Kolaborasi Pemda dan Tatalogam Group untuk Menekan Jumlah Sampah di Bali | SWA.co.id

Kolaborasi Pemda dan Tatalogam Group untuk Menekan Jumlah Sampah di Bali

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali berkomitmen melakukan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyebut, upaya pengelolaan sampah di Kabupaten Badung, khususnya di Seminyak diharapkan dapat menjadi model percontohan tidak hanya untuk wilayah Provinsi Bali saja, tapi hingga ke tingkat internasional.

"Kami harap dalam melaksanakan kegiatan mengurangi, memilah dan mengolah ini tidak hanya jadi contoh di Provinsi Bali saja, tapi juga sampai ke tingkat Internasional. Intinya adalah untuk menumbuhkan ekonomi sirkular itu luar biasa sekali. Kami akan mendukung sepenuhnya. Sekali lagi saya tidak mau menimbun atau ada tumpukan sampah," ujar Bupati Giri Prasta dalam siaran persnya, pekan lalu.

Patut diketahui, pengembangan infrastruktur di TPS 3R Seminyak ini merupakan bentuk kolaborasi antara Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, Pemkab Badung, dan PT Tatalogam Lestari (Tatalogam Group) dalam upaya bersama menangani sampah di Indonesia. Vice President Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia dan Papua New Guinea Lucia Karina mengatakan, tujuan dari dukungan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas TPS 3R Seminyak agar dapat berfungsi secara optimal yang didukung pemerintah pusat melalui Kemenko Marves RI.

“Sebagai perusahaan global yang beroperasi secara lokal, kami sadar harus menjadi salah satu bagian solusi, bukan hanya di global Eropa, tapi juga di Indonesia. Dan kami mendukung komitmen Pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah sebesar 30% dan bisa mengurangi sampah laut sebesar 70% pada 2025 mendatang. Dan ini salah satu yang kami bisa lakukan sebagai wujud komitmen kami,” jelas Lucia.

Lucia mengakui, pencapai-pencapaian yang telah diraih selama ini merupakan jerih payah dari banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Mulai dari pemerintah, masyarakat adat, hingga pihak swasta lain. Hal ini tentunya disesuaikan dengan konsep kolaborasi yang ditawarkan CCEP yang mereka sebut dengan pendekatan Nona-Helix.   

“Nona-helix approach adalah pendekatan kami untuk mengajak seluruh stakeholders bersama-sama mengelola sampah. Jadi waste management itu berbasis pengelolaan oleh stakeholders. Karena itu, tahun ini saya berdiskusi dengan beberapa pihak, salah satunya  dengan mitra kami, PT Tatalogam Lestari (Tatalogam Group) yang selama ini sudah menjalankan pilar ESG (Environmental, Social and Governance). Kami mengajak mereka untuk bisa juga menunjukkan bagaimana prinsip keberlanjutan industri baja itu masuk ke dalam waste management, “ Lucia menguraikan.

Hasilnya, lanjut Lucia,  prinsip zero waste yang telah diusung produsen genteng metal dan bangunan berbasis baja ringan ini pun mampu diterapkan dalam pembangunan konstruksi TPS 3R Seminyak yang baru diresmikan ini. Proses perhitungan dan pemotongan material dilakukan di pabrik langsung sehingga tidak ada sedikipun material konstruksi yang terbuang di lokasi pembangunan TPS 3R Seminyak.

“Tatalogam Lestari adalah leader untuk genteng metal dan baja ringan juga bangunan-bangunan berbasis baja ringan. Kebetulan saya lihat juga prosesnya bagaimana cara membuat bangunan tanpa ada sisa material sama sekali. Jadi betul-betul dibuat secara presisi di pabriknya langsung sehingga tidak ada lagi sampah bangunan di lokasi konstruksi. Dan Alhamdulillah perjalanan pembangunan ini juga sangat singkat, karena keseluruhannya hanya memakan waktu kurang dari 1 bulan,” terang Lucia lagi.

Tak berhenti sampai di material bangunan saja, dalam rangka mendukung geliat UMKM di Bali sehingga terjadi circular economy, Tatalogam Group juga menggandeng UMKM yang tergabung dalam HUNI (Himpunan Usahawan Mikro Kecil Menengah Bangunan Nasional Indonesia). Anggota asosiasi UMKM yang sudah mengantongi sertifikasi profesi sebagai aplikator baja ringan ini pun ikut terlibat dalam proses pembangunan TPS 3R Seminyak yang berbasis rangka baja ringan ini.

“Bersama, mereka kemudian menginstal semua bangunan yang akan kita resmikan pada hari ini. Dan pada saat pembangunan ini mungkin teman-teman yang di seminyak juga tahu kalau pembangunan ini betul-betul zero waste. Semua dimanfaatkan supaya kita bisa tunjukkan bahwa konstruksi pun bisa kita lakukan tanpa sampah. Dan ini diwujudkan oleh teman-teman dari Tatalogam didukung HUNI,” jelasnya.

Vice President Tatalogam Group Stephanus Koeswandi yang diwakili oleh Head of Government and Public Relations Tatalogam Group Maharany Putri mengatakan, pihaknya sangat mengapresasi langkah-langkah nyata yang sudah dilakukan Pemkab Bali dan CCEP Indonesia dalam upaya penanganan sampah di Bali. Dia menerangkan, kepedulian terhadap lingkungan memang merupakan tanggung jawab semua pihak. Di Tatalogam, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini.

“Perubahan iklim akibat dampak kerusakan lingkungan menjadi salah satu fokus perhatian perusahaan kami. Untuk itu, guna menjamin keberlangsungan alam demi generasi yang akan datang, Tatalogam Group telah mengarus-utama kebijakan hijau berkesinambungan dalam manajemen dan operasi produksi dengan pilar ESG (Environmental, Social and Governance). Selain itu, kami juga terus berkomitmen penuh untuk mendukung agenda hijau berkelanjutan baik dengan pemerintah, akademisi, serta usaha/industri lain,” terang Maharany.

Maharany menambahkan, kolaborasi Tatalogam Group dengan CCEP Indonesia kali ini bukan tanpa sebab. Kiprah CCEP dalam menangani permasalah sampah di Bali yang selama ini dilakukan secara intens mendapat perhatian khusus dari perusahaan.   “Kiprah CCEP Indonesia inilah yang telah menggerakkan kami untuk antusias berkontribusi dalam kegiatan pendirian fasilitas TPS 3R Seminyak berupa material dan pembangunan steel frame (rangka baja) yang dikerjakan bersama UMKM HUNI. Hal ini merupakan salah satu bukti nyata walk the talk komitmen kepedulian kami terhadap lingkungan termasuk komunitas, bumi dan planet ini demi kelangsungan hidup layak anak cucu kita bersama,” ucap Maharany.

Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)