QNet Tingkatkan Brand Awareness di Kalangan Millenial Indonesia

Industri penjualan langsung atau direct selling di Indonesia memang menjadi magnet sendiri. Meski ekonomi kurang bergairah dalam beberapa tahun terakhir, bisnis ini terbukti tetap tumbuh. Hal ini seperti pernah disampaikan Ketua APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) Djoko Hartanto Komara sepanjang 2011-2014 pertumbuhannya mencapai 11,3 persen. Ia menyebut perusahaan penjuala langsung di Indonesia diperkirakan ada lebih dari 300 perusahaan, 200 diantaranya sudah memiliki SIUPL dan 86 perusahaan sudah menjadi anggota APLI.

Ada puluhan juta direct sellers yang terlibat di industri ini. Djoko memperkirakan industri ini akan terus tumbuh di tahun mendatang seiring bonus demografi dan perkembangan kelas menengah yang besar di Indonesia. Potensinya masih sangat besar dibanding negara lain, karena tingkat pertumbuhan industri penjualan langsung di sini menurutnya di bawah Jepang, Korea dan Tiongkok.

Melihat potensi ini tentu tidak disia-siakan QNet, perusahaan penjualan langsung global yang mulai menggarap pasar Indonesia sejak 2015. Belakangan perusahaan ini mulai serius meningkatkan awareness QNet di Indonesia. Travor Kuna, CEO QNet Global, rutin datang ke Indonesia dalam upayanya mengembangkan pasar di sini.

Pria Kanada ini sudah bergabung dengan QNet sejak 2008 di Bangkok. Lalu dimutasi ke Malaysia untuk bekerja di Operational Headquaters QNet. Sebelum diangkat menjadi CEO awal tahun ini, ayah dari Ariana (3 tahun) ini menjabat sebagai Chief Marketing Officer. Berikut petikan wawancara SWA Online dengan Travor Kuna belum lama ini:

Apa alasan penunjukan Anda sebagai CEO QNet? Apa yang ditargetkan manajemen pada Anda?

Sebagai CEO, saya diberi tugas untuk memberikan arahan dan visi strategis untuk menjaga agar QNet dan jaringannya tetap terdepan dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi dengan dengan cepat dan memastikan perusahaan ini tetap terdepan dalam pasar global industri penjualan langsung.

Apa target di tahun pertama Anda sebagai CEO QNet?

Saya sangat bersemangat dalam menjalankan peran sebagai CEO di dalam organisasi dinamis ini. Organisasi ini masih diandalkan oleh banyak Independent Representative (IR) dan pelanggan kami. Saya berkeinginan untuk membawa beberapa perubahan dan perkembangan baru. Saya menantikan kerja sama dengan tim Corporate kami untuk menemukan solusi bisnis yang progresif, inovatif, dan berkelanjutan untuk berbagai kalangan yang kami layani.

Lalu, apa saja target utama Anda untuk QNet Indonesia?

Pada umumnya, saya ingin QNet untuk terus meningkatkan performa dan kembali meninjau kekuatan utamanya agar bisa tetap relevan bagi IR dan pelanggan. Dalam memasuki tahun ke-19, kami bertujuan untuk terus berinovasi dan sangat ingin untuk menjadi yang utama dalam industri penjualan langsung di berbagai pasar di mana kami beroperasi, sembari tentunya memastikan semua kegiatan yang kami lakukan sesuai dengan kode etik dan norma-norma yang ada.

Di Indonesia, saya melihat industri penjualan langsung sangat kompetitif dan sedang berevolusi. Oleh karena itu, QNet harus beradaptasi dengan pasar, ekonomi, dan munculnya kalangan millenial di negara ini. Kami juga akan menguatkan brand QNet sebagai perusahaan e-commerce global dalam bidang penjualan langsung, serta meningkatkan branding dan product external awareness QNet.

Apakah filosofi bisnis QNet?

Untuk tetap relevan di dalam pasar yang terus berubah, kami sangat antusias menjalin kerja sama dengan para IR dan pelanggan kami yang melek teknologi melalui channel digital yang efisien. Dalam hal pertumbuhan, kami ingin memperkuat posisi kami di India, Turki, dan Uni Emirat Arab. Untuk tiga sampai lima tahun, visi kami adalah untuk membangun basis pelanggan ritel yang kuat dengan bantuan para distributor.

Sejauh ini, QNet telah hadir di berbagai negara. Bagaimana perkembangan bisnis QNet saat ini?

Tahun 2017 merupakan tahun yang menyenangkan bagi QNet. Kami telah mengembangkan konsep holiday online travel agent yang kami sebut Tripsavr yang kini memberikan peluang baru bagi para distributor. Kami mengembangkan teknologi baru untuk produk energi kami, serta untuk sistem penyaringan air rancangan Jerman, Homepure Nova. Selain itu, QNet juga akan meluncurkan produk perawatan kulit untuk wanita yang terdepan dan berkualitas tinggi, serta suplemen dengan nutrisi unik.

Kekuatan QNet merefleksikan ketertarikan tinggi di tingkat global terhadap memiliki bisnis sendiri. Kami membuat kemajuan baik pada 2016. Kami berterima kasih kepada para IR dan karyawan kami di seluruh dunia. Sembari memasuki 2017, kami melakukan berbagai hal untuk memberikan kinerja yang lebih konsisten di seluruh pasar di mana kami beroperasi dengan menjadikan keterlibatan para IR sebagai prioritas utama di rencana pertumbuhan kami.

Jika dibandingkan dengan negara lain, bagaimana perkembangan QNet di Indonesia? Apakah persentase kenaikan untuk QNet dalam hal bisnis atau finansial?

Menyenangkan bagi saya mengetahui bahwa pemerintah Indonesia menerima penjualan langsung sebagai peluang bagi masyarakat segala kalangan. Saya yakin industri ini akan membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik. Indonesia sangat beragam dan unik budayanya. Menurut saya Indonesia memiliki banyak budaya yang bercampur baur dan hidup. Kondisi ini sangat baik untuk bisnis penjualan langsung. (sayang Travor tidak mau menyebutkan pertumbuhan bisnisnya di sini)

Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan negara terpadat keempat di dunia, serta memiliki pengaruh ekonomi dan politik yang signifikan di kawasan Asia Pasifik. Semua ini berpotensi untuk meningkatkan pangsa pasar QNet.

Bagaimana Anda menetapkan tujuan untuk memenangkan kompetisi bisnis penjualan langsung di Indonesia, dengan kenyataan bahwa banyak perusahaan sejenis di sini? Apa saja produk yang dijual?

QNet Indonesia telah menjadi anggota Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Selain itu, QNet juga telah menjadi anggota dari organisasi sejenis di beberapa negara lainnya, seperti Direct Selling Association of Malaysia (DSAM), Direct Selling Association Singapore (DSAS), Direct Selling Association Philippines (DSAP) dan Malaysian Direct Distributor Association (MDDA).

Kami memiliki HomePure 7-Stage Water Filtration System, Qafe kopi hijau dengan Nutriose® yang diformulasikan untuk membantu Anda membakar lemak dan menurunkan berat badan, Amezcua produk unik dari Harmonised Energy yang dapat membantu Anda meningkatkan keseimbangan dan energi setiap hari, LifeQode rangkaian suplemen makanan yang cocok dengan berbagai gaya hidup, Airpure, Vitanew, Ole, Defy perawatan kulit untuk pria, dan Physio Radiance rangkaian produk hypoallergenic untuk perawatan kulit premium. Produk yang paling laris di Indonesia akhir-akhir ini adalah Amezcua Bio-Disc dan Chi-pendant. Tiap negara memiliki produk paling larisnya berbeda-beda.

Banyak masyarakat Indonesia mengenal QNet dari logonya yang banyak muncul di lapangan sepak bola, misalnya di Stadion Etihad milik Manchester City. Sebagian orang mungkin tidak mengetahui apa QNet, sementara sebagian lain mungkin mengira QNet adalah perusahaan IT. Bagaimana Anda menjelaskan mengenai QNet dengan mempertimbangkan bahwa banyak perusahaan sejenis, seperti Tupperware, Oriflame, Herbalife?

QNet memiliki rangkaian produk yang dijual melalui platform e-commerce yang dikelola oleh IR di lebih dari 100 negara. Perushaan kami juga memiliki kantor dan agen di 25 negara di seluruh dunia, dan lebih dari 50 stockists, terlepas dari franchise atau kantor operasional di beberapa negara.

Apa alasan utama mensponsori Manchester City?

Gairah terhadap permainan (sepak bola) selalu ada di manapun Anda berada, sama halnya dengan IR kami terhadap QNet. Sepak bola berkontribusi terhadap pemulihan suasana dan energi positif, sembari menghubungkan masyarakat di seluruh dunia. Sepakbola adalah permainan yang tumbuh dalam insting manusia, dari benua Amerika ke Afrika, ke Timur Tengah dan Asia.

QNet juga serupa dengan tim sepak bola. Kami percaya bahwa seorang manusia berada dalam kondisi paling kuat ketika mereka sedang bekerja di dalam tim. Bisnis bisa dibentuk secara efektif jika kita ingat bahwa kita tidak lebih dari seorang pelatih sepak bola profesional. Untuk menang, kita mengatur pemain-pemain terbaik kita, berlatih keras, merancang strategi spesifik, mengalahkan lawan, dan terus menerus meningkatkan kamampuan dan pengetahuan kita tentang permainan.

Kerja sama kami dengan Manchester City lebih dari sekadar manfaat branding. Kami juga bekerja sama dalam berbagai kegiatan, termasuk aktivitas CSR melalui RYTHM Foundation, dan meningkatkan standar sepak bola di Asia melalui coaching clinics dan kesempatan berlatih bersama.

 

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)