CEO Sumisho: Sukamart Garap Grosir E-Commerce Indonesia

Perusahaan asal Jepang, Sumitomo Corporation melirik kesempatan bisnis ritel di Indonesia. Sumitomo tak berbisnis ritel fisik seperti minimarket, melainkan membuka bisnis ritel secara online lewat situs sukamart.com. Situs penjualan ritel online tersebut diserahkan kepada PT Sumisho E-Commerce Indonesia yang merupakan perusahaan joint venture antara Sumitomo Corporation dengan PT Sumitomo Indonesia. Ide toko online ini sudah diperkenalkan sejak Agustus 2012.

Sukamart saat ini menawarkan berbagai macam produk dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia dan Jepang, yang terdiri dari enam kategori utama: makanan, minuman, perawatan pribadi, perawatan kesehatan, perawatan bayi, serta rumah dan dapur. Pelanggan dapat memesan produk di situs Sukamart hanya dengan dua langkah dan melakukan pembayaran melalui transfer bank.

Bagi pelanggan yang berlokasi di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek), pesanan akan diproses, diantar, dan diterima dalam waktu 1-2 hari kerja. Selain memberlakukan program COD (Cash On Delivery) mulai minggu ini, Sukamart berencana untuk menerima pembayaran kartu kredit, internet banking, dan metode pembayaran lainnya yang memudahkan dalam waktu dekat ini

Perusahaan ritel ini mengadopsi frase “Less Traffic Jam, More Quality Time” sebagai moto layanannya. Dengan menyediakan pemesanan online yang mudah dan layanan pengiriman, CEO Sukamart, Taketo Kokubo mengklaim Sukamart akan bisa menjawab kebutuhan yang terus berkembang di kalangan orang tua dan pekerja profesional yang harus menyediakan waktu belanja kebutuhan sehari-hari di sela-sela kesibukan mereka.

Sukamart meramaikan persaingan bisnis ritel di Indonesia, karena pemain ritel online untuk kategori produk rumah tangga di Indonesia masih sedikit. Berikut petikan wawancara SWA dengan para perwakilan Sukamart, CEO PT Sumisho E-Commerce Indonesia, Taketo Kokubo, dan Marketing Manager PT Sumisho E-Commerce Indonesia, Christopher Campbell:

Seperti apa gambaran ritel Sumitomo online?

Secara global, Sumitomo memiliki sektor bisnis media, jaringan, gaya hidup dan ritel. Sebagian besar operasi bisnis Sumitomo berada di Jepang. Pada unit bisnis media, jaringan, gaya hidup dan ritel, kami memiliki operator tv kabel, supermarket, toko obat, e-commerce, dan tv shopping.

Ekspansi bisnis kami mencakup wilayah ASEAN dan wilayah Asia lainnya. Pada cabang e-commerce, Sumitomo sudah mempersiapkannya sejak 10 tahun yang lalu. Di Jepang,  Sumitomo memiliki ritel online Soukai Drug, yang sudah berjalan sekitar 10 tahun. Soukai Drug spesialisasi pada grosir produk kebutuhan sehari-hari. Saat ini Soukai Drug adalah market leader dalam pasar grosir e-commerce di Jepang.

Ekspansi pertama untuk unit bisnis e-commerce Sumitomo adalah ke Cina, pada bulan November 2011 Sumitomo membuka kantor cabang e-commerce di Shanghai dengan nama Sumisho E-Commerce Shanghai Ltd., kemudian di bulan April 2012 ritel online Pindian resmi diluncurkan. Ekspansi kedua tentu saja ritel online Sukamart di Indonesia yang penggodokannya sudah kami lakukan sejak Agustus 2012, kemudian resmi diluncurkan pada awal Januari tahun ini.

Seperti apa keberhasilannya di luar negeri?

E-commerce Sumitomo mulai ekspansi keluar Jepang sejak dua tahun terakhir. Pindian saat ini memiliki 4.000 item produk rumah tangga, yang terdiri dari berbagai kategori seperti kosmetik, deterjen, popok, dan minuman. Sekitar 30% dari produk yang dibuat di Jepang atau diproduksi di China oleh perusahaan Jepang. Pindian juga menyediakan impor dari negara lain, serta produk-produk berkualitas pilihan buatan China.

Banyak orang berpikir target pasar utama Pindian adalah ekspatriat Jepang di China, padahal menurut info yang kami dapat sekitar 90% dari pelanggan saat ini adalah China. Dengan transfer ilmu dari Soukai Drug, Pindian semakin mengakar di masyarakat  sana.

Sementara itu, Soukai Drug terus memperbesar penjualan online dengan tingkat kenaikan penjualan tahunan mendekati 40 persen, melebihi rata-rata penjualan bisnis e-commerce di Jepang, yaitu sebersar 10-20 persen. Lebih dari 80.000 item produk rumah tangga di berbagai kategori mulai air mineral, makanan kesehatan, deterjen pencuci pakaian dan alat makan, pelembut kain, produk perawatan hewan peliharaan, dan sebagainya. Omset ritel online Soukai Drug kurang lebih sebesar 12 miliar yen di tahun lalu. Tahun lalu Soukai Drug memenangkan penghargaan "Rakuten Ichiba Shop of the Year" yang diselenggarakan oleh operator platform e-commerce terbesar di Jepang, yang berarti kami sudah memenanginya tiga tahun berturut-turut.

Tahun ini Soukai Drug menargetkan omset sebesar US$ 150 juta, jadi dalam tataran global, bisnis e-commerce Sumitomo sangat baik.

Bagaimana ritel online ini melihat pasar e-commerce Indonesia?

Saat ini bisnis e-commerce di Indonesia masih dalam tahap permulaan. Namun sejak setahun lalu banyak pemain yang ingin menangkap peluang bisnis e-commerce di Indonesia. Sumitomo pun melihat situasi bisnis e-commerce Indonesia yang masih dalam tahap awal sebagai peluang untuk memperoleh market share tertentu dalam besaran ceruk bisnis e-commerce di Indonesia. Menjadi salah satu pemain e-commerce terbesar di Indonesia adalah misi utama kami, terutama pada sektor grosir. Meskipun kami baru memasuki pasar e-commerce Cina pada tahun lalu, namun pasar e-commerce Cina sudah lebih matang dibandingkan Indonesia. Namun hal itu juga disebabkan oleh besarnya market size di Cina. Saat ini market size e-commerce Indonesia, terutama untuk sektor grosir, masih sangat kecil.

Apa masuk ke Indonesia dengan mitra lokal? Berapa besar investasinya?

Secara kepemilikan modal tidak, Sukamart 100% milik Sumitomo Corp. Kami menyuntikkan modal awal sebesar US$ 5 juta. 60 % datang dari Sumitomo pusat di Tokyo, 40% berasal dari PT. Sumitomo Indonesia.

Apa kelebihan Sukamart dibandingkan dengan ritel online lain?

Pada sektor grosir e-commerce Indonesia, saat ini hampir tak ada pemain besar. Maka cukup sulit untuk melihat diferensiasinya. Namun jika mengambil contoh Carrefour yang membuat sejenis ritel online bernama Carrefour Click & Drive, meski konsumen dapat memilih barang yang akan dibeli secara online tetapi konsumen tetap harus mengambil barang belanjaannya di toko. Sementara, kami memberlakukan sistem layanan antar, sehingga model pelayanan kami sangat berbeda dengan Carrefour. Dari sudut pandang konsumen, keunggulan kami terletak pada beragam produk dengan kualitas nomor satu, situs yang user-friendly, packaging pesanan yang nyaman, dan pengiriman pesanan tepat waktu.

Kami menyadari bahwa cepat atau lambat pemain lain akan turut meramaikan pasar, maka strategi diferensiasi kami saat ini adalah kualitas antar pesanan yang tepat waktu dan juga variasi produk yang tersedia pada situs.

Bagaimana menjalin kerjasama dengan para supplier?

Saat ini impresi para supplier terhadap Sukamart bagus. Kami menyadari beberapa supplier mengalami kesulitan dalam logistik berbisnis dengan ritel tradisional, karena mereka harus mengirimkan barangnya ke banyak titik dan barang mereka hanya menempati tempat terbatas pada gudang ritel tradisional.

Menurut saya e-commerce merupakan opsi bagus bagi mereka, karena kami menyediakan satu pusat penyimpanan barang sehingga mereka mudah dalam mengantarkan barang setelah kami memberikan purchase order (PO). Dalam menjaga kualitas produk dan layanan, Sukamart warehouse menerapkan Warehouse Management System (WMS), serta memiliki ruangan khusus dengan pengukur suhu.

Bentuk kerja sama dengan supplier beragam, tergantung pada jenis barangnya. Untuk beberapa produk dengan harga yang mahal, sistem kerjasama dilakukan dengan konsinyasi. Untuk fast selling items tentunya direct purchase.

Gudang penyimpanan barang kami berada di Jakarta Pusat, yang memudahkan supplier untuk mengirimkan barangnya kepada kami dan juga memudahkan kami dalam pengiriman barang kepada konsumen. Dengan WMS, gudang kami dapat mengontrol pergerakan stock inventoris sehingga informasi stock warehouse dapat selaras dengan informasi di website Sukamart.

Apabila produk tersedia di warehouse, maka status produk yang ditampilkan di website menjadi available. Sebaliknya bila stok kosong, maka status produk menjadi unavailable. Dengan cara ini, pelanggan dapat memeriksa stock produk secara real-time. Kami bekerjasama dengan JNE untuk mengantarkan barang dari gudang kami kepada konsumen.

Siapa target pasarnya?

Sebenarnya target pasar kami tidak berbeda dengan ritel modern, yaitu konsumen rumah tangga yang suka berbelanja di supermarket atau hypermarket. Namun, secara spesifik kami mengincar konsumen kelas menengah yang sibuk bekerja, seperti wanita karir, konsumen dengan anak yang masih kecil yang tidak punya cukup waktu dan kendaraan untuk mengunjungi supermarket.

Bagaimana strategi pemasarannya?

Saat ini kami fokus untuk menggarap para istri yang sibuk bekerja di daerah Jabodetabek. Kami akan lebih intensif dalam melakukan aktivitas pemasaran setelah grand opening pada bulan Maret tahun ini. Saat situasinya sangat sulit bagi pemain ritel online manapun pada sektor grosir di Indonesia karena masyarakat belum terbiasa untuk membeli produk-produk grosir secara online.

Maka langkah pertama yang kami lakukan adalah membangun pengalaman berbelanja grosir secara online untuk konsumen, setelah konsumen mulai terbiasa untuk berbelanja barang konsumsi sehari-hari secara online, baru kami akan mengatur strategi untuk berekspansi. Untuk menyasar para pengguna mobile phone dan tablet, kami akan mendesain situs kami agar lebih ramah bagi para pengguna mobile phone dan tablet yang berbasis browser.

Saat ini kami belum melakukan aktivitas pemasaran yang masif, kami masih merumuskan formula untuk memperkenalkan Sukamart kepada konsumen Indonesia, pengecekan berkala pada situs kami, survei tentang harga, dan memastikan alur pengiriman dari supplier ke gudang, kemudian dari gudang ke konsumen berjalan dengan baik.

Untuk masyarakat Indonesia, strategi awal kami adalah menjual produk-produk rumah tangga yang sudah populer atau tak asing di telinga masyarakat. Menjual brand-brand lokal populer yang mudah ditemui di supermarket di sini adalah fokus utama kami saat ini. Selanjutnya kami akan membawa produk impor dan produk unik sebagai bagian dari strategi diferensiasi kami, tetapi saat ini kami ingin konsumen menemukan brand-brand yang sudah akrab bagi mereka di situs kami.

Karena pelayanan kami berbasis internet, tentu kami akan memaksimalkan promosi melalui iklan di internet dan juga media sosial. Namun jika sudah berkembang lebih jauh kami pasti akan mengiklan secara tradisional pula. Kami pun akan mempertimbangkan untuk membuat aplikasi untuk pengguna mobile phone dan tablet, namun rencana itu masih jauh. Saat ini kunjungan pelanggan dan pembelian ke situs kami via mobile phone dan tablet pun sudah tinggi. Maka, kami belum banyak menginvestasikan banyak uang untuk aktivitas pemasaran dan promosi saat ini. Alat promosi paling efektif bagi kami saat ini masih word of mouth.

Bagaimana kinerja bisnis Sukamart saat ini?

Seperti saya katakan sebelumnya, fokus kami masih banyak tercurahkan pada memastikan kestabilan workflow pada semua divisi. Saat ini belum terlalu banyak transaksi yang dilakukan. Saat ini koleksi produk di situs Sukamart berjumlah 1300 item, kami berencana untuk mencapai 2000 item pada akhir Januari atau awal Februari.

Saat ini produk-produk yang laku pada situs Sukamart didominasi makanan dan minuman, kemudian produk personal care seperti sabun dan sejenisnya, produk anak, popok bayi adalah salah satu top selling products, peralatan rumah dan dapur, deterjen, dan sabun cuci piring. Bestseller kami adalah produk susu, baik susu kaleng maupun susu bubuk. Target kami pada akhir tahun ini, kami sudah memiliki 15.000 jenis item rumah tangga. Jika kami sudah mencapai angka tersebut, saya pikir konsumen tidak akan bisa membedakan ritel online dan supermarket biasa dalam konteks variasi produk.

Berapa target jumlah dan nilai transaksi?

Kami masih berusaha memahami pasar e-commerce di Indonesia, maka kami belum bisa menyebutkan besaran jumlah transaksi yang kami inginkan. Kami menargetkan omset Rp. 100 miliar dalam beberapa tahun ke depan.

Kami menetapkan target Rp 100 miliar sebagai batu loncatan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)