Indosat Gelar Program CSR Digital Homestay Bagi Karyawan

Terinspirasi gerakan Indonesia Mengajar, Indosat Ooredoo mengadakan Program Digital Homestay sebagai salah satu tanggung jawab sosial perusahaan. Sebanyak 9 karyawan Indosat ditempatkan di daerah-daerah terpencil Indonesia untuk berbagi ilmu di sana. Ini merupakan perwujudan dua pilar CSR dibidang edukasi dan inovasi.

Menurut Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Deva Rachman, setiap warga memiliki kesempatan sama dalam pendidikan, program ini walau hanya sebentar dilakukan sebagian karyawan Indosat diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi dunia pendidikan kita. Andi Siswanto penempatan di Nunukan, Kalimantan Utara berharap anak-anak yang diajar olehnya setidaknya mendapat tepukan darinya untuk meraih pendidikan lebih baik. "Anak-anak di sana membutuhkan sentuhan kasih sayang dan perhatian agar semangat meraih pendidikan lebih tinggi karena orang tua mereka rata-rata kurang memperhatikan pendidikan," kata pria yang bekerja di Divisi Business Development Project di Jakarta.

Lain lagi pengalaman Parafitra Fidiasari yang ditempatkan di Pegunungan Bintang Papua. Sepulang dari daerah dataran tinggi itu, wanita yang akrab disapa Raras ini ingin mewujudkan 500 bendera merah putih di kampung Parim Papua dimana dia ditempatkan. "Di sana barang mahal, makanan juga, martabak saja bisa Rp 70 ribu, bendera merah putih saja hanya ada satu karena langka dan mahal, bisa ratusan ribu rupiah harganya," ujar wanita yang kini bekerja di Indosat Ooredoo Area Jawa Barat.

Ia ingin dengan upaya gerakannya mengumpulkan bendera itu bisa lebih banyak merah putih berkibar di kampung Parim. "Saya ingin terus terkoneksi dengan masyarakat sana walau sudah tidak mengajar di sana lagi dengan upaya memberi 500 bendera merah putih ini," imbuhnya. Saat ini Raras yang sedang ditempatkan di Sukabumi juga sedang membangun rumah singgah dan tempat pendidikan di dekat terminal untuk anak jalanan di sana.

Program Digital Homestay dimulai sejak 29 Juli dan para karyawan yang ikut program ini telah kembali pada 5 Agustus 2017. Ada lima tim yang masing-masing terdiri dari dua orang karyawan Indosat di setiap daerah penempatan. Masing-masing karyawan dibekali pengetahuan seputar daerah penempatan serta program yang akan mereka lakukan saat berada di sana. Deva menegaskan, program ini tidak ada hubungannya dengan pengembangan jaringan, namun diharapkan karyawan Indosat paham bagaimana kondisi pendidikan di daerah.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)