SAP Indonesia Targetkan 40% Karyawan dari Talent Wanita

Biasanya, dalam dunia teknologi peran pria lebih banyak berperan menjalankan ragam kegiatan dan fungsinya di perusahaan. Beberapa fakultas teknik seperti Teknik Elektro, Informatika dan Industri dari berbagai universitas pun, mayoritas datang dari kaum Adam.

Namun, perkembangan teknologi tidak memihak kepada gender, banyak di lapangan para praktisi industri teknologi berasal dari kaum Hawa. Meskipun minoritas, peran kaum Hawa di industri teknologi cukup menentukan. Megawati Khie, adalah salah seorang wanita yang sudah membuktikan peranannya di dunia teknologi.

Selama 20 tahun terjun di dunia Teknologi Informasi (TI) dan telekomunikasi di berbagai perusahaan multinasional, mantan Country Manager untuk Dell Indonesia ini, mampu menunjukan bahwa sebagai wanita, ia mampu dan bisa menjawab tantangan. Menyeimbangkan antara perannya sebagai pimpinan di perusahaan dan sebagai pendidik dalam keluarga (work life balance).

Sebagai Vice President dan Managing Director SAP Indonesia sejak November 2013, banyak prestasi yang ditorehkan, di antaranya menumbuhkan bisnis SAP hingga tiga digit pada 2015. Bukan itu saja, Sarjana Ilmu Marketing dari Southern Illinois University di Carbondale, Amerika Serikat ini juga menjadi satu-satunya pucuk pimpinan wanita SAP di regional Asia Pasifik dan Jepang. Karena itu, karpet merah terbentang lebar untuk para profesional wanita. Targetnya hingga 2020, sebanyak 40% dari karyawan SAP Indonesia adalah kaum Hawa.

Megawati

Bagaimana perjalanan karier Anda sebelum di SAP Indonesia?

Sebelum bergabung dengan SAP Indonesia, saya menempati berbagai posisi strategis di perusahaan teknologi informasi multinasional. Diantaranya saya pernah menjadi Corporate & Enterprise Sales Director untuk Personal System Group di HP Asia Pasifik dan Jepang selama sejak September 2011-Juli 2012, kemudian saya juga pernah menempati posisi Country Manager untuk Dell Indonesia dan berhasil memimpin bisnis Dell menjadi salah satu perusahaan IT paling terkemuka di Indonesia dalam waktu tiga tahun(2006-2009). Dalam awal karir, saya juga pernah bekerja di Microsoft Indonesia sebagai Director for Small and Midmarket Solutions & Partners Group (2002-2006).

Apa saja tugas Anda sebagai pemimpin SAP Indonesia?

Sejak November 2013 hingga sekarang, saya menjabat sebagai Vice President dan Managing Director SAP Indonesia. Di SAP Indonesia, saya punya peran tugas untuk membangun bisnis perkembangan bisnis yang berkelanjutan. Saya juga harus memastikan bahwa pelanggan dan partner bisnis kami puas dengan layanan dan produk yang kami tawarkan. Karena itu, yang tidak kalah pentingnya adalah membangun a strong and passionate team. Tim yang kuat dan bergairah dalam perusahaan sangat menentukan jalannya bisnis ke depan.

Apa saja kebijakan Anda tentang tim?

Mengenai kebijakan tim, SAP adalah perusahaan teknologi pertama di Amerika Serikat yang menerima sertifikasi kesetaraan gender dari lembaga Economic Dividends for Gender Equality (EDGE). Sebuah lembaga global yang menilai standarisasi kesetaraan gender di tempat kerja. Sejak tahun 2011 terjadi peningkatan 5% jumlah karyawati SAP. Jumlah pekerja SAP saat ini sebanyak 79.960 orang yang tersebar di lebih dari 130 negara. Tahun 2015 lalu, jumlah angkatan kerja dari wanita mencapai 32,1% dan sebanyak 23,6% nya menampati posisi manajemen. Targetnya pada tahun 2017 nanti jumlah pekerja wanita di SAP mencapai 25% di level manajemen.

Bagaimana strateginya untuk mencapai target tersebut?

Kami memilik program Leadership Excellence Acceleration Program (LEAP). Sebuah program talent pool untuk level manajer dengan tujuan untuk mengembangkan karir karyawati di SAP. Mendukung mereka mencapai karir yang diharapkan di SAP dan dapat sebagai wadah kontribusi mereka untuk perusahaan.

Program ini menggunakan lima pilar pengembangan diri yang terdiri dari: self awareness, Career development and planning, network and branding, capability building and mentoring dan sponsorship.

Melalui pendekatan tersebut, kami optimis target 25% famale leadership pada 2017 dapat tercapai. Selain itu, lewat LEAP, kami mencoba untuk mengubah pola pikir, memecahkan stereotip, meningkatkan peluang dan memfasilitasi promosi generasi baru pemimpin perempuan di perusahaan. Kiprah kami lewat LEAP pada tahun 2015 diapresiasi oleh Brandon Hall Group Excellence Award for Leadership Development.

Bagaimana dengan target di Indonesia?

Seperti yang sudah disampaikan oleh Mr Rob Enslin, President of Global Customer Operations of SAP SE saat kunjungan pertama kalinya ke Indonesia. Ia berkomitmen untuk mengembangkan bisnis SAP Indonesia.

Targetnya untuk menunjang perkembangan bisnis tersebut, jumlah pekerja SAP Indonesia yang saat ini sebanyak 70 orang, akan ditambah hingga 300 orang pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut 40% nya adalah wanita. Jadi, perbandingannya jika ada dua kandidat dari pria dan wanita yang sama-sama hebat, maka kami akan memprioritaskan memilih dari kaum Hawa.

Kami juga meluncurkan program Business Women Network (BWN). Merupakan sebuah komunitas untuk sharing berbagai hal, tukar pikiran dengan berbagai wanita dari lintas perusahaan. Jadi anggota tidak hanya dari karyawati SAP Indonesia saja, tapi juga bisa dari perusahaan yang banyak perempuannya. Seperti perbankan, rumah sakit dan sebagainya.

Selain sebagai priofesional, wanita juga punya peran sebagai Ibu rumah tangga, bagaimana SAP Menyikapinya?

Seperti yang sudah kami terapkan sebelum-sebelumnya. Dalam bekerja di SAP yang dituntut bukan jumlah jam kerja kantor, tetapi hasil kerja. Kami sangat memahami peran wanita yang multitasking, karena itu fleksibilitas dalam bekerja kami terapkan dengan baik di sini. Jadi ukurannya bukan berapa lama singgah di kantor, tapi para hasil kerja yang dilakukan. Bisa di kantor, di rumah sambil mengasuh anak dan sebagainya.

Hal tersebut juga berlaku bagi pekerja pria. Dalam bekerja, kami senantiasa treat employee as human. Apapun bentuk masalah yang dihadapi oleh karyawan kami, dengan segera kami akan membantu mencari solusi terbaiknya.

Apa prinsip Anda dalam memimpin perusahaan?

Saya pribadi selalu menanamkan dalam diri untuk selalu menjadi good person not a nice person. Kalau nice person, dengan siapa saja akan selalu lentur, meskipun ada anak buah yang salah, kalau saya menjadi nice person akan saya maafkan. Tapi, kalau saya menjadi good person, maka saya menjadi pribadi yang tegas dalam bekerja dan tidak tebang pilih namun tetap menjaga hubungan yang nyaman dengan karyawan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)