Gelombang Pasang APMC-SIID dan IICE 2012

A rising tide lifts all boats. Gelombang pasang membawa semua perahu. Itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan APMC-SIID'12, Asia Pacific Miniterial Conference on Sustainable and Inclusive Infrastructure Development 2012. Ungkapan tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur PT Infrastructure Asia, Alan Solowiejczyk. Perusahaannya menjadi sekeretariat penyelenggaraan APMCI-SIID'12.

Acara tersebut akan diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition 2012 atau IICE'12 pada tanggal 2 hingga 5 Mei 2012 di Jakarta Convention Center.

Kedua acara tersebut merupakan forum regional utama tempat para ahli, pemerintah, dan pelaku bisnis untuk bertemu, memperkenalkan investasi di Indonesia serta Asia Pasifik khususnya dalam bisnis infrastruktur.

APMC-SIID dan IICE'12 mendapat angin segar dari iklim investasi Indonesia dan disahkannya UU Pembebasan Tanah. Selain itu peningkatan rating hutang negara oleh Moody's and Fitch Ratings dan Standards & Poor menjadikan Indonesia sebagai negara yang tepat untuk melakukan investasi infrastruktur.

“Kami tidak mau investasi yang sifatnya hanya portofolio, tapi juga Foreign Direct Investment,” tegas Luky Eko Wuryanto, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian.

Suryo Bambang Sulisto menambahkan bahwa tahun ini Indonesia membutuhkan dana Rp1.786 triliun. Menurut Ketua Umum KADIN Indonesia ini, dari dana tersebut, Rp 681 triliun digunakan untuk infrastruktur penyediaan listrik dan energi, Rp 339 triliun untuk jalan raya, Rp326 triliun untuk rel kereta api, dan Rp 242 triliun untuk teknologi informasi dan komunikasi.

Target investasi dari swasta sendiri adalah Rp 283,5 triliun, kemudian di tahun berikutnya sebesar Rp 319,5 triliun.

“Pemerintah kita tidak seperkasa Cina. Jadi untuk proyek ini tidak bisa mengandalkan dana pemerintah. Beberapa proyek kita tenderkan ke BUMN, mereka bisa bekerja sama dengan pihak swasta,” tambah Luky. Pada konferensi pers Kamis 12 April 2012, diungkapkan juga bahwa tiga tahun terakhir ada Rp 2.000 triliun untuk PMA dan PMDN.

“Yang sudah dapat izin dan terealisasi itu Rp600 triliun. Sisanya masih menunggu kepastian,” ungkap Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba P. Hutapea.

Rencanaya, 15 delegasi internasional akan berpartisipasi pada acara yang didukung United Nations for Economic and Social Commission for Asia and the Pacific ini. Selain itu dihadirkan pula 73 pembicara dimana 58 diantaranya berasal dari mancanegara.

Menurut Alan, sekitar 1000 delegasi akan mengikuti konferensi. Kami menyediakan ruang pameran 6.000 meter persegi untuk ditempati 100 peserta yang menampilkan inovasi infrastruktur terbaru.

"Ini adalah momentum terbaik bagi Indonesia untuk mengimplementasikan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonmi Indonesia (MP3EI). Dari sini harapannya akan ada kerjasama dari pemerintah dan pihak-pihak swasta," ujar Alan kepada reporter SWA.

Ia menambahkan, terselenggaranya acara ini seperti gelombang pasang, yang juga akan membawa kesuksesan negara-negara tetangga sebagai perahu kecilnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)