Ladies International Program Berbagi Energi Positif

Ketua Umum LIP, Yulie Nasution

Wabah virus corona di Indonesia belum berhenti dan jumlah penderita yang terinfeksi masih bertambah. Melawan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menghentikan dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di Tanah Air, baik yang dilakukan oleh pemerintah, pihak swasta, badan amal hingga masyarakat umum saling bahu membahu.

Untuk itu Ladies International Program (LIP) mengambil bagian bersama pemerintah dan elemen masyarakat lainnya untuk memutus mata rantai penyebaran Corona. Sebagai elemen peduli bangsa, pihaknya berbagi energi positif, pemikiran, motivasi dan dukungan material kepada warga yang menjadi korban dan rentan menjadi korban Covid-19.

“Kami sebagai organisasi yang biasa memperkenalkan dan mempromosikan potensi seni, budaya, kuliner, fesyen dan pariwisata Indonesia, dengan semangat berusaha memerangi pandemi dengan cara memberikan bantuan kepada beberapa Puskesmas seperti masker, hand sanitizer dan alat pelindung diri (APD),” kata Ketua Umum LIP, Yulie Nasution pada keterangan tertulisnya di Jakarta (4/5/2020).

Organisasi LIP didirikan oleh Yulie Nasution, Annisa Yudhoyono, Hana Fadel Muhammad, Meytha Anton, Widi Wardhana, Ririen Roy Suryo, Dotty Arwin Rasjid, Ello Suhaeli Kalla, Elza Syarief, Ayu Rosan, Titi Hatta, Vicky Dharmawan, dan Devita Rusdy.

Diakuinya, partisipasi dalam penanganan wabah Covid-19 ini sebagai langkah gerakan kemanusiaan dengan saling berbagi kasih, apalagi para ahli menyebutkan bahwa wabah di Indonesia ini belum mencapai puncak pandemi, meski pemerintah dan masyarakat terus bekerjasama serta berkoordinasi melakukan berbagai sistem strategis hingga transmisi Covid-19 ini benar-benar berakhir.

Ketua Pelaksana, Meytha Anton menambahkan, LIP juga memberikan sembako, peralatan kebersihan dan lainnya kepada orang-orang tidak mampu yang mencakup seluruh daerah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat.

“Wilayahnya melingkupi Pasar Inpres Jakarta, Ciputat, Cireundeu, Lebak Bulus, Ulu Jami, Pondok Pesantren Kemayoran, Pondok Kelapa, Jati Waringin, dan lainnya sampai ke arah Bekasi,” ungkap Meytha.

Kegiatan rutin selama pandemi seperti ini dilakukan oleh ibu-ibu LIP secara berkala guna membantu masyarakat Indonesia dalam mengantisipasi adanya virus corona yang beredar di mana-mana.

Adapun penyuluhan terus menerus digaungkan untuk stay at home, work from home, selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, memakai masker untuk melindungi diri sendiri dan orang lain, serta menjaga stamina tubuh sebagai beberapa sarana untuk menangkal dan terhindar dari virus Covid-19 tersebut.

“Kami bahu-membahu secara paralel dengan kegiatan Pemerintah RI dalam memutus mata rantai peredaran Covid-19 ini secara berkala terus menerus melakukan kegiatan sosial dimulai sejak Presiden Joko Widodo menganjurkan untuk stay at home-work from home sejak 16 Maret 2020 yang lalu,” tuturnya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)