MCA Indonesia Hibahkan Rp 622 Miliar Untuk Kelola SDA

Peran masyarakat akar rumput sangat penting dalam inovasi pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Untuk mendukung peran tersebut, Millennium Challenge Account–Indonesia (MCA-Indonesia)  menandatangani nota kesepahaman Hibah Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM) dengan 17 organisasi masyarakat sipil.

Dalam waktu dekat sekitar 30 organisasi lain akan menerima hibah yang sama. Total nilai hibah PSDABM yang dianggarkan melalui Proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia tersebut ialah Rp 622 miliar.

IMG_0216-800x533

“Hibah ini diperuntukkan bagi proyek berskala kecil yang mempromosikan manfaat sumber daya alam dan inisiatif energi baru dan terbarukan. Kami ingin mendukung upaya organisasi berbasis masyarakat menurunkan emisi gas rumah kaca dan mewujudkan ekonomi hijau,” ujar Bonaria Siahaan, Direktur Eksekutif MCA-Indonesia.

Bonaria menambahkan, ada dua tujuan besar hibah ini. Pertama, meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan memperluas penggunaan energi terbarukan.

Kedua, meningkatkan produktivitas dan menurunkan emisi gas rumah kaca berbasis lahan dengan meningkatkan praktik penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam.

Proyek yang diusulkan para penerima hibah sangat beragam. Mulai dari peningkatan produktivitas pertanian berkelanjutan, restorasi ekosistem hutan tropis, pengembangan beragam bentuk perhutanan sosial, pengembangan energi terbarukan, pengelolaan lahan gambut, pengembangan komoditas berkelanjutan, hingga penguatan kepemimpinan perempuan untuk mencapai kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan.

Adapun lokasinya terbentang di 24 kabupaten di 10 provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Zumrotin Soesilo, perwakilan LSM sekaligus Majelis Wali Amanat MCA-Indonesia, berharap, kegiatan ini dapat memberikan sumbangan pembelajaran bagi berbagai pihak dalam upaya pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas.

“Keberhasilan dan tantangan yang ditemukan teman-teman di lapangan, akan menjadi contoh praktek cerdas yang berharga. Jika berhasil, maka pendekatan semacam ini akan dapat diterapkan ulang untuk pendekatan serupa di wilayah lain di Tanah Air, bahkan di negara lainnya,” ujar Zumrotin.

Proyek Kemakmuran Hijau merupakan bagian dari hibah Compact dari Pemerintah Amerika Serikat untuk Indonesia. Hibah Compact ditujukan untuk mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)