Juananda Sutan Assin: Sukses di Bisnis Alas Laptop

Maka, dengan mempekerjakan dua penjahit, Juananda mulai menciptakan alas laptop. Bahan material yang digunakan sangat sederhana: kayu multipleks, kain bercorak unik dan styrofoam. Kayu multipleks didapatkan dari pihak lain, sedangkan kain bercorak dibuat dengan beragam motif, mulai dari funky, army, football, abstrak sampai batik.

Juananda membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk menciptakan hasil yang maksimal. Proses trial and error pun dilakoninya. Awalnya, bantalan terlalu tebal atau terlalu tipis. Demikian juga jenis kayunya, beberapa kali harus diganti. “Akhirnya, kami memiliki standar kayu yang dipilih,” kata wanita kelahiran 11 Agustus 1960 yang sudah bisa membuat sendiri papan kayu dengan berbagai tipe itu.

Tak diduga, 50 unit alas laptop produksi perdana yang ia perkenalkan lewat ajang pameran di Cilandak Town Square ludes terjual hanya dalam waktu tiga hari. Di pameran yang berlangsung pada Desember 2007 itu, Juananda memakai merek Lap Topper yang kini sudah ia patenkan.

Minimnya persediaan barang saat pameran membuat banyak konsumen yang akhirnya terpaksa indent untuk mendapatkan produk ini. Juananda pun kian yakin akan prospek produk buatannya. Ia mendirikan PT Juara Radya Kencana sebagai bendera perusahaan. Dua minggu setelah pameran pertama, ia mencoba lagi di lokasi pameran yang lain. “Setiap mengikuti pameran, produk selalu habis terjual,” ungkapnya. Langkah pemasaran tersebut pun terus berlanjut, bahkan hingga Singapura. “Saya selalu ikut pameran di Singapura. Sekarang kalau bawa dagangan ke sana bisa sampai 200 buah. Alhamdulillah, dua kali pameran tidak ada barang tersisa,” kata ibu empat anak yang juga pebisnis food and beverages di Waterbom Bali ini.

Jika melihat produk yang dibuatnya, orang pasti akan berpikir bahwa produk tersebut dirancang oleh seorang desainer atau paling tidak ahli seni. Hal itu pulalah yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen. “Keunggulan produk ini terletak pada motif desain kain yang digunakan. Sangat atraktif dan beragam,” ujar Ines Sukandar, mantan penyiar program berita berbahasa Inggris di TVRI yang sudah membeli lebih dari 10 unit Lap Topper, baik untuk digunakan sendiri maupun sebagai hadiah.

Padahal, istri Ramelan Kokasih itu tidak pernah sekalipun mengecap pendidikan di bidang seni. Ia adalah alumni Connecticut State University, Amerika Serikat. Ia memang sempat studi desain interior di AS, tapi hanya tiga bulan. “Saya memang penikmat seni,” ungkap Juananda.

Saat ini, penjualan Lap Topper kian berkembang. Per bulan bisa terjual 2 ribu buah. Jaringan pelanggannya pun lintasnegara. “Sejauh ini di Indonesia belum ada yang menjual produk seperti ini. Bahkan, kami langsung buat hak patennya,” kata Juananda.

Tingginya daya serap pasar membuat Juananda terpaksa harus memindahkan lokasi pabrik. Dari hanya menggunakan satu ruang di town house miliknya, kini ia membangun rumah di Karang Tengah, Lebak Bulus, seluas 400 m2 sebagai sarana produksi sekaligus kantor. “Kami juga mempersiapkan tempat produksi kayu,” ujar Juananda sambil memperlihatkan ruang berukuran sekitar 20 m2 yang bakal menghasilkan papan-papan alas laptop-nya yang kini dibuat dalam beragam bentuk dan ukuran.

Dengan harga jual sekitar Rp 200 ribu di pasar domestik atau sekitar Sing$ 60, ia berupaya membuat produk yang berkualitas dan customized. Ia sadar usahanya ini mudah ditiru orang. Maka, yang ia lakukan adalah menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Ia menerima pesanan sesuai dengan keinginan konsumen. Karena, tak sedikit pelanggan yang memesan dengan memilih bentuk ukuran papan, muatan styrofoam untuk ketebalan bantal dan motif kain yang sesuai selera. Bahkan, tak sedikit yang ingin personalized, misalnya menempelkan foto keluarga pada kayu alas laptop. “Apa pun bisa dipasang di sini (alas kayu laptop). Salah satu hotel di Kuala Lumpur (Malaysia) memesan dengan papan bergambar juga,” tutur Juananda yang mulai banyak menerima order dari korporat seperti bank multinasional dan perusahaan minyak dunia di Jakarta.

Kini putri pasangan drg. Sutan Assin (alm.) dan Mardiana ini telah memiliki beberapa agen di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Australia dan Selandia Baru. Ia pun mulai mengembangkan jenis produk yang lain. Melalui merek Lap Topper ini, ia mulai mengembangkan alas Al Quran dengan bahan material yang sama. Bahkan ke depan, dengan jaringan yang dimilikinya, ia akan mengembangkan usahanya ke bisnis furnitur yang lebih besar. “Seperti alas Al Quran ini awalnya saya buat hanya 10 buah dan ternyata terjual habis. Ada beberapa negara Islam di dunia yang bisa jadi sasaran kami. “Awalnya iseng-iseng, tapi jadi serius juga,” kata Juananda yang kini memiliki sekitar 25 karyawan.

Ke depan, ia siap menerima order sampai 10 ribu buah per bulan. Menurutnya, hal tersebut bisa tercapai dengan kemampuan produksinya. “Pokoknya, saya akan buat sebanyak-banyaknya. Sasaran utama kami sekarang korporat. Dalam waktu dekat kami bekerja sama dengan perusahaan komputer dunia,” kata Juananda. Ia optimistis bisnisnya akan terus berkembang di 2009.

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)