Lagi, Hacker Ganggu Jaringan Komputer Sony Corp

Hacker merusak jaringan komputer Sony Corp dan mengakses data lebih dari satu juta konsumen sebagai bukti betapa rentannya sistem pengamanan perusahaan elektronik raksasa itu. Inilah bukti terbaru dari 'kegagalan' pengamanan data privasi milik Sony Corp.

LulzSec, kelompok yang mengklaim telah menyerang Sony Corp, mengatakan kepada stasiun televisi U.S PBS dan situs Fox.com bahwa mereka mampu masuk ke server untuk situs Sony Pictures Entertainment. LuLzSec bahkan mempublikasikan nama, tanggal lahir, alamat, email, nomor telepon dan kata kunci milik ribuan konsumen yang masuk di akun Sony. “dengan satu injeksi, kami mampu mengakses semuanya,” ujar hacker itu dalam keterangan pers. “Mengapa Anda begitu yakin kepada perusahaan yang membuat dirinya 'terbuka' bagi serangan yang sederhana?” tanya LulzSec.

Pelanggaran keamanan itu merupakan serangan pembajakan internet terbaru yang menyerang perusahaan papan atas. Sebelumnya Google Inc dan Lockheed Martin merasakan hal yang sama. Klaim LulzSec muncul di saat yang sama ketika petinggi Sony mencoba untuk meyakinkkan anggota parlemen AS dalam sidang keamanan data di Washington. Sony ingin meyakinkan pemerintah bahwa mereka telah melakukan proses penjagaaan yang ketat dalam jaringan komputer perusahaan. Sebelumnya, Sony mengalami pembajakan data terbesar sepanjang sejarah April lalu.

Saat itu, hacker mengakses informasi pribadi dari 77 juta pengguna PlayStation Network dan Qriocity. Sekitar 90% korban berasal dari Amerika Utara dan Eropa. Di sisi lain, kasus terbaru Sony ini diperkirakan merugikan 25 juta data pengguna di sistem komputer yang berbeda yaitu jaringan game Sony Online Entertainment PC. Sony mengklaim pihak mereka tengah menyelidiki ulah LulzSec dan menolak berikan keterangan. Saham Sony sempat turun 0,6%.

Serangan oleh LulzSec, tidak seperti pada PlayStation Network, tidak berdampak pada pendapatan langsung situs dan tidak berdampak pula pada keuntungan perusahan, ujar beberapa analis. Reuters juga mengkonfirmasikan keaslian data yang diterbitkan LulzSec yang ternyata pernah diterbitkan. Meskipun beigtu, Komisi Perdagangan Federal AS tetap meninjau kemungkinan Sony Pictures Entertainment melakukan pelanggaran prosedur dalam memproteksi data konsumen.

John Bumgarner, Chief Technology Officer US Cyber Cosequences Unit, lembaga nonprofit yang memonitori serangan di internet, mengatakan bahwa dirinya tidak kaget bahwa sistem Sony kembali diserang. “Sistem mereka sangat tidak aman,” kata Bumgarner yang bulan lalu sempat memberi peringatan kepada Sony soal kemungkinan adanya serangan baru. Bumgarner mengaku telah menemukan kerentanan sistem di jaringan Sony Pictures Entertainment. Parlemen AS juga mengkritik Sony karena perusahaan perlu menunggu beberapa hari untuk menginformasikan kepada pelanggan soal penyerangan hacker.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)