Ketika Dunia Riset Butuh 'Diferensiasi'

Tak dapat dimungkiri, divisi riset memang berperan penting dalam menentukan kebijakan suatu perusahaan. Apalagi, bila berbicara soal proses pemasaran. Riset tentang perilaku konsumen, tren di masyarakat, loyalitas konsumen dan sebagainya. Namun seiring 'menjamurnya' perusahaan riset di Indonesia, kredibilitas hasil penelitian pun sering dipertanyakan. Lalu, apa solusinya?

 

Seperti yang kita ketahui, saat ini mulai menjamur lembaga riset di Indonesia. Beberapa diantaranya pun hanya merekrut sejumlah mahasiswa lalu mengaku sebagai lembaga riset. Yang kita pertanyakan tentu, seberapa besar kredibilitas hasil riset mereka?” kata Direktur Pengelola Deka Research, Irma Malibari.

 

Karena itu, Deka berusaha 'berbeda' dengan lembaga riset lain dengan meraih standar internasional ISO 20252. “Dari awal berdiri, 16 tahun yang lalu, Deka berharap dapat menjadi lembaga research yang memiliki kompetensi tinggi dan dapat menawarkan hasil studi yang berkualitas. Deka merupakan lembaga riset pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat ISO 20252. Sebenarnya, ISO ini merupakan standarisasi kualitas internasional, khusus untuk riset,” kata Irma lagi.

 

ISO 20252 sebagai standarisasi global dirasa sangat penting karena berkaitan dengan kehidupan sosial, politik dan proses pemasaran. Apalagi, hampir setiap perusahaan membutuhkan proses riset, misalnya dalam lingkup consumers research. “ISO menjadi sebuah 'garis' minimum yang menentukan kualitas suatu hasil riset,” Irma menambahkan. Standarisasi minimum juga menunjukkan profesionalitas.

 

Pada akhirnya pun, Deka bisa meraih lebih banyak klien dari luar negeri karena 'orang asing' memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap lembaga riset lokal. “Memang kami akui bahwa perusahaan asing memiliki requirements yang tinggi terhadap lembaga riset. Karena itu, ISO 20252 menjadi bukti kepada mereka tentang kualitas kami,” ujar Irma.

 

Dengan ISO 20252 yang diakui secara internasional, Deka mampu 'mempertahankan diri' dari serangan berbagai pihak yang mempertanyakan kualitas lembaga riset. “Kami termasuk lembaga riset yang credible. Bukan karena klaim pribadi melainkan menunjukkan bukti dengan sertifikasi standar internasional ini,” tegas Irma.

 

Bagi Deka, unsur kepercayaan konsumen merupakan hal penting bagi perusahaan. Dengan ISO 20252, loyalitas konsumen terhadap layanan Deka pun dapat dipertahankan. Meski menghabiskan waktu setahun untuk mendapatkan ISO 20252, Deka mengaku tidak kesulitan. Pasalnya, dari awal berdiri, perusahaan telah menerapkan sistem internal yang terperinci. “Standarisasi internasional ini mencakup banyak hal seperti saat menerima konsumen hingga proses pelaporan hasil. Kami harus menaati sistem yang dipatok ISO itu.”

 

Awalnya, beberapa pihak Deka merasa tidak nyaman karena aturan yang terlalu strick. “Tapi memang ada beberapa aturan dasar yang harus kami ikuti sehingga saya harus push semua pihak untuk menaati standar yang diperlukan untuk meraih ISO 20252,” kata Irma lagi. Karena ISO 20252 itu dievaluasi setiap enam bulan, perusahaan harus konsisten untuk mempertahankan sertifikat ISO tersebut. “Kami ingin menjadi lembaga riset lokal yang berkelas internasional. Kedepannya tentu, kami harus berkomitmen dan konsisten dengan apa yang kami lakukan saat ini,” kata Irma.


Leave a Reply

1 thought on “Ketika Dunia Riset Butuh ‘Diferensiasi’”

Luar Biasa sekali ibu Irma ini
by dewi, 02 Oct 2014, 08:44

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)