Rekind Dapat Proyek dari Petronas Senilai US$ 997 Juta

PT Rekayasa Industri (Rekind) mendapatkan proyek baru dari Petronas dengan nilai proyek sebesar USD 997 juta. Proyek yang dimaksud adalah pembangunan pabrik pupuk Sabah Ammonia Urea (Proyek Samur), Sabah, Malaysia.   "Konsorsium Proyek Samur dilakukan bersama antara Rekind, Apex, dan MHI dengan pembagian porsi, Rekin dan Apex sebesar 50 persen dan MHI sendiri sebesar 50 persen dari total nilai EPC (engineering procurement construction - red) proyek itu sebesar USD 997 juta," jelas Ali Suharsono, Presdir Rekind. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa rentang kerja dimulai dari tahap basic and detail engineering, procurement, construction, dan commissioning.

Pihaknya menyatakan bahwa pabrik pupuk ini nantinya mampu memproduksi pupuk Ammonia sebanyak 2.100 MTPD, urea synth. sebanyak 3.500 MTPD, dan urea granule sebanyak 3.850 MTPD. Pembangunan pabrik pupuk Samur ini diproyeksikan memakan waktu sekitar 3 tahun dalam proses penyelesaiannya.

Hingga kini, Rekind telah membangun 14 pabrik pupuk di Indonesia, maupun di tingkat regional. Beberapa pabrik pupuk yang telah dibangun di tingkat regional oleh Rekind, yaitu NPK Fertilizer Plant-Malaysia (Nafas Bajakimia SDN BHD), LOBP Malacca-Malaysia (Petronas), dan Brunei Methanol Plant-Brunei Darussalam (Brunei Methanol SDN BHD). (Deno)

Leave a Reply

1 thought on “Rekind Dapat Proyek dari Petronas Senilai US$ 997 Juta”

Proyek pembangunan Pupuk sabah Amonia Urea yang dilaksanakan oleh PT Rekayasa Industri dan sedang berjalan hingga saat ini syarat dengan permainan. Begitu banyak komitmen2 yang dibuat ketika baru dimulainya proyek ini dan semacam Gentlement Agreement mengakibatkan tim rekayasa yang mengeksekusi proyek ini kebingungan dan kerap sekali melakukan pergantian tim proyek karena besarnya tekanan-tekana yang dilakukan oleh pihak owner walaupun tidak tertera di kontrak aturan tersebut. Ini kurang lazim buat proyek EPCC yang biasa dilakukan PT. Rekind. masalah management keuanga proyek cahs out ada beberapa management expenses (pengeluaran) yang jumlahnya sangat besar sampai puluhan juta USD dan tidak jelas untuk pembelajaan apa???? yang di khawatirkan oleh tim adalah akibat proyek ini diakhir proyek bisa karam PT.Rekayasa Industri karena BOD sendiri sepertinya tidak melakukan control sama sekali (atau sengaja melakukan pembiaran). Perlu di ketahui oleh Kementrian BUMN, kalau berharap dengan Pupuk Holding sepertinya 11 & 12.
by Bowman marciano, 03 Apr 2014, 23:43

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)