Cara Hero Dukung Sanitasi Bersih untuk Masyarakat

(ki-ka) Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk Stephane Deutsch bersama Senior GM CSR & Corporate Communication Natalia Lusnita, Senior Manager Strategic Projects & Program Supports Habitat for Humanity Indonesia Eddy Sianipar, dan Legal Director Hadrianus Wahyu Trikusumo

Air bersih dan sanitasi buruk masih menjadi permasalahan di beberapa wilayah di Indonesia. Hal ini melatarbelakangi PT Hero Supermarket Tbk (HerO Group) untuk membuat program WASH (Water Sanitation Hero) sebagai bentuk kepedulian terhadap ketersediaan fasilitas sanitasi yang baik bagi masyarakat khususnya di wilayah Tangerang dan Bogor.

Program yang juga diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Air Sedunia ini secara resmi diluncurkan pada Kamis (6/4/2017) di Kampung Tegal, Desa Kedung Dalam, Kecamatan Mauk, Tangerang.

Peresmian program WASH ditandai dengan goresan gambar pertama oleh Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk, Stephane Deutsch, dalam kegiatan mural bersama dengan jajaran direksi dan perwakilan karyawan untuk mempercantik area fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) yang dibangun oleh Her0 Group.

Penyerahan secara simbolis MCK tersebut diserahkan oleh Stephane Deutsch kepada Jaenudin, perwakilan warga Mauk di hadapan jajaran manajemen HERO Group dan masyarakat yang hadir.

Sebanyak tiga ruang toilet yang diklasifikasi untuk pria, wanita dan Lansia dibangun di atas tanah berukuran 7×8 m2. Di area tersebut juga disediakan tempat mencuci untuk melengkapi fasilitas sanitasi yang diberikan kepada masyarakat.

“Sebagai pelopor ritel di Indoesia, Hero Group ingin mengambil bagian dalam membawa perubahan baik bagi masyarakat. Terlebih masalah kebersihan dan sanitasi ini masih memprihatinkan di beberapa wilayah,’ujarnya.

Program WASH ini merupakan bentuk dukungan Hero Group terhadap langkah Pemerintah dalam mencapai salah satu target tujuan ke-6 dari Sustainable Development Goals (SDGs) menuju tahun 2030 yaitu mencapai akses terhadap sanitasi dan kebersihan yang memadai dan merata bagi semua. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk mengubah perilaku dengan menghentikan praktik buang air besar di tempat terbuka dan mencuci di sungai, melalui dukungan fasilitas yang diberikan.

Pada acara ini, Hero Group juga melakukan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis bagi warga Mauk yang didukung oleh salah satu unit bisnis Hero Group, yaitu Guardian yang berfokus pada bidang kesehatan dan kecantikan. Tampak lebih dari 200 warga mengikuti rangkaian pemeriksaan dan pengobatan gratis ini.
Sebelumnya, rangkaian program WASH juga dilaksanakan di Desa Cijayanti 3, Sentul, Bogor pada tanggal 1 Maret 2017 yang lalu berupa peletakan batu pertama untuk pembangunan fasilitas MCK bagi masyarakat.

Kampung Tegal Desa Kedung Dalam, Kecamatan Mauk dan Desa Cijayanti 3, Sentul dipilih menjadi lokasi program WASH karena kedua area tersebut termasuk wilayah yang sebagian besar warganya belum memiliki fasilitas sanitasi yang baik di rumahnya dan belum menerapkan gaya hidup bersih yang dapat memunculkan potensi gangguan kesehatan.

Dalam menjalankan program WASH, Hero Group bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia, sebuah organisasi non-profit yang didedikasikan untuk mengurangi perumahan-perumahan yang tidak layak dari masyarakat Indonesia dengan membangun rumah-rumah yang sederhana, layak dan terjangkau. Sejak berdiri tahun 1997, Habitat for Humanity Indonesia hingga Desember 2016 telah membangun rumah untuk lebih dari 49.274 keluarga di 13 provinsi, 47 daerah dan kotamadya se-Indonesia.

“Semoga fasilitas MCK yang dibangun untuk warga Mauk dan Sentul ini dapat bermanfaat dan meningkatkan kesadaran mereka untuk mengubah kebiasaan non higienis di sungai dan beralih ke MCK atau toilet umum yang sudah kami bangun. Kami harapkan dengan gaya hidup yang baru akan meningkatkan kualitas kesehatan warga dan berefek pada lingkungan serta ekosistem air ya yang bersih,” tambah Stephane.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
OJK Terbitkan Tiga Peraturan Tindak Lanjut UU Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan tiga peraturan (POJK) sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan...

Close