Pelindo II Akan Berinvestasi Rp 3,6 Triliun Hingga 2012

Tahun 2011 dipastikan menjadi tahun yang sibuk bagi Pelindo II. Dalam upayanya meningkatkan produktifitas serta mencapai target laba tahun 2011, beberapa rencana investasi pun dijalankan Pelindo II baik internal maupun eksternal bekerjasama dengan pihak lain.

Di antara beberapa investasi yang dijalankannya adalah mendatangkan 16 alat bongkar muat barang berbagai jenis dari China yang akan disebar di berbagai pelabuhan daerah dalam wilayah kerja Pelindo II. Total investasi alat hingga 2012 adalah sebesar 769 miliar rupiah, sementara secara keseluruhan, termasuk fasilitas dermaga, investasi mencapai Rp.3,6 triliun. Secara keseluruhan, total investasi alat berat ini naik 140% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp.2,5 triliun.

Sementara itu, Pelindo II juga menggagas pembangunan pelabuhan lain di wilayah potensial nusantara. Diantaranya rencana pembangunan Terminal Petikemas Sorong untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian Timur dan Terminal Petikemas Tanjung Sauh Batam sebagai Asia Port.

Adapun hingga semester I – 2011, Pelindo II telah membukukan laba sebesar Rp 970 miliar, dari total target laba sebesar Rp 1,74 T di tahun 2011. Laba di semester I 2011 ini meningkat 136,57% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada Pelindo II seharusnya bisa memotivasi dan menumbuhkan kepercayaan para investor terhadap kemampuan BUMN mengembangkan potensinya. Terlebih bila hal tersebut bisa terwujud dengan tanpa harus tergantung kepada pihak asing dan berkontribusi secara positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri kelautan Indonesia pada khususnya,” ujar RJ Lino dalam kesempatan berbuka puasa di rumahnya di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (15/8).

Tak cuma itu, Lino juga memaparkan Pelindo II kini berhak mengajukan right to match untuk menjadi pelaksana pembangunan proyek Terminal Petikemas Kalibaru tahap I di Tanjung Priok. Hal ini seiring dengan surat resmi yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan atas hak Pelindo II untuk mengajukan penawaran Right to Match kepada pemenang tender. Selain itu hal ini juga berkat penandatanganan kesepakatan stand-by loan sebesar 11 triliun yang disanggupi oleh Bank Mandiri pada bulan lalu.

“Ini adalah momen yang kami nantikan dan a challenging year bagi PT Pelindo II. Jika diberikan kesempatan memimpin proyek pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru maka ini adalah peluang bagi Perusahaan untuk menunjukkan keseriusan dalam menjalankan projek sekaligus showcase bahwa sebagai BUMN, Pelindo II juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri kelautan yang sesungguhnya merupakan competitive advantage Indonesia,” pungkas Lino.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)