Maybank Salurkan Dana Rp1 Miliar untuk Women Eco Weaver

Maybank bekerja sama dengan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPUK) mengadakan program pemberdayaan bagi pengrajin tenun di 4 kabupaten di Indonesia. Program ini bertujuan untuk mempromosikan tenun tradisional dan memberdayakan perempuan di berbagai komunitas untuk mencapai independensi ekonomi dan inklusi keuangan di kalangan pengerajin tenun perempuan di seluruh ASEAN.

Sebanyak 4 kabupaten yang dipilih meliputi Lombok Timur, Lombok Tengah, Tanah Datar dan Sawah Lunto. Pemberdayaan yang diberikan berupa pelatihan peningkatan skill bisnis pengerajin dan skill dalam mengelola keuangan serta penjualan.

Tercatat 400 penenun eko friendly tengah antri untuk mendapatkan akses mikro financial dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Maybank Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun. Dibukanya 4 tenun learning center yang bekerjasama dengan pemerintah setempat juga menambah daftar usaha Maybank dalam komitmennya menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat Indonesia, khususnya perempuan.

Rina Arli, Bussines Development Division ASPUK, menjabarkan, saat ini jaringan usaha ASPUK meliputi usaha tenun, makanan, minuman, dan kraft. Namun, khusus untuk program kerjasama bersama Maybank  lebih fokus ke pengrajin tenun pewarnaan alam.

Pengembangan kewirausahaan perempuan menjadi salah satu prioritas program CSR Maybank Indonesia khususnya dalam pemberdayaan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan keberanian Maybank dalam menggelontorkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk mendukung program Maybank Women Eco Weaver yang direncanakan sampai 2 tahun nanti.

Ke depan, ASPUK dan Maybank akan mengadakan fashion show untuk mengenalkan produk tenun pewarna alam kepada masyarakat Amerika di New York. Serta akan fokus pada pengembangan budidaya tanaman pewarna alam di Kapuas dengan melibatkan Pemerintahan Kalimantan.

Rina optimistis kerajinan tenun akan mendapat penerimaan di luar negeri, mengingat sambutan positif yang mereka terima dalam rangkaian acara yang bertajuk Maybank Championship di Kuala Lumpur, Malaysia pada 8-13 Februari kemarin. Namun, untuk market domestik pihaknya tidak dapat berbicara banyak mengingat masih minimnya pengetahuan masyarakat terhadap tenun pewarna alam. “Saat ini kami belum banyak berbicara target market, target penjualan, karena sampai saat ini kita masih dalam tahap pengujian market di Indonesia.

Tenun pewarnaan alam hasil pengerajin tradisional ini biasanya dibanderol dengan harga Rp 165 ribu – 2 juta di setiap pameran.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Bisnis Otomotif Menyumbang Rp 2,28 Triliun Grup Astra

PT Astra International Tbk mencatatkan laba bersih bisnis otomotif Grup Astra yang meningkat 45% menjadi Rp 2,28 triliun pada kuartal-I...

Close