Persistensi Oppo Menggarap Pasar Selfie Dengan F3 Plus

Posisi Oppo sebagai merek ponsel pintar spesialis selfie (swafoto) nampaknya semakin kokoh dengan kehadiran Oppo F3 Plus. Betapa tidak, produk baru yang dijadwalkan memasuki pasar pada 1 April itu, mengusung teknologi anyar dual-front selfie camera dengan lensa bersudut lebar 120 derajat yang merupakan pertama di seri ini.

 Dual-front selfie camera Oppo F3 Plus sendiri merupakan jawaban Oppo atas kendala dalam melakukan group selfie (swafoto berkelompok). Biasanya, jika melakukan swafoto berkelompok menggunakan kamera depan, maka hasilnya akan terdistorsi, yakni ada bagian yang nampak cembung pada hasil fotonya. Oppo pun mengatasi tantangan tersebut pada Oppo F3 Plus dengan kamera ganda 16 megapiksel dan 8 mega piksel pada bagian depan ponsel.

Kiri ke kanan : Rio Motret-fotografer, Ayu Ghani- model, Suwanto – Public Communications Oppo Indonesia, Alinna Wen – Brand Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto – Media Engagement Oppo Indonesia, dan Marshall Sastra di acara peluncuran Oppo F3 Plus di Fairmont Hotel, Jakarta (23/3).

Kamera pertama dengan resolusi 16 MP cocok digunakan untuk swafoto individual. Adapun kamera kedua dengan resolusi lebih rendah 8 MP, namun dilengkapi lensa bersudut luas 120 derajat, cocok untuk swafoto berkelompok. Dalam pengamatan SWA, memang hasil foto menggunakan kamera kedua hasilnya mampu memuat jauh lebih banyak orang, layaknya berfoto menggunakan monopod, alias tongsis.

Hal tersebut dimungkinkan karena lensa kamera kedua Oppo F3 Plus mampu menangkap gambar 105% lebih luas dari lensa 80 derajat yang biasanya digunakan pada ponsel lain.

Suwanto, Public Communication Oppo Indonesia memaparkan F3 Plus hadir dari hasil survei Oppo. Survei yang dilakukan kepada para pengguna ponsel Oppo di berbagai negara yang berusia 18-35 tahun itu menguak fakta bahwa 70% pengguna menghabiskan waktu bersama rekan-rekannya. Alhasil pengguna lebih banyak berswafoto berkelompok. “Atas dasar itu kami merilis F3 Plus dengan wide angle 120 derajat untuk mengatasi tantangan group selfie,” ujarnya di acara peluncuran Oppo F3 Plus di Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, kemarin (23/3).

Adapun Sky Li, Oppo Vice President dan Managing Director of International Mobile Business memaparkan, Oppo F3 Plus dibuat untuk kaum urban, penggemar selfie, serta lifestyle guru yang menginginkan foto selfie sempurna melalui terobosan teknologi dual-front selfie camera pada smartphone. Oppo F3 Plus juga dilengkapi dengan performa maksimal, desain premium, serta daya tahan baterai yang lama,” ujar Sky Li.

Rincian teknologi yang disematkan Oppo pada ponsel premiumnya tersebut antara lain inti kamera dengan sensor 1/3-inch yang dapat membantu meningkatkan pencahayaan dan ketajaman hasil gambar. Bukaan f/2.0 yang besar memungkinkan pengguna untuk mendapatkan efek kedalaman terbaik – kombinasi fokus permukaan yang jelas dengan keburaman latar belakang.

Kamera group selfie pada Oppo juga dilengkapi fitur ramah pengguna Smart Facial Recognition. Dengan fitur tersebutF3 Plus akan secara otomatis  memberitahu pengguna untuk pindah ke mode group selfie jika ada lebih dari tiga orang pada layarPengguna juga dapat mengambil foto group selfie dengan mudah tanpa mengganggu stabilitas gambar ketika mengambil selfie dengan satu tangan.

Tak hanya kamera depan yang dicermati Oppo, kamera belakang F3 Plus juga menawarkan performa fotografi yang profesional dan premium dengan fast focusing speed, pengurangan noise, dan performa low-light yang canggih. Untuk semakin memaksimalkan performa kamera belakang yang beresolusi 16MP, OPPO menyematkan sensor 1Ž2.8-inch IMX398 terbaru dengan teknologi dual PDAF – Phase Detection Autofocus, yang merupakan hasil pengembangan dengan Sony. Hal ini menjadikan fokus pada perangkat 40% lebih cepat bahkan dalam kondisi kurang cahaya. Dilengkapi dengan bukaan f/1.7, hasil gambar akan lebih jelas dan tajam.

Jeroan Oppo F3 Plus yang bersistem operasi Android Marshmallow (6.0) itu pun sangat mumpuni. Tengok saja, prosesor Qualcomm MSM8976 Pro Octa-core 1.95GHz bersanding dengan GPU Adreno 510 GPU demi memastikan performa grafis dan kecepatan pemrosesan yang memukau. Perangkat dengan RAM 4GB dan ROM 64 GB ini juga menawarkan kombinasi dual-slot kartu untuk dua Nano 4G SIM Card atau satu Nano Sim Card dengan microSD yang dapat memperbesar memori penyimpanan hingga 256GB.

Layarnya yang selebar 6 inci dengan lapisan pelindung Corning Gorilla Glas 5 pun telah berkualitas full high definition (1920 x 1080 pixels) yang sangat nyaman dipakai menonton video. Pengguna pun tak perlu khawatir kehabisan daya karena F3 Plus ditenagai baterai 4000mAh.

Ditambah lagi, baterai Oppo memiliki fitur VOOC fast charging yang dapat mengisi daya sebanyak 75% hanya dalam tempo setengah jam pengisian. “Bahkan dicolok 5 menit saja maka pengguna bisa memakai F3 Plus untuk menelpon selama 2 jam,” klaim Suwanto.

Perlindungan privasi dan keamanan juga menjadi prioritas utama bagi Oppo. Fitur Lightning-Fast Touch Access  F3 Plus tanpa diragukan lagi menjadi yang tercepat di industri. Pendeteksi sidik jari pada tombol home OPPO F3 Plus dapat membuka smartphone hanya dalam hitungan 0,2 detik. Fitur pendeteksi ini menjadi lebih serba-guna karena mampu membuka aplikasi yang diinginkan hanya dengan sidik jari.

Oppo F35 Plus yang dipasarkan dengan dua warna, emas dan hitam pun memiliki bodi tipis laiknya ponsel premium, hanya 7,35 mm saja dengan bahan aluminium. Suwanto memaparkan, kendala aluminium memang bisa menghambat sinyal. Namun, berbeda dengan ponsel lain yang hanya memiliki 2-3 antena, F3 Plus yang berteknologi 4G LTE telah dilengkapi enam antena yang memungkinkan penerimaan sinyal lebih baik. “Dengan penyematan enam antena ini pun pada akhirnya kami merevolusi cara pembuatan ponsel. Ponsel Oppo F3 Plus dibuat frame body-nya dulu baru inject material antena. Ini terobosan,” tegasnya.

Terakhir Suwanto memaparkan, ponsel yang telah diproduksi di pabrik Oppo di Tangerang itu sudah bisa dipesan pada 1 April mendatang dengan harga Rp6.499.000.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Generasi Milenial Tunda Beli Rumah, Ini Alasannya

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok selain sandang dan pangan. Untuk memilikinya, dibutuhkan strategi khusus mengingat harga hunian terus merangkak...

Close