Jatuh Bangun Haerul Bestari Bengardi Membesarkan Agricon

PT Agriculture Construction Company Limited (Agricon) didirikan oleh Tatang Bengardi pada 1969. Perusahaan yang bermarkas di Bogor ini pada awalnya merupakan distributor tunggal Indonesia produk-produk kimia/ICI untuk pertanian yang berbasis di Inggris. Malang tak dapat ditolak, pada 1994, prinsipal mendirikan perusahaan Zeneca Agri Products Indonesia dan menjual langsung produk-produk yang selama ini dipegang Agricon.

Tahun 1994 itu pula, Haerul Bestari Bengardi, putra Tatang, bergabung dengan Agricon. Ia bergabung dengan perusahaan yang didirikan ayahnya pada 1994 saat Agricon sedang sekarat.

Awal bergabung, Haerul sempat tertekan. Mantan karyawan Citibank yang biasa bekerja di lingkungan rapi, bersih, dan sistematis ini tiba-tiba harus menghadapi para petani. Tambahan lagi, ia buta sama sekali soal pertanian dan agrochemical.

Haerul Bengradi (tegak)

Meski demikian, Chaerul mulai dengan mendirikan pabrik baru untuk memproduksi produk-produk agrochemical. Belum berhasil bangun dengan mantap, krisis ekonomi datang. Ia harus menghadapi hutang yang menumpuk di bank bahkan terancam dilikuidasi. Saat itu, ia coba-coba merambah usaha lain untuk memperpanjang napas mulai dari galian pasir sampai apotik. Keunggulan Agricon saat itu telah memiliki jaringan dengan para petani.

Setelah krisis lewat, lelaki kelahiran Bogor, 2 Maret 1969 ini mulai menetapkan visi misi baru hanya akan masuk pada bidang usaha yang dikuasai dengan fokus pada Agricon. Usaha-uasaha barunya membentuk rantai agribisnis yang mendukung Agricon.

Saat ini Grup Agricon memiliki usaha di bidang irigasi, rumah kaca, pestisida, jaringan distribusi agrochemical. Produk unggulan Agricon adalah pestisida dengan berbagai merek dengan pemasaran ke seluruh Indonesia. Distribusi terbesar masih di Jawa. Agricon masuk lima besar pemain pestisida nasional. Salah satu anak usahanya Terminix memproduksi pest control yaitu obat-obatan antirayap, antinyamuk, antitikus, dan public health lainnya. Jumlah karyawannya mencapai 1.600 orang jauh berkembang dibanding saat Haerul masuk hanya 50-an orang.

Ingin tahu dari Haerul sendiri bagaimana ia memutar balik arah perusahaannya? Ikuti perbincangannya dengan Rosa Sekar Mangalandum berikut ini:

Mengapa Anda tergerak membesarkan bisnis PT Agricon padahal Anda sudah sempat bekerja di perbankan multinasional?

Tentunya harus kita sadari bahwa Indonesia tetap menjadi negara agraris dengan sumber daya alam yang begitu dahsyat. Selain itu, pada saat saya bergabung pada tahun 1994, pasar agrochemical hanya meng-cover 10% dari potensi pasar yang ada. Dan setiap jenjang dari pertanian seperti infrastruktur, pertanian itu sendiri, dan kegiatan pascapanen merupakan mata rantai bisnis yang sangat menjanjikan sejak dulu dan sampai saat ini.

Bagaimana jatuh bangun Anda ketika awalnya terjun di PT Agricon?

Tantangan utama yang harus dibereskan adalah mengubah budaya Agricon sendiri yang dulunya merupakan perusahaan keluarga dengan bisnis sebagai distributor (dealer) menjadi sebuah perusahaan professional berbasis pemasaran dan teknis.

Banyaknya karyawan yang sudah berada di zona nyaman yang membuat proses perubahan ini menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, perubahan budaya dan paradigma hanya dapat dilakukan dengan lead by example. Tidak bisa di-training seperti kompetensi ataupun keterampilan lainnnya.

Tantangan berikutnya adalah menumbuhkan kepercayaan dari pihak perbankan dan pemilik barang (prinicipal).

Apa saja tonggak pencapaian anda dari tahun ke tahun?

Tentunya yang paling utama adalah perubahan sistem secara keseluruhan dengan adaptasi keempat tahap proses yang saya bagi menjadi (i) manufaktur, bagaimana kami mengubah sistem yang tadinya merupakan perusahaan distributor menjadi pabrikan dengan mencari produk-produk unggulan; (ii) pricing, bagaimana produk buatan kami, sebuah perusahaan lokal, dapat diterima dengan harga pasar yang baik, tidak kalah dari pesaing yang notabene perusahaan multinasional; (iii) kualitas, kami berusaha untuk meningkatkan dan menjaga kualitas kami; (iv) pelayanan, kami sudah harus mengerti kebutuhan pasar maupun pelanggan kami.

Beberapa kisah sukses yang ingin saya sampaikan adalah membeli lisensi Terminix, perusahaan pest control AS, pada tahun 1995; pabrik dapat kami selesaikan pada tahun 1996; peluncuran produk spontan tahun 1997; dan sampai saat ini, masih memimpin di pasar insektisida padi. Di samping itu, Agricon menjalin kerja sama pertama dengan prinsipal Jepang, Nihon Nohyaku, salah satu perusahaan agrochemical terbesar di Jepang sejak tahun 1998.

Sementara itu, perubahan struktur organisasi yang profesional terjadi pada tahun 2000. Agricon pun membentuk usaha aminasi bahan aktif melalui PT Asia Gala Kimia pada tahun 2001. Pada tahun 2002, membentuk usaha rumah kaca dan irigasi tetes melalui PT ASABI.

Tak kalah penting, sepanjang tahun 2004-2013, Agricon melengkapi pula sertifikasi ISO, 9001, 14000, 18000, 17025, SMK3, KNRCI, TKDN.

Apa saja langkah Anda mengembangkan Agricon dari keadaan kritis hingga mantap kini?

Fokus dengan visi yang telah ditetapkan sebagai perusahaan yang hanya akan bergerak di mata rantai agribisnis. Artinya, kami tidak akan mendirikan hotel, rumah sakit, dan bidang usaha lain yang tidak ada sangkut-pautnya dengan agribisnis.

Haerul Bengardi (utama)

Sejak dulu sampai sekarang, pesaing bertambah. Apa strategi Anda untuk bersaing?

Saya memiliki falsafah yang disebut outside-in. Ini berbeda dengan perusahaan multinasional yang memiliki global sehingga mereka hanya menjual produk yang mereka miliki. Selain itu, kami berbeda dengan perusahaan lokal lain yang hanya menjadi follower ataupun menjual produk impor dengan membanting harga. Kami selalu mengedepankan apa sebenarnya kebutuhan pasar dan bagaiaman mencari solusi yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Bagaimana potret kinerja Agricon tahun ini?

Saat ini kami bisa mengklaim bahwa kami sudah berada di lima besar di industri dengan total 1.500 karyawan, dibanding hanya 60 karyawan di tahun 1994. Kami meraih bendera emas dari SMK3, penghargaan 0 Accident dari Depnaker. Prinsipal kami sudah lebih dari 15, dari berbagai negara. Kami sudah memiliki lisensi Terminix untuk Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia.

Apa target dan rencana Anda ke depan untuk PT Agricon?

Terus mengembangkan diri sesuai dengan visi kami dan mulai memikirkan usaha-usaha yang meningkatkan nilai tambah untuk pertanian. §

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)