Inilah Manfaat Kampus Korporat bagi Perusahaan dan Karyawan

Belakangan ini sejumlah perusahaan aktif membentuk kampus korporatl sebagai pusat pelatihan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan dan budaya perusahaan. “Program internal kampus atau kampus internal ini sangat mampu untuk menurunkan tingkat turn over karyawan,” ujar Lita Mucharom, pengamat SDM dari PT Langkah Mitra Selaras (Human Capital Management Services).

Mengapa kampus internal bisa menekan turn over karyawan? Kata Lita, hal itu disebabkan karena beberapa faktor. Pertama, adanya kontinuitas supply sehingga kemungkinan adanya posisi yang vacum menjadi lebih kecil. Kedua, karyawan yang sudah dididik cukup lama sebelum terjun bekerja tentu akan lebih engage/terikat karena proses adaptasi sudah dilalui sebelumnya. Juga adanya internalisasi budaya dalam tenggang waktu yang cukup sebelum terjun kerja.

Meski demikian, diakuinya, kemungkinan karyawan dibajak besar sekali. Jadi, dia menyarankan,mungkin paradigma perusahaan juga perlu diubah. Bahwa pembajakan itu tidak seratus persen harus diagggap sebuah kerugian. Harusnya malah bangga telah membantu peningkatan kompetensi dan taraf hidup manusia Indonesia. Namun, bagi pure profit organization memang pasti akan menghitung untung ruginya.

Beberapa hal yang harus diantisipasi adalah dengan melakukan kontrak pengikatan (bonding agreement) dimana dalam masa pelatihan, karyawan diminta untuk deposit sejumlah uang yang masuk akal. Uang tersebut akan hangus jika karyawan batal bekerja dan dikembalikan ketika mulai bekerja. “Hal itu bisa saja dilakukan. Tapi, saya melihat cara itu belum tentu efektif, selama citra perusahaan baik dengan renumerasi menarik dan jenjang karier yang bagus, mana ada karyawan yang mau dibajak begitu saja ke tempat lain yang dia tidak kenal sebelumnya,” Lita menegaskan.

Nah, justru masa pelatihan itu harus digunakan perusahaan untuk memaksimalkan dalam membentuk culture dan team building. Dengan terinternalisasinya budaya yang pas dan sesuai dengan nilai-nilai atau sikap kerja, pribadi karyawan akan lebih muda beradaptasi dan masuk ke dalam zona nyaman. Ketika karyawan sudah masuk ke zona nyaman dan sudah bisa bekerja sama dengan tim, biasanya mereka juga berat untuk hengkang.

Saya sangat mendukung dibentuknya kampus Internal selama perusahaan mampu. Mungkin bisa dikombinasikan antara pelatihan dengan corporate social responsibility (CSR). Pada tahapan tertentu bisa difokuskan untuk salah satu recruitment channel dan di tahap selanjutnya ketika kapasitasnya sudah membeludak dapat disalurkan ke perusahaan lain juga sebagai skema outsourcing (profit center) dan tidak perlu khawatir akan persaingan. Hitung-hitung bagi ilmu ke tenaga kerja Indonesia yang nyaris 50% nya lulusan SD loh,” jelas Lita.

Menurut Lita, manfaat kampus korporat bagi perusahaan adalah kontinuitas penyediaan tenaga kerja, standarisasi kompetensi, posisi tawar yang lebih baik untuk penawaran paket kompensasi bagi pegawai baru. Bahkan di beberapa perusahaan mendapatkan karyawan gratis dengan embell-embel ”on the job training’ , tingkat ketrampilan usaha yang terjaga, citra perusahaan yang lebih baik, serta dapat dijadikan arena culture dan team building. Bahkan, jika sudah sangat profesional dalam pengelolaannya maka akan dapat berubah dari yang tadinya cost center bisa menjadi profit center.

Manfaat kampus korporat bagi karyawan di antaranya sistem pelatihan / peningkatan kompetensi yang kontinyu dan berkala, alternatif pendidikan dengan biaya rendah , peningkatan taraf hidup, misalnya lulusan SMP tanpa ketrampilan apapun jika bekerja di rumah tangga tentu gajinya lebih kecil. Namun dengan melewati jenjang pendidikan sebelum terjun bekerja maka gajinya bisa meningkat atau minimal setara UMR/UMP . Juga, sebagai ajang untuk menjalin hubungan interpersonal skill yang lebih baik sebelum terjun ke pekerjaan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)