John Galvin, CEO "Bule" yang Fasih Berbahasa Indonesia

Sangat supel, ramah dan bersahaja, begitulah pembawaan John Galvin, CEO Guiness Indonesia. Begitu ditugaskan ke Indonesia, pria asal Dublin, Irlandia ini mati-matian mempelajari banyak hal tentang Indonesia.

Mungkin saat ini dia adalah salah satu “bule” yang paling fasih berbahasa Indonesia. Melengkapi kepiawaiannya dalam berbahasa Inggris, Jerman, Perancis dan Gaelic.

“Empat setengah tahun saya belajar berbicara Indonesia. Saya masuk ke sini Juli 2008. Tetapi sebelum saya bertugas di Indonesia, saya memang sudah pernah datang ke sini untuk berlibur ke Bali,” kata John Galvin.

Sebagai CEO Guinness Indonesia, Galvin berperan sebagai perwakilan dari Diageo, pemilik merk Guinness di Indonesia. Memberikan bimbingan kepada PT Gitaswara dan bekerja bahu-membahu dengan PT Dima. PT Dima sendiri adalah distributor nasional khusus untuk Guinness di Indonesia, di mana Indonesia merupakan pangsa pasar bir ke-6 terbesar di dunia.

Sebelum menjabat posisinya sekarang ini, pria yang gemar traveling dan membaca ini menduduki posisi Technical Advisor Guinness Indonesia. John, begitu dia senang disapa, merupakan sarjana cum laude jurusan Makreting dan Bahasa Internasional (Jerman / Perancis) di Dublin City University.

Mulai bergabung dengan Guinness Jerman pada tahun 1997 dan bekerja di departemen pemasaran. Tahun 2002, dia diangkat menjadi marketing manager dan diberi tanggung jawab untuk mengembangkan merek turunan Guinness, Strongbrow, di wilayah Eropa.

Prestasinya yang berhasil memecah kebuntuan pasar Eropa dan memimpin tim di wilayah itu dengan mengembangkan berbagai program pemasaran untuk Guinness kemudian membawa Galvin berkeliling di hampir setiap benua, akhirnya masuk ke Indonesia sebagai technical advisor.

Dalam perannya sebagai technical advisor, penggemar olahraga lari, golf dan sepakbola ini membuat beberapa strategi yang akhirnya membantu membentuk kembali bisnis Guinness di negara ini pasca dikeluarkannya peraturan tentang pembatasan distribusi dan pemasaran minuman beralkohol.

Dia juga merupakan orang yang ada dibalik banyak ide cemerlang di bidang marketing dan inovasi pemasaran Guinness di Indonesia, yang membuat negara ini sebagai kontributor terbesar ke-5 bagi penjualan global Guinness. Tak herap pada 2008 ia kemudian diangkat sebagai CEO Guinness Indonesia.

Menurut Galvin, tantangan menjabat CEO Guinness di Indonesia adalah dia dituntut untuk mempertahankan pasar yang ada, sekaligus membuka dan memperluas pasar baru di Indonesia.

“Ini memang tidak mudah mengingat regulasi di Indonesia begitu ketat dan seringkali ada penyelundupan minuman beralkohol ke negeri ini. Tetapi hingga kini, kami masih berada di jalur yang mengikuti regulasi. Bahkan, kami juga menghormati mayoritas penduduk muslim di sini yang tidak mengonsumsi alkohol, yaitu dengan memasarkan produk Guinness hanya di tempat-tempat yang diizinkan saja.” (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)