Panduan Cara Menuju UMKM Mandiri dan Awet

Direktur PT Astra International Tbk, Santosa (kelima kanan), Ketua Pengawas Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Lina Djafar (kanan), Ketua Pengurus YDBA, Henry C. Widjaja (ketiga kiri), Kasubdit IKM Logam dan Mesin, Ditjen IKM, Kemenperin RI, Ni Wayan Yuni Widyanti (keempat kiri)

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus memegang filosofi memberi kail bukan ikannya yang ditanamkan pendirinya William Soeryadjaya  yang juga pendiri Astra Group hingga usianya ke-38 tahun ini dalam membina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam perayaan HUT-nya ke-38 di desa Shabah, Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, filosofi ini kembali didengungkan, namun dengan program yang lebih terukur yaitu Program Sektor Unggulan. YDBA merupakan perpanjangan tangan PT Astra Internasional Tbk dalam pembinaan UMKM memiliki Program Sektor Unggulan sebagai program utama yang bertujuan mewujudkan komunitas UMKM yang ‘Naik Kelas dan Awet’.

“Kami ingin UMKM yang kami bina bukan sekadar dibina, tapi juga naik kelas dan awet. Naik kelas berarti menjadi UMKM yang mandiri, awet berarti sustain. Dengan Program Sektor Unggulan, pencapaian program lebih terukur, hingga setelah UMKM yang dibina bisa mandiri, kami bisa beralih ke UMKM lain,” kata Henry C. Widjaja Ketua Pengurus YDBA pada perayaan HUT YDBA ke-38 (10/07/2018)

UMKM berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat kontribusi UMKM pada PDB RI meningkat menjadi 4,48% tahun 2017, tahun sebelumnya hanya 1,7%. Rasio kewirausahaan juga meningkat dari 1,65% menjadi 3,1%.

Peran penting UMKM ini makin menguatkan keberadaan YDBA di usia 38 tahun ini dengan terus menguatkan Program Sektor Unggulan yang telah dicanangkan tahun sebelumnya. “Kami berharap UMKM binaan YDBA dapat memenuhi standar industri besar atau naik kelas dan bisnisnya berkelanjutan (awet) atau sustain,” tutur Henry.

Maka itu, diluncurkan Buku Panduan Sektor Unggulan 1.0. Buku ini menjabarkan pengertian sektor ungglan, beserta panduan teknis dalam setiap tahapan pengelolaan sektor unggulan. Buku yang disusun berdasarkan pengalaman YDBA dalam mengembangkan sektor unggulan ini diharapkan tidak banyak bisa dimanfaatkan oleh YDBA, tapi terbuka juga digunakan pihak lain yang ingin memajukan UMKM.

“Ini bukan buku suci, bisa berkembang atau bertambah metodenya dalam membina UMKM dan bisa juga digunakan oleh organisasi lain yang ingin mengembangkan UMKM,” terang Henry.  Selain itu YDBA juga meluncurkan Majalah Edisi Khusus Sektor Unggulan yang berisi tentang kisah-kisah pengembangan sektor unggulan di berbagai daerah di Indonesia.

Peluncuran tersebut dilakukan di lahan Petani Mitra YDBA di Desa Shabah, Kecamatan Bungur, Kabupaten. Tapin, Kalimantan Selatan dan turut dihadiri oleh perwakilan eksekutif Grup Astra, Kementerian Perindustrian RI, Muspika setempat, dan para petani binaan Lembaga Pengembangan Bisnis Banua Prima Persada (LPB Baprida), Tapin, Kalimantan Selatan.

Pada kesempatan perayaan tersebut YDBA juga memamerkan UMKM binaan LPB Baprida yang terdiri dari beberapa sektor yaitu hortikultura (sayuran, buah dan cabai hiyung), peternakan, madu kalulut, perikanan, dan makanan olahan.

LPB Baprida merupakan LPB yang didirikan atas kerja sama YDBA dengan perusahaan-perusahaan Grup Astra yang tergabung dalam Astra Heavy Equipment, Mining, Construction, and Energi (AHEMCE), yang terdiri dari PT United Tractors Tbk, PT Pamapersada Nusantara, PT Kalimantan Prima Persada, dan PT Prima Multi Mineral. LPB Baprida memberikan pembinaan yang mencakup 2 kabupaten, 14 kecamatan, dan 37 desa di Kalimantan Selatan. Sejak didirikan pada tahun 2012, LPB Baprida telah membina lebih dari 400 UMKM dalam wilayah tersebut.

Di akhir acara seperti perayaan HUT YDBA, yayasan ini juga menyerahkan penghargaan pada UMKM binaannya yang berprestasi dan pihak-pihak yang terlibat dalam ekosistem pembinaan UMKM. Penghargaan tersebut diberikan pada Sinar Terang Logam Jaya (UMKM Mandiri Manufaktur), KAP Bengkel (UMKM Mandiri Bengkel Terbaik), Arbani Usaha Tani (UMKM Mandiri Pertanian Terbaik). Arbani Usaha Tani kebetulan juga merupakan petani muda di Kalsel, Lalu penghargaan juga diberikan kepada Dharma Setya Artshop (UMKM Mandiri Kerajinan Terbaik), PT Bakom Metal Mandiri (UMKM Quality Control Circle Terbaik).

Serta penghargaan untuk instruktur terbaik diberikan kepada Friyanto dari PT Menara Terus Makmur sebagai instruktur karyawan aktif, Indira Ratna sebagai instruktur paska karyawan terbaik.  Lalu ada juga penghargaan kepada kepanjangan tangan YDBA di daerah-daerah dalam membina UMKM yaitu  Lembaga Pengembangan Bisnis Terbaik diraih oleh LPB Pama Banua Etam, Sangat, serta Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Banua Etam (LPB Pabanet) merupakan LPB yang dibentuk atas kerja sama YDBA dengan PT Pamapersada Nusantara.

Dan terakhir penghargaan kepada Lembaga Keuangan Mikro Terbaik yang diraih oleh LKM Mitra Surya Sejahtera. Koperasi yang dinamakan LKM ini berdiri pada tahun 2008 ini melayani para petani kelapa sawit di sekitar lahan perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk di Mamuju, Sulawesi Barat. Di tahun 2018 ini, LKM MSS berhasil mencapai nilai terbaik pada analisis Tingkat Kesehatan (TKS) yang antara lain terdiri dari Permodalan, Likuiditas, Efisiensi, Jati Diri Koperasi dan sebagainya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!