh investor bukan perkara rumit. Kebetulan investor kami juga mempunyai pandangan yang sama bahwa pertumbuhan bisnis di Asia akan sangat bagus.

Apa yang dikerjakan Affle di Indonesia?

Tahun lalu kami bekerja sama dengan Procter&Gambler (P&G). Kami mebuat suatu aplikasi sepakbola yang namanya Laga Bintang. Kami juga meluncurkan Pinch, aplikasi pesan instan. Aplikasi tersebut bisa diunduh di App Store dan bisa digunakan oleh BlackBerry, iPhone, Android, Java, atau Symbian. Di Amerika, aplikasi ini bisa digunakan seperti SMS. Jadi kalau saya instal Pinch, Anda belum instal, kita tetap bisa berkomunikasi. Kabar yang saya kirim melalui Pinch akan terbaca sebagai SMS di ponsel Anda. Anda juga menjawab pesan itu dalam format SMS dan saya menerimanya dengan aplikasi Pinch. Keuntungannya, saya mengirim pesan tersebut ke Anda gratis, tapi Anda tetap membayar tarif SMS ke saya untuk membalas pesan Pinch. Nah, supaya aplikasi tersebut bisa maksimal digunakan di Indonesia, kami perlu bekerjasama dengan operator selular. Beberapa waktu lalu kami sudah propose ke tiga operator selular besar, tinggal menunggu jawabannya. Selain itu Affle juga berencana melanjutkan kontrak dengan P&G untuk aplikasi Laga Bintang.

Apa yang membuat Anda begitu agresif menggarap pasar m-commerce di Indonesia?

Di antara semua Affle di Asia, laju pertumbuhan bisnis kami adalah yang paling besar. Dalam satu tahun bisnis Affle di Indonesia tumbuh 20%. Sementara itu ada mimatched yang terjadi di sini. Orang menghabiskan 30% waktunya dengan media digital atau gadget. Orang mulai beralih lebih banyak bersama gadget pribadi dibanding PC. Sementara itu digital advertising-nya di sini hanya 5%, masih jauh dari iklan TV dan koran. Everything is happening in this device! Karena itu kami sangat bergairah untuk mengisi peluang ini seraya menyeimbangkan mismatched tersebut. Kami juga ingin digital advertising di Indonesia meningkat dari 5% menjadi sedikitnya 10%.

Apa target Affle untuk pasar mobile Indonesia dalam waktu dekat?

Kami sedang mengerjakan beberapa social games. Sedikit bocoran, ada permainan menggambar seperti Doodle, hangman, dan ada beberapa lagi. Tunggu saja tiga bulan lagi akan segera kami luncurkan.

Leave a Reply

1 thought on “Obsesi Anuj Kumar Ramaikan 5 Persen Iklan Digital”

wah, kami mendukung banget nih para blogger
by bang yusuf, 13 Sep 2012, 15:44

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)