Jotun Terus Perkenalkan Produk AntiFouling-nya

 

PT Jotun Indonesia (Jotun) perkenalkan kembali produk anti-fouling-nya, Sea Quantum dan Sea Lions, dalam pameran Indonesia Maritime Expo 2011 (IME).  Upaya ini merupakan cara Jotun untuk mendukung industri perkapalan Indonesia. “Produk marine kami yang ramah lingkungan ini, terus kami perkenalkan dan pasarkan ke pasar Indonesia sebagai bagian dari komitmen kami untuk mendukung industri perkapalan Indonesia pada khususnya dan industri maritim pada umumnya,” tutur Hendra Duna, Marine General Sales Manager Jotun.

Dalam pameran yang diselenggarakan mulai 13-15 Oktober ini, Jotun mengusung tema “The Ultimate Fuel Savings Antifouling”. “Tujuan pemilihan tema ini adalah untuk memberikan gambaran keuntungan yang bisa didapatkan para pelanggan. Bukan hanya di awal tahun pertama pemakaian, namun secara berkesinambungan sampai kurun waktu masa docking interval yang diinginkan melalui produk marine jenis Antifouling yang kami miliki,” tutur Hendra Duna.

Hendra mengklaim, produk antifouling Jotun merupakan pelapis antitiram yang terbukti ampuh mengantisipasi menempelnya segala tiram dan binatang laut pada lambung kapal. Selain itu, lanjut Hendra, sifat self smoothing effect yang terdapat pada antifouling ini dapat membuat kapal melaju lebih ringan sehingga terhindar dari pemborosan bahan bakar.

Pihak Jotun menjelaskan bahwa salah satu produk antifoulding Jotun, Sea Quantum, merupakan jenis pelapis lambung kapal yang berguna secara efektif sampai 60 bulan mencegah foulings atau menempelnya tiram dan binatang laut lainnya pada lambung kapal. Hendra mengklaim, Sea Quantum sudah digunakan oleh lebih dari 7.000 kapal di seluruh dunia dan terbukti secara efektif dapat membantu penghematan bahan bakar karena laju kapal lebih ringan akibat bebas tiram dan binatang laut.

Mengenai Sea Lions Hendra memaparkan bahwa produk ini merupakan pelapis yang berteknologi silicone elastomer, di mana permukaannya sangat halus dan licin sewaktu terendam di dalam air. “Walaupun dalam posisi berlabuh kapal ditempeli tiram, namun sewaktu kapal bergerak dan pada titik kecepatan tertentu, maka tiram yang menempel akan lepas dengan sendirinya. Untuk lumut yang menempel pada badan kapal, memang tetap harus dilakukan underwater cleaning pada masa perawatan,” jelas Hendra.

Lebih lanjut Hendra menjelaskan mengenai pertumbuhan Jotun. “Hingga 2010 Jotun telahmencapai pertumbuhan lebih dari 30 persen dan tahun ini sudah mencapai 80 persen target. Sejak diperkenalkan pada 2009, produk antifoulding Jotun di Indonesia menyumbang 8 persen dari keseluruhan penjualan produk Jotun marine dan diperkirakan akan meningkat 15 persen pada 2012,” papar Hendra. (Deno)

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)