Inilah Tiga Sumber Pertumbuhan Bisnis

Sebagai pebisnis, siapa yang tak ingin tumbuh dan menghasilkan profit signifikan? Namun tentu, tak sembarang meraup keuntungan. Jika salah langkah, uang dapat muncul dan lenyap dengan cepat. Karena itu, ada beberapa sumber growth yang bisa dimanfaatkan.

Menurut Direktur Program Manajemen di Sekolah Bisnis Bina Nusantara, Tubagus Hanafi Soeriaatmadja, ada tiga poin pertumbuhan. Pertama, portofolio momentum yaitu pertumbuhan organik perusahaan seiring dengan pertumbuhan segmen pasar yang dimasukinnya. Portofolio momentum diperoleh ketika perusahaan memanfaatkan strategi blue ocean/ inovasi sehingga mampu menciptakan pasar baru.

“Inilah yang dilakukan oleh Apple dengan produk iPod dan iTunes. Apple menciptakan pasar baru. Penikmat musik bisa membeli laju yang diinginkan saja, tidak perlu membeli 1 CD dan dipaksa mendengar 10 sampai 12 lagu yang belum tentu disukai,” kata Hanafi. Selanjutnya, pasar pun tumbuh seiring dengan pertumbuhan Apple dan perusahaan yang  'ikut-ikutan' memunculkan fitur yang sama.

Kedua, share gain. Ini merupakan pertumbuhan organik perusahaan yang diperoleh dari bertambah/berkurang nya pangsa pasar perusahaan tersebut dari pesaingnya. Share Gain diperoleh ketika perusahaan menggunakan strategi continues improvement yang mampu menghasilkan produk dengan fitur lebih banyak, lebih murah dan services yang lebih baik.

“Perusahaan otomotif Jepang maupun operator telekomunikasi Indonesia adalah contoh baik dalam strategi share gain ini. Artinya, pertumbuhan segmen pasarnya sudah relative kecil sehingga perusahaan-perusahaan yang ada dalam pasar tersebut mulai berebut pangsa pasar,” jelas Hanafi.

Ketiga, merger and acquisition. Ini berarti pertumbuhan nonorganik yang mendapatkan hasil dari menggabungkan, membeli ataupun menjual perusahaan. Akuisisi / merger dilakukan bila pasar sudah tidak memadai lagi untuk mengakomodasi tingkat pertumbuhan yang diinginkan. Wal Mart tumbuh pesat dengan mengakuisisi perusahaan-perusahaan ritel diseluruh dunia.

Bentuk manajemen dan kompetensi SDM tentu bergantung pada strategi mana yang diambil untuk tumbuh. Untuk perusahaan yang berfokus pada inovasi tentu membutuhkan sistem manajemen dan organisasi yang mendukung kreativitas dan inovasi terutama di tingkat strategi serta toleransi terhadap risiko yang cukup besar. Organisasi dapat menopang pertumbuhan bila memiliki sistem pengukuran kinerja yang terukur dan obyektif. Alat ukur yang sering disebut dengan KPI (Key Performance Indicator) harus berdasarkan pada strategi pertumbuhan yang dipilih.(Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)