JNE Gaungkan Revolusi Digital Bagi UKM dalam Menyambut HUT ke-27

Suasana Seminar JNE Ngajak Online di Pangkal Pinang (Sumber : JNE)

Pelaku UKM terbukti telah memberikan kontribusi besar terhadap laju perekonomian nasional. Produk-produk hasil karya UKM memiliki nilai jual dan berpotensi besar untuk dikembangkan karena memiliki keunikan tersendiri dengan karakteristik produk mau pun produsen yang berbeda-beda di seluruh nusantara. Melihat hal tersebut, JNE sebagai perusahaan logistik dan kurir ekspress pun tergerak untuk menggarap segmen tersebut lebih intensif lagi. Caranya dengan menyelenggarakan program pemberdayaan komunitas yang bertajuk JNE Ngajak Online dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas UKM di berbagai daerah.

Program ini sendiri termasuk salah satu rangkaian program untuk memeriahkan hari jadi JNE yang ke-27 di tahun ini. Dalam program JNE Ngajak Online, para wirausahawan di 18 kota di Indonesia diajak JNE untuk mengikuti workshop atau seminar bertema serupa. Seminar tersebut berisi pelatihan bagi UKM agar produk-produk berkualitas yang mereka hasilkan dapat dipasarkan secara luas.

 

Adapun ke-18 kota tersebut yakni Tanjung Pandan, Bengkulu, Sorong, Jayapura, Samarinda, Palangkaraya, Banda Aceh, Jambi, Bontang, Tarakan, Palu, Manado, Gorontalo, Ambon, Pangkal Pinang, Cilegon, Kupang dan Mataram.  “Salah satu wilayah yang memiliki potensi besar di berbagai bidang adalah Bangka - Belitung, yang juga sebagai tanah kelahiran pendiri JNE yaitu Almarhum Bapak Soeprapto Soeparno,” jelas Asbullah, Manajer Cabang JNE Pangkal Pinang dalam rilis yang dikirim ke redaksi SWA Jumat (13/10).

Asbullah, Manajer Cabang JNE Pangkal Pinang (sumber : JNE)

Terletak di bagian timur Pulau Sumatera, Kepulauan Bangka - Belitung memang terkenal dengan industri pertambangan, pariwisata, kerukunan antar etnis, serta produk khas UKM setempat yang telah dijual ke seluruh Indonesia. Makanan khas Bangka Belitung pun menjadi favorit pelanggan layanan JNE yakni Pesona (Pesanan Oleh-Oleh Nusantara). “Banyak sekali makanan khas Bangka Belitung yang dikirim dengan Pesona, yaitu, Kemplang Panggang, Getas Super Merah, dan yang lainnya,” jelas Asbullah.

 

Lebih lanjut Asbullah mengungkapkan, untuk lebih mendorong potensi para UKM di Pangkal Pinang, Ibukota Kepulauan Bangka Belitung, pada Selasa lalu, JNE pun menyelenggarakan seminar JNE Ngajak Online di Grand Puncak Lestari Hotel, Pangkal Pinang. Seorang pakar pemasaran digital turut dihadirkan untuk memberikan materi berjudul Revolusi Digital kepada puluhan peserta yang seluruhnya merupakan pengusaha setempat.

Strategi pemasaran digital pun dilengkapi juga dengan strategi distribusi produk, baik di dalam kota mau pun ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Untuk memberikan pandangan bagi para peserta terkait dengan strategi pengiriman paket, Edwina Yudianti Head of Regional Sumatera JNE pun turut hadir sebagai pemateri.

Edwina Yudianti Head of Regional Sumatera JNE (sumber : JNE)

Asbullah menuturkan, UKM di Pangkal Pinang memiliki potensi besar karena begitu banyak produk-produk khas dan asli buatan masyarakat setempat yang kompetitif untuk dipasarkan ke seluruh nusantara, bahkan luar negeri. Karena itulah JNE menyelenggarakan program JNE Ngajak Online untuk memberikan inspirasi maupun pengetahuan lebih kepada para pengusaha di Pangkal Pinang dan sekitarnya. “Tujuannya agar usaha atau bisnis yang dijalankan oleh tiap peserta dapat terus berkembang dengan menjalankan strategi penjualan dan pemasaran yang tepat, serta memanfaatkan beragam produk layanan JNE secara efektif,” terang Asbullah.

 

Di samping menggelar pelatihan, JNE pun mengadakan program JNE Ngajak Ngirim yaitu program gratis ongkos kirim yang berlaku sehari setelah acara “JNE Ngajak Online” digelar, atau pada tanggal 11 Oktober kemarin. JNE Ngajak Ngirim berlaku untuk pengiriman paket seluruh pelanggan di 18 kota tempat digelarnya JNE Ngajak Online dengan tujuan Jakarta. Bukan hanya itu, untuk memaksimalkan dukungan terhadap UKM lokal menuju pasar global, JNE pun telah mempersiapkan layanan JNE Internasional Service yang dapat mendistribusikan paket pelanggan ke lebih dari 250 negara utama di semua benua.

 

Adapun terkait target yang akan dicapai dengan JNE Ngajak Online, Asbullah tidak memaparkan secara gamblang. Meski demikian dirinya mengungkapkan bahwa tahun ini manajemen JNE menargetkan peningkatan volume bisnis mencapai 30%. Di JNE Pangkal Pinang sendiri setiap hari terdapat 5.000 pengiriman dengan 70% di antaranya merupakan kiriman yang masuk ke Pangkal Pinang. “Kalau dari Pangkal Pinang ke luar yang dominan kiriman makanan, fashion dan dokumen, sementara yang masuk ke Pangkal Pinang mayoritas paket fashion,” ungkap Asbullah.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)