Cinemaxx Siap Ramaikan Kota Mandiri Pertama di Lampung

Konsorsium pengembang dari dua keluarga taipan properti yang berbesanan, The Riady and Tanihaha Family (TRTF) semakin mantap dalam mewujudkan kota mandiri Pinehurst di Bandar Lampung. Pasalnya,  kota mandiri berkonsep kawasan 9-in-1 integrated mixed use development pertama dan terbesar di Sumatera itu akan diramaikan dengan kehadiran Cinemaxx, jaringan bioskop nasional yang dimiliki Lippo Group, yang notabene milik keluarga Riady.  Penandatangan perjanjian kerjasama antara Cinemaxx dan Pinehurst sendiri digelar hari ini (23/2) di Cinemaxx, Maxx Box, Lippo Village, Karawaci, Banten.

Anthony Sondakh Deputy CEO Cinemaxx mewakili perusahaannya menyebutkan, langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi Cinemaxx . Saat ini Cinemaxx memiliki setidaknya 100 layar di 14 lokasi di Indonesia. Dengan pembukaan Cinemaxx di Pinehurst diharapkan dapat menunjang rencananya untuk memiliki 2000 layar bioskop di 300 lokasi di 85 kota di Indonesia dalam tempo 10 tahun ke depan. “Bagi kami, kawasan Pinehurst Lampung yang memposisikan diri sebagai kawasan 9-in-1 integrated mixed use development yang pertama dan terbesar di propinsi Lampung dan Sumatera ini, sudah sangat cocok dengan sasaran kami yaitu masyarakat modern. Kami percaya kehadiran Cinemaxx akan membawa masyarakat kota Bandar Lampung ke level yang lebih tinggi,” ujar Anthony  di sela-sela acara.

Di sisi lain, pengembang Pinehurst juga bergembira dengan tertariknya Cinemaxx sebagai salah satu jaringan bioskop terbesar untuk meramaikan fasilitas yang akan ada di Pinehurst Lampung. Menurut Tjhin Kian Phin, CEO Pinehurst yang akrab di sapa Ken, kehadiran Cinemaxx di propertinya kelak akan mewakili industri kreatif khususnya perfilman yang memang diberi ruang khusus untuk berkembang. “Cinemaxx akan bergabung dengan tenant-tenant nasional lainnya yang bakal meramaikan berbagai fasilitas terbaik yang coba ditawarkan Pinehurst Lampung,” urai Ken di kesempatan serupa.

Lebih lanjut pria kelahiran Singkawang tahun 75 itu menuturkan, Pinehurst yang mengusung konsep Creative Arts District menjadi rintisan kota mandiri terbesar yang memberi ruang bagi industri kreatif dan seni untuk berkembang. Industri kreatif memang telah dipercaya memberikan sumbangsih cukup signifikan pada perekonomian bangsa. Untuk itulah Pinehurst mencoba merangkul industri kreatif, khususnya di kota Bandar Lampung, dan propinsi Lampung untuk berkembang bersama. “Industri kreatif yang disasar meliputi agen periklanan, film, animasi, teater, fashion, musik, desain, teknologi digital, travel, extreme sports, fotografi, modeling, virtual reality, augmented reality, event organizer, active lifestyle consumer brands, dan sebagainya,” papar Ken.

Ki-ka :Tjhin Kian Phin CEO Pinehurst menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Anthony Sondakh, Deputy CEO Cinemaxx

Ditambahkannya, kerjasama bisnis yang terjalin dengan Cinemaxx ini diharapkan dapat menambah nilai investasi dari properti yang ditawarkan. Selain itu, kehadiran Cinemaxx juga dipercaya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi setempat, meningkatkan pola pikir masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja, mengatasi masalah lingkungan, dan menyediakan taraf hidup lebih tinggi. “Kami berusaha bergandengan dengan pemerintah setempat untuk dapat memberikan sumbangsih nyata melalui kehadiran kawasan Pinehurst ini,” ujar Ken.

 

Lebih detilnya, proyek Pinehurst sendiri merupakan kolaborasi bisnis antara Michael Riady dan Isaac Bliss Tanihaha yang menjadi tokoh utama di balik pengembang The Riady and Tanihaha Family. Untuk karya perdana mereka di lahan seluas 2,8 ha itu pun, keduanya rela mengucurkan investasi yang tidak main-main, yaitu sebesar USD 300 juta, untuk mewujudkan impian memberikan kawasan modern dan luxury terbaik di kota Bandar Lampung dan propinsi Lampung. “Di Pinehurst yang akan diluncurkan secara resmi Mei tahun ini, pertama kami akan membangun gedung SOHO (small office home office) dulu 5 lantai. Lalu dilanjutkan dengan apartemen, gedung perkantoran, mal, rumah sakit dan sekolah. Prediksi kami pembangunan keseluruhan proyek akan rampung dalam 5-7 tahun ke depan,” jelas Ken, optimistis.

 

 

 

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Pameran Autopro 2017 Gairahkan Industri Otomotif

Pameran aftermarket otomotif, Autopro 2017 telah resmi dibuka pada hari ini (23/2) oleh Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat...

Close