Sertifikat LEED, Bukti L’Oréal Peduli Lingkungan

Perusahaan-perusahaan kini semakin dituntut untuk peduli terhadap lingkungan. Limbah yang dihasilkan seharusnya bisa diolah sedemikian rupa sehingga tidak mencemari lingkungan dan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitarnya. Perusahaan kosmetika asal Perancis, L’Oréal, berusaha menjadi salah satu perusahaan yang memenuhi tanggung jawab itu.

L’Oréal  baru saja meresmikan pabrik baru terbesarnya di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat pada Rabu (7/11/20120) kemarin. Pabrik yang berdiri dengan lahan bangunan seluas 66 ribu meter persegi ini diklaim telah dibangun sesuai dengan  persyaratan LEED (Leadership in Energy and Environmental Design).

LEED adalah standarisasi dari Amerika Serikat yang menempatkan keunggulan desain dan proses pembangunan gedung pada sejumlah aspek utama kelestarian yang berkelanjutan, diantaranya adalah efisiensi energi dan air, pengaturan udara, pemanfaatan bahan dan sumber daya alam, serta kualitas lingkungan.

Terhadap sertifikat tersebut, David Quetin, Factory Director L’Oréal Indonesia, pun berujar, "Sertifikasi ini menjadikan pabrik L’Oréal sebagai pabrik pertama yang memperoleh sertifikat LEED silver di Indonesia."

Kepedulian L’Oréal terhadap lingkungan sudah berlangsung lama. Kepedulian bukan hanya ditunjukkan saat berdirinya pabrik baru. Quetin menjelaskan, sejak tahun 2005 hingga 2011, L’Oréal Indonesia telah berusaha mengurangi limbah dan konsumsi air per unit produk hingga 52 persen. Emisi karbondioksida per unit produk L’Oréal  pun telah turun dari 61,1 gram per unit (2005) menjadi 37,8 gram per unit (2011). Ada penurunan emisi sebanyak 38 persen dalam kurun waktu tersebut.

Karena pencapaian tersebut, perusahaan L’Oréal Indonesia pun berhasil menyabet sertifikat LEED perak. “Kami punya komitmen yang kuat untuk lingkungan. Kami memutuskan untuk mengurangi emisi (karbondioksida) dari 2005-2015 sebesar 50 persen,” lanjut Quetin.

Bentuk kepedulian lingkungan lainnya yakni L’Oréal Indonesia juga mengolah keseluruhan buangan limbah di pabriknya. Produksinya pun menggunakan kertas karton FSC Cartons. Penggunaan kertas itu adalah tuntutan standar tertinggi atas pengelolaan sumber daya hutan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Kepedulian L’Oréal Indonesia terhadap lingkungan mendapat sambutan dari  MS Hidayat selaku Menteri Perindustrian. Hidayat berujar, “Kami mendukung L’Oréal yang telah menerapkan program Pemerintah dalam mengembangkan industri berwawasan lingkungan atau industri hijau yang mewujudkan komitmen sustainable development.” (Ester Meryana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)