Sampoerna Academy Wisuda 226 Lulusan Pertama

Tahun ini, 226 siswa Sampoerna Academy Malang dan Palembang menjadi lulusan pertama Sampoerna Academy, sekolah berasrama dengan standar internasional tingkat sekolah menengah atas di bawah naungan Putera Sampoerna Foundation (PSF). Para lulusan ini merupakan angkatan pertama (masuk di tahun 2009) yang memiliki prestasi cemerlang dan mereka merupakan pembuktian konsep Sampoerna Academy dalam menciptakan pemimpin masa depan.

Para lulusan Sampoerna Academy telah diterima di berbagai universitas ternama, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Sebanyak 129 lulusan telah lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri /SNMPTN. Selain itu, 15 lulusan juga telah diterima melalui jalur undangan di universitas-universitas terbaik di Indonesia, seperti Universitas Airlangga, Intitut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, dan Universitas Indonesia.

Di luar negeri, 25 lulusan Sampoerna Academy telah diterima di universitas-universitas ternama di Amerika Serikat, seperti Texas Tech University, University of Missouri, University of Minnesota, West Virginia University, University of Hawaii Manoa, University of Kentucky, dan Lonestar Community College.

“Lulusan Sampoerna Academy tahun 2012  memiliki keahlian serta ketrampilan untuk siap menghadapi perjalanan pendidikan selanjutnya,” ujar Nenny Soemawinata, Managing Director Putera Sampoerna Foundation.

Tahun 2011, siswa-siswa Sampoerna Academy juga telah mencapai hasil yang gemilang dalam ujian sertifikasi internasional yang diselenggarakan oleh University of Cambridge, IGCSE. Berdasarkan nilai presentase secara kumulatif, mereka mencapai di atas  nilai rata-rata dunia untuk mata- pelajaran Matematika, Seni & Desain, Biologi, Kimia, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Matematika Tambahan dan Fisika. Ini merupakan ujian IGCSE pertama untuk Sampoerna Academy dan telah berhasil menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Bahkan, tiga siswa dari Sampoerna Academy memperoleh nilai 100 (Uniform Percentage Mark) yang berarti mereka ada di group terbaik di dunia untuk bidang uji tersebut.

Para lulusan pertama Sampoerna Academy ini adalah siswa-siswi terpilih, yang berprestasi, berkarakter dan mempunyai jiwa kepemimpinan dari keluarga prasejahtera yang menerima beasiswa penuh selama 3 tahun dari para mitra/donatur PSF. Ini merupakan wujud nyata strategi PSF dalam menciptakan pemimpin masa depan yang mampu berkontribusi dan membuat perubahan di komunitasnya. Tahap selanjutnya yang akan dijalani dalam perjalanan “Pathway to Leadership” untuk para lulusan Sampoerna Academy adalah melanjutkan ke jenjang pendidikan tingkat tinggi / universitas baik di Indonesia maupun di luar negeri.

PSF memastikan para lulusan ini dapat melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi dengan memberikan bantuan pendidikan melalui Koperasi Siswa Bangsa, sebuah koperasi dari siswa untuk siswa yang merupakan inisiatif dari PSF dan bertujuan menyediakan sistem dukungan lengkap bagi siswa yang memiliki nilai akademik tinggi dan berpotensi menjadi pemimpin untuk mendapat akses ke pendidikan tinggi yang berkualitas.

Melalui Koperasi Siswa Bangsa, para lulusan akan menerima dana bantuan pendidikan (student assistance) yang diberi nama Dana Siswa Bangsa, untuk melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Dana Siswa Bangsa adalah bantuan pendidikan dalam bentuk pinjaman tanpa angunan kepada siswa yang ingin melanjutkan pendidikanya ke jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun 2011, Koperasi Siswa Bangsa menandatangi kemitraan swasta-publik yang unik dengan USAID, UBS AG (UBS), Raiffeisen Bank Internaitonal AG (RBI) dan Putera Sampoerna pribadi untuk menerima dana pinjaman jangka panjang tanpa agunan sebesar US$ 5 juta sebagai dana bantuan pendidikan untuk para siswa.

Siswa yang mendapatkan bantuan pendidikan Dana Siswa Bangsa ini otomatis menjadi anggota Koperasi Siswa Bangsa, dimana mereka diajarkan untuk mengerti akan pentingnya memberi kontribusi bagi perkembangan bangsa, mengingat peluang yang telah mereka peroleh. Dengan berkontribusi kembali, berarti mereka juga membantu menyediakan akses bagi generasi selanjutnya yang juga berprestasi untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi seperti mereka.

Indonesia masih memerlukan lebih banyak pemimpin masa depan, namun masih sedikit remaja Indonesia yang bisa melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi. PSF percaya bahwa penyediaan bantuan pendidikan merupakan cara yang efektif untuk menghadapi besarnya kebutuhan pembiayaan pendidikan tinggi di Indonesia. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam menyalurkan sumber daya untuk membantu menciptakan pemimpin masa depan, maka akan lebih mudah menciptakan Indonesia yang lebih baik dan mampu menghadapi tantangan global.

Merujuk pada data Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tahun 2010, sebanyak 47,6 persen siswa tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi.  Tiga alasan utama mereka tidak melanjutkan sekolah adalah karena: harus bekerja untuk membantu orangtua (53.6%); faktor ekonomi (35.8%) dan menikah di usia dini (15.8%).

“Saya pribadi percaya bahwa pendidikan merupakan kunci untuk meningkatkan masyarakat kita. Bersama dengan para mitra, kami ingin  dapat memberikan akses ke pendidikan yang berkualitas bagi banyak anak-anak berbakat yang tidak memiliki kesempatan karena latar belakang ekonominya. Dengan bantuan pendidikan ini, kami berharap untuk bisa membantu lebih banyak lagi murid-murid berbakat untuk meraih mimpi mereka dan menjadi pemimpin masa depan bangsa”, ujar Putera Sampoerna, Pendiri of Putera Sampoerna Foundation.

Dana Siswa Bangsa merupakan bantuan pendidikan pertama dalam bentuk pinjaman tanpa agunan di Indonesia yang menyediakan solusi finansial bagi siswa-siswi yang memiliki nilai yang bagus dan memiliki potensi menjadi pemimpin yang ingin melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi tanpa memberikan beban keuangan pada keluarga mereka. Kontribusi mereka akan dimulai enam bulan setelah mereka lulus kuliah dan telah bekerja. Para lulusan ini diharapkan untuk memberikan kontribusi sebesar 20% dari gaji mereka selama masa produktif. Kontribusi yang mereka berikan akan didistribusikan melalui Koperasi Siswa Bangsa untuk membiayai generasi siswa selanjutnya untuk bisa meneruskan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)