Dewi Victoria, Toto Pertahankan Strategi WOM

Merek Toto dalam industri sanitary sudah tak diragukan lagi. Di abad ke-21 ini, visi perusahaan bahkan diperluas hingga menyediakan perabot penunjang gaya hidup sembari tetap menjaga kemurnian lingkungan. Demi menjamin itu semua terserap pasar dalam skala masif, Toto melimpahkannya ke satu divisi bernama Departemen Project Management. Di sinilah seorang Dewi Victoria Magdalena aktif mengelola proyek-proyek besar Toto dengan beberapa korporasi.

Lantas seperti apa kiprah lulusan S1 ITB jurusan Arsitektur dan S2 dari Universitas Esa Unggul Jurusan Managemen ini mengembangkan Toto lebih luas lagi. Kepada Gustyanita Pratiwi dari SWA Online, dirinya menuturkan :

Dewi

Seperti apa divisi yang Anda tempati saat ini dan berapa tim yang ada di bawahnya?

Jadi kami dibagi 2 divisi. Ada bagian operation, ada bagian administrasi yang support di kantor pusat. Kalau tim operationnya sendiri sekarang ada sekitar 4-5 tim. Tapi kami juga pegang proyek-proyek besar, terutama seperti Grup Lippo, Grup Mulia, Grup Pakuwon, grup Asiana, dll.

Sebenarnya kami tidak hanya bergerak di bidang toilet dan sanitary, kami juga ada divisi furnitur. Tapi boleh dibilang untuk saat ini primadonanya kitchen cabinet. Tapi kami promosi juga vanity dan wardrobe lemari.

Kebetulan untuk yang furnitur, tujuannya untuk melayani pembelian yang sifatnya proyek. Kalau yang end user itu kan disebutnya retail. Kalau proyek misalnya apartemen beli kitchen cabinet dari Toto. Nah itu saya yang handle.

Proyek itu kan teamwork-teamwork. Boleh dibilang teamwork itu tidak hanya dalam skala kecil 1 perusahaan, tapi beberapa perusahaan, bahkan seluruh yang terlibat di situ punya tanggung jawab dan rasa keterkaitan dengan yang lainnya. Itulah sebabnya di Toto sendiri diadakan project management terpadu, karena kami anggap itu penting. Tidak sekadar hanya pekerjaan, tapi ini butuh penanganan khusus, which is kami juga bertemu dengan team dari klien yang mereka juga punya agen-agen lagi.

Bagaimana strategi Toto dalam mempertahankan pasar yang sudah digenggam saat ini?

Kami selalu memperhatikan customer satisfaction. Lalu tetap memperhatikan perkembangan zaman, kebutuhan pasar seperti apa. Harus tetap melihat juga kompetitor kami bagaimana. Intinya tetap inovatif dan kreatif. Yang paling penting, customer mengkonsumsi tidak berhenti untuk satu kali saja. Paling tidak kalau dia puas, ada efek WOM-nya. Dia akan cerita lagi ke yang lain. Jadi pengembangan customer kami tidak hanya dari orang yang datang atau dari yang sudah memakai, tapi juga dari rekomendasi dia atas kepuasan yang didapat untuk diceritakan ke orang lain. Jadi secara tidak langsung buat kami itu promosi.

Ke depannya tren di industri ini akan seperti apa?

Di Jakarta sendiri banyak bertumbuh apartemen. Jadi yang kami lihat sebenarnya pangsa pasarnya besar, which is kompetitor juga akan melihat itu. Jadi yang paling penting dari segi marketing, bagaimana kami bisa lebih dekat ke target kami. Kebanyakan kami juga dapat customer baru dari customer-customer lama kami, makanya saya bilang tetap penekanan kami di customer satisfaction. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)