3 ‘Senjata’ Hitachi Gempur Pasar RI

Sebagai penyedia teknologi storage sekaligus anak perusahaan Hitachi Ltd, Hitachi Data System Corporation mengklaim akan menjadikan Indonesia sebagai pasar utama mereka dalam memasarkan teknologi virtualisasi maupun cloud computing (komputasi awan). Karena itu, mereka memanfaatkan tiga strategi guna ‘mengubah’ fungsi data center menjadi information center.

 

Menurut Direktur Software Group & Cloud Asia Pacific, Sunil Chavan, pertumbuhan data, seiring dengan perkembangan teknologi, tidak bisa diatur dengan cara konvensional. Data storage pada akhirnya tidak bisa sepenuhnya menjangkau semua kebutuhan penyimpanan informasi suatu perusahaan. Diperkirakan, pada 2014, setidaknya 1 miliar aplikasi hadir secara global. Bahkan di 2020, pertumbuhan data 24 kali lebih besar dari data di 2009. “Perusahaan besar maupun kecil menghadapi tantangan yang sama yaitu pertumbuhan data yang cepat. Apalagi, ini muncul dari data-data tak terstruktur seperti email, video, gambar, riset ilmiah dan sebagainya,” kata Sunil. Padahal, setiap data memiliki nilai tersendiri sehinga harus dikelola dan diatur sebagai aset.

 

Karena itu, perusahaan yang melaporkan pendapatan di semester pertama sebesar US$ 2,092 miliar itu memperkenalkan solusi infrastruktur sosial yang melibatkan layanan komputasi awan, manajemen data berukuran besar, jejaring mesin ke mesin, manajemen peralatan dan sistem-sistem kendali. “Melalui strategi konvergensi untuk menangani data-data berukuran besar, divisi IT bisa mendapatkan platform yang mereka butuhkan untuk mendapatkan nilai sebesar-besarnya dari informasi,” kata Sunil lagi.

 

Untuk mempromosikan layanan mereka, Hitachi memanfaatkan tiga strategi. Perama, menyediakan infrastruktur yang dinamis bagi komputasi awan. Perusahaan menyatukan silo-silo server, storage dan jaringan menjadi sebuah sumber daya terkonvergensi dan tervirtualisasi yang skalanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Strategi ini menjadi semacam platform tunggal bagi semua data. “Kami ada pula Hitachi Cloud Solutions Packages dan portal manajemen awan yang memungkinkan konsumen mengelola dan mengendalikan lingkungan data tak terstruktur,” ungkap Sunil.

 

Perusahaan turut pula memperkenalkan layanan komputasi awan dengan skema pembayran sesuai penggunaan (pay-per-use). Dengan cara itu, konsumen bisa menurunkan beban aktivitas manajemen berkas dan data SharePoint sehingga bisa mengurangi biaya.

 

Strategi kedua adalah keberadaan fluid content berupa piranti cerdas untuk mengindeks, mencari dan menemukan jenis data apapun karena dibangun di atas satu platform untuk semua data. “Kunci strategi ini adalah independensi dan manajemen daur hidup aplikasi sehingga bisa digunakan untuk menyediakan layanan seperti pengarsipan dan konten sebagai layanan,” tegas Sunil. Untuk mendukung strategi ini, perusahaan bahkan mengakuisisi BlueArc untuk mempermudah proses virtualisasi maupun otomatisasi pergerakan data tak terstruktur.

 

Strategi ketiga adalah memanfaatkan teknologi ParaScale, perusahaan yang diakuisisi Hitachi pada Agustus 2010. Teknologi ini memungkinkan penghubungan set-set data, pengungkapan ola-pola data sehingga muncul informasi yang bermanfaat sehingga bisa langsung ditindaklanjuti oleh pebisnis.



 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)