Satria Bakti, Ingin Hairdresser Lokal Go International

Satria Bakti, Business Unit Manager Matrix Indonesia, sukses mengembangkan Matrix Indonesia ke 33 provinsi di Indonesia dalam waktu 4 tahun. Pencapaian tersebut, tidak semata-mata membuat pria kelahiran 5 Oktober 1977 ini puas. Masih ada impiannya yang belum tercapai, yaitu menelurkan satu hairdresser Indonesia untuk melaju ke kancah internasional. Serangkaian upaya disiapkan pria yang hobi berenang ini.

Berikut petikan lengkap Satria, kepada reporter SWA Online, Destiwati Sitanggang :

Bisa diceritakan perjalanan perjalanan karier Anda?

Saya memulai karier saya sejak kuliah, ketika itu saya menjadi marketing officer dari Citi Bank. Setelah selesai kuliah, saya bekerja di sebagai sales supervisor di PT Megasurya Mas di Surabaya, itu adalah Fast Moving Consumer Goods (FMCG) company. Di perusahaan tersebut, kemudian menjadi assistant branch manager, lalu menjadi kepala cabang.

Saya juga sempat menjadi product manager di sana. Lalu saya pindah ke PT Siantar Top sebagai acting national sales manager dan kemudian menjadi product group manager. Hingga akhirnya, pada tahun 2007 saya menjadi mulai bergabung dengan PT L’oreal Indonesia.

Satria Bakti - Business Unit Manager Matrix Indonesia. Satria Bakti - Business Unit Manager Matrix Indonesia.

Apa penyebab akhirnya Anda memilih melanjutkan karier di Matrix? Bisa diceritakan alasan pemilihan industri fashion, khususnya rambut? Sejak kapan Anda di Matrix?

Sejak kuliah saya punya impian untuk bekerja di multinational company, dan kebetulan pada tahun 2007 L’Oréal Group memberikan peluang bagi saya untuk bergabung di brand L’oréal Professionnel sebagai Regional Manager untuk Jabodetabek. Lalu akhir tahun 2008, saya dipromosikan menjadi National Sales Manager di Matrix, dan pada awal 2012 dipromosikan untuk menjadi Business Unit Manager Matrix.

Dunia fashion khususnya tata rambut adalah dunia yang sangat dinamis, karena kami dituntut untuk dapat mengetahui dengan cepat, dan yang paling menarik juga adalah turut serta dalam menciptakan tren rambut yang ada di Indonesia.

Apa posisi Anda di Matrix ? Apa tanggung jawab Anda?

Saat ini saya adalah Business Unit Manager di Matrix, bertanggung jawab untuk keseluruhan business dari Business Unit Matrix (seluruh product dalam umbrella brand MATRIX).
Matrix sendiri adalah produk profesional untuk rambut yang mempunyai 4 kategori produk yaitu Pewarnaan, Texture (Pelurusan/Pengeritingan), Haircare dan Styling.

Business Unit Manager bertanggung jawab untuk mengelola total business (termasuk P&L), dan membawahi 3 departemen yaitu Sales Department, Marketing Department & Technical Department. Ada ratusan orang yang berada di bawah Business Unit Matrix, dan ada 3 orang direct report ke saya yaitu National Sales Manager, Marketing Manager dan Techinical Manager.

Boleh diinfokan latar belakang pendidikan Anda? Apakah latarbelakang pendidikan ini men-support Anda dalam karier?

Pendidikan terakhir saya adalah S1 Teknik & Managemen Industri. Pendidikan terakhir saya sangat mendukung karier karena ketika kuliah kami tidak hanya mendalami masalah teknik industri, tetapi juga tentang logistik, finansial, & marketing. Dan complete knowledge itu yang akhirnya membuat saya menjadi lebih mudah memahami permasalahan yang muncul dari banyak aspek di bisnis seperti market problems, finansial, logistik, dsb.

Apakah karier ini merupakan cita-cita Anda?

Karier yang sekarang bukanlah cita-cita waktu SD, karena waktu SD saya punya cita cita mau jadi dokter. Tetapi karier yang saat ini adalah adjustment cita-cita waktu kuliah, ketika kuliah, akhirnya saya mengetahui talenta saya, lalu saya mengubah karir saya sesuai dengan talenta yang saya miliki yaitu komunikasi & analisis. Sehingga akhirnya saya memutuskan bahwa spesialisasi karir saya ada di dunia sales, marketing & business management.

Sepanjang karier Anda di Matrix, terobosan apa saja yang sudah Anda lakukan?

Tidak ada terobosan yang dilakukan secara pribadi, tetapi dengan team work kami berhasil melakukan ekspansi produk Matrix dari 5 kota menjadi 32 provinsi dalam waktu kurang dari 4 tahun. Selain itu, kami juga mengembangkan jumlah clients dari ratusan menjadi puluhan ribu dalam waktu 4 tahun & meningkatkan jumlah team dari 15 orang menjadi ratusan orang dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun.

Untuk produk, kami juga berhasil mengembangkan produk pelurusan dengan teknologi “Autostop Control” dengan merek Opti Straight yang sangat aman bagi rambut sensitif sekalipun, di mana produk tersebut menghasilkan rambut pelurusan yang lebih lembut dan lurus alami.

Apa tantangan yang Anda temui?

Tantangan terbesar adalah bagaimana mengembangkan team culture, hal ini sangat penting sebagai fondasi yang kuat untuk menghadapi market yang sangat dinamis. Selain itu, kami juga harus mengembangkan bisnis salon di Indonesia agar lebih dinamis lagi dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Apakah Anda sudah puas dengan pencapaian Anda di Matrix?

Kami bersyukur dengan pencapaian yang ada saat ini karena Matrix termasuk brand produk salon dengan pertumbuhan tercepat dalam 5 tahun terakhir ini, selain itu kami bersyukur telah ada di seluruh Indonesia dan telah membuka ratusan job opportunities.

Hal apa selanjutnya yang ingin Anda capai?

Ada 2 hal yang mau saya dicapai. Pertama, saya ingin melalui Matrix dapat menjadikan minimal 1 orang hairdresser Indonesia menjadi member dari Matrix World Wide Design Team. Team ini hanya beranggotakan belasan Top Hairdressers dunia, yang saat ini didominasi oleh Eropa, Amerika & Australia. Kedua, saya ingin menjadikan Matrix sebagai brand produk salon nomor 1 di Indonesia dan saat ini Matrix telah menjadi brand no 1 di Amerika Utara.

Satria Bakti (1)

Apa strategi Anda mencapai target tersebut?

Ada beberapa hal yang harus saya lakukan dilakukan Pertama, meningkatkan skill & capability dari tim internal di Indonesia agar sesuai dengan standar internasional. Kedua, mengembangkan produk baru dengan teknologi terkini yang lebih sesuai dengan market lokal di Indonesia. Dan ketiga, meningkatkan skill dari para hairdresser Indonesia, terutama hairdresser di level medium.

Dalam menjalani karier, filosofi apa yang Anda terapkan?
Filosofi dasar yang kami percaya, yakini dan jalankan secara pribadi adalah jujur, ikhlas dan semangat yang disingkat menjadi JIS. Bagi saya pribadi, jujur adalah harga mati dan tidak bisa ditawar. Jujur ini penting agar kami bisa diterima oleh semua kalangan. Ikhlas akan sangat membantu untuk menghadapi masalah yang tidak diharapkan, dengan bersikap ikhlas maka kami akan lebih ringan dalam menghadapi rintangan dan permasalahan yang mungkin bisa terjadi. Pada akhirnya, semangat dibutuhkan agar kita selalu tertantang untuk mau maju dan berkembang terus, supaya kita tidak berpuas diri dengan pencapaian yang ada dan supaya kita bisa belajar terus tanpa henti untuk memberikan kontribusi yang terbaik. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)