Ade Waworuntu, Memboyong Keramik Jenggala Hingga ke Arab Saudi

Jenggala, produsen keramik dari Bali, mampu menjual produknya ke kalangan keluarga Kerajaan di Arab Saudi lewat pasar custom. Selain ke Timur Tengah, keramik Jenggala juga diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Para pembeli bisa menuangkan kreatvitas dam jiwa seninya dengan ikut mengecat keramik yang akan dibelinya. Bagaimana lika-liku perjalanan Jenggala merambah bisnis keramik? Ade Waworuntu, owner Jenggala, menuturkannya kepada Nimas Novi Dwi Arini:

Jenggala

Bagaimana lika liku membanggun Jenggala?

Sebenarnya Jenggala bertumbuh di luar perkiraan mimpi tergila kami. Sejak kami memulainya 38 tahun yang lalu, Jenggala dimulai dari sebuah studio keramik yang kecil yang dijalankan oleh keluarga di Sanur, Denpasar, Bali, sedangkan saat ini studio kreatif kami yang kami punya menempati lahan seluas 14.678 meter persegi di Jimbaran yang bisa memproduksi 20 ribu pieces per bulannya.

Dalam beberapa hal saya rasa hal ini datang karena kecintaan saya terhadap keramik. Kami bertiga, ayah , saya, dan mitra lama kami Bent dari New Zealand berbagi passion yang sama soal keindahan bekerja dengan keramik. Ini sebuah dasar kecintaan itu ketika tanah liat yang dingin diambil dan kami ubah bentuknya dengan tangan kami sendiri lalu dimasukkan ke perapian untuk dibakar dan berubah menjadi sesuatu yang sangat indah.

Ayah saya, Wija adalah seorang kolektor seni. Sejak awal tahun 1960-an, keluarga kami memiliki sebuah hotel kecil di Sanur namanya Tandjung Sri. Kami menggunakan keramik antik yang dimiliki ayah di restoran. Ketika di awal 1970-an, ayah bertemu dengan Brent dan mereka memutuskan untuk membuka sebuah studio keramik di belakang rumah kami di Batujimbar. Dari sinilah Jenggala lahir, Tandjung Sari yang merupakan hotel kami sendiri merupakan pembeli pertama produk Jenggala. Setelah dari sana teman dan orang lain mulai memesan private dining sets.

Jenggala2

Apa keunikan dan daya tarik produk Jenggala?

Selain menjadi sebuah perusahan yang terinsparasi oleh Indonesia tapi juga merupakan perusahaan yang dimiliki oleh orang Indonesia dan produknya dibuat di Indonesia, Jenggala memiliki banyak pengalaman sesuai dengan produk yang telah kami ciptakan, saya yakin hal inilah yang membuat Jenggala unik. Ini adalah pengalaman ketika Anda dapat menciptakan sesuatu hal tapi Anda juga ingin berbagi desain ini dengan teman dan keluarga. Saya yakin semua seniman memiliki pemikiran seperti ini. Mungkin beberapa orang tidak menyadari kalau sebenarnya dirinya adalah seorang seniman, tapi ini karena mereka tidak fokus pada hal ini.

Jadi ketika Anda datang ke Jenggala, kami berharap kreativitas yang Anda punya bisa dibangungkan. Toko kami memiliki meja yang sangat besar untuk digunakan para pelanggan melakukan eksperimen dengan berbagai macam kombinasi dari produk kami, misalnya saja menyesuaikan warna, style, dan tekstur dengan atmosfer yang sesuai dengan keinginan Anda.

Kami juga memiliki pabrik tur yang bisa dilakukan dengan pemesanan terlebih dahulu, sehingga pelanggan kami bisa melihat bagaimana Jenggala diproduksi.

Terakhir, kami memiliki Paint-a-Pot dan Make-a-Pot studio di mana pelanggan yang datang bisa menuangkan kreativitasnya dengan mengecat keramik yang sudah dipilih sendiri. Banyak kesenangan yang kami tawarkan di Jenggala dan program-program kami ini cocok untuk segala usia.

Apa keunikan prodak Jenggala dengan produk sejenis?

Sebenanrya mudah saja, Jenggala ini merupakan asli merek dari Indonesia.

Apa terobosan pemasaran yang sudah dilakukan?

Di Jenggala kami mejalankan dua pasar yang memang berbeda yaitu custom ceramics dan retail market. Dalam pasar custom keramik kami mengekspor ke berbagai negara di Timur Tengah, juga Amerika Serikat, Australia dan Jepang. Dalam pasar ritel pembeli kami berasal dari seluruh dunia dan termasuk orang-orang dari segala macam latar belakang dari kalangan kerajaan Timur Tengah dan elit Jakarta sampai bintang rock terkenal dan wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Bagaimana akhirnya bisa menembus pasar internasional?

Kami menembus pasar internasional karena terbantu dengan pasar custom ceramics yang telah kami miliki. Presentase customer cukup besar di produk custom kami ada di industry hospitality dan karena memang di industri ini pelakunya sering sekali melakukan perjalanan, maka prodak Jenggala ini tersebar dari mulut ke mulut dari sinilah kami bisa meningkatkan customer dari mancanegara.

Sudah dipasarkan ke mana saja produk Jenggala?

Seperti yang sudah saya sampaikan dalam pasar custom keramik kami mengekspor ke berbagai negara di Timur Tengah, juga Amerika Serikat, Australia, dan Jepang. Dalam pasar ritel pembeli kami berasal dari seluruh dunia dan termasuk orang-orang dari segala macam latar belakang dari kalangan kerajaan Timur Tengah royalti elit Jakarta juga wisatawan yang datang ke Bali.

Target market-nya seperti apa?

Kami sangat excited untuk fokus di pasar Indonesia. Bagi kami ini merupakan sesuatu yang menggembirakan menjadi brand Indonesia yang ada di Indonesia juga. Saya rasa orang Indonesia harus banyak berbangga hati, karena warisan budaya yang kita punya ini mengilhami banyak sekali desainer dan seniman di seluruh dunia. Saat ini dengan pertumbuhan ekonomi, kami merasakan peningkatan daya beli dan kami juga sangat senang untuk menjadikan Jenggala lebih terintegrasi dengan pasar. Orang-orang Indonesia semestinya tidak harus menggunakan barang-barang impor untuk mempercantik rumahnya ketika di sini banyak sekali produk-produk kreatif yang dihasilkan di dalam negeri.

Berapa presentase pembeli lokal dan internasional?

Seperti yang sudah saya katakana sebelumnya, kami memasarkannya di dua pasar yang berbeda. Untuk custom ceramics market kami lebih besar untuk diekspor, sedangkan untuk pasar retail presentasenya lebih besar di Indonesia. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)