Badan Amal Ini Incar Pengelolaan Zakat di Jakarta

Badan Zakat Nasional (Baznas) menyebutkan bahwa potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 280 triliun per tahun. Seiring dengan peran aktif Lembaga Amil Zakat Nasional, jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah setiap tahunnya.

Namun, angka tersebut belum sepenuhnya terserap, padahal semua lembaga ZIS (Zakat, Infaq dan Sodaqoh) dari pemerintah maupun  non pemerintah hanya mampu menghimpun zakat sebesar Rp 4 triliun per tahun atau hanya 1,4% dari seluruh potensi zakat di Indonesia.

“Artinya, potensi penghimpunan dan pemberdayaan manfaat zakat masih sangat besar. Peluang untuk lebih bisa menyempitkan jurang antara Muzakki dan Mustahik semakin besar potensinya,” jelas Muhamad Anshory, Pimpinan Baitul Mal Forum Komunikasi Aktivis Masjid (BM FKAM) kepada SWA Online lewat surat elektronik.

Anshory menambahkan, sejak beroperasi tahun 2008, BM FKAM telah memiliki 26 cabang kabupaten dan kota di 5 provinsi. Supaya serapan Ziswah terus bertambah, dalam waktu dekat BM FKAM berencana membuka cabang selanjutnya di Jakarta.

Firman Rudi Salam, Online Media Consultant BM FKAM, menambahkan bahwa rencana pembukaan cabang di Jakarta tengah disiapkan strateginya supaya lebih matang. Harapannya, dengan membuka cabang di Jakarta, dana Ziswah dapat diserap dengan maksimal.

Tercatat di tahun 2015, jumlah dana zakat, infaq, sodaqoh, wakaf dan hibah (ziswah) yang berhasil dihimpun BM FKAM sebanyak Rp 14 miliar. Dibanding dengan potensi yang ada di Indonesia, nominal tersebut masih sangat kecil.

Untuk menggarap potensi tersebut, Anshory dan tim di BM FKAM terus berupaya memperkenalkan dan mengedukasi kepada segala pihak termasuk stakeholder dari perusahaan dan perseorangan mengenai dampak besar dari zakat.

Bahwa zakat adalah cara terbaik dalam mengentaskan kemiskinan, dengan ziswah masyarakat yang berada di garis kemiskinan dapat dientaskan dengan istilah yang diperkenalkan oleh Anshory dengan istilah 'memberi kail bukan ikan. Maksudnya, para mustahik (yang menerima zakat) di edukasi dan dilatih untuk dapat mandiri. Sehingga di kemudian hari, mereka yang tadinya menerima zakat akan berubah menjadi penyalur zakat (muzakki).

Lewat pendekatan tersebut cukup membuahkan hasil, terhitung ada sebanyak 42.000 orang telah bergabung menjadi muzakki di BM FKAM yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Kalimantan Utara.

BM FKAM juga menggandeng beberapa perusahaan besar dalam mengelola dana CSR perusahaan. Salah satu yang sudah digandengnya adalah PT. Semen Gresik lewat beberapa event santunan kepada anak-anak yatim, dengan memberikan program bantuan 10.000 paket sekolah anak yatim.

Di ranah internasional, BM FKAM juga dipercaya untuk membuat berbagai event sosial dengan negara Qatar lewat Kedubes Qatar dan Yayasan Syeikh Ied Ali Tsani. Salah satunya event nikah masal, pengasuhan anak yatim dan pembangunan sarana ibadah.
“Kepercayaan yang tinggi dari masyarakat harus kami jaga dan kami imbangi dengan manajemen dan akuntansi yang baik. Sebanyak 130 karyawan kami bentuk untuk mewujudkan visi lembaga yang amanah, profesional dan siap membangun kualitas umat,” jelas Anshory.

Adapaun program BM FKAM yang didanai dari dana Ziswah adalah pembangunan kualitas para dhuafa melalui program Dhuafa' Smart yang meliputi: penggalian potensi dan menyelenggarkan pelatihan kewirausahaan, training motivasi dan mengubah mindset, bantuan modal usaha serta sarana dan prasarananya dan pembinaan mental dan bimbingan rutin kepada Dhuafa' peserta program.

Targetnya tahun 2016 ini, akan menggelontorkan dana Ziswah senilai Rp 500 juta untuk program Dhuafa’ SMART ke 100 orang para penerima manfaat program. Selain itu, ada daerah binaan seperti di lereng gunung Merapi di Kabupaten Klaten. Di sana BM FKAM membangun sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 meter, yang digunakan masyarakat dengan biaya iuran murah.

Seperti namanya, Forum Komunikasi Aktivis Masjid, untuk pengelolaan sumur bor tersebut di percayakan ke pengurus masjid terdekat. Tujuannya untuk memakmurkan masjid dan menjadikan masjid sebagai problem solver atas sebagai masalah yang terjadi di masyarakat.

Program lain yang menjadi andalan adalah Akademi Al Qur’an FKAM (AAQ FKAM). Merupakan beasiswa full untuk program belajar Al Quran selama 2 tahun bagi lulusan SMA sederajat. Saat ini, telah masuk angkatan ke dua. Masing-masing angkatan sebanyak 20 peserta yang dididik untuk menjadi da'i dan imam masjid yang mumpuni. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)