Michelle Tjokrosaputro, Bateeq Siap Go International

Batik, warisan budaya dan tradisi leluhur Indonesia. Saat ini, batik tidak hanya digunakan oleh orang tua atau hanya digunakan untuk acara-acara formal. Kini, anak muda juga tidak mau ketinggalan menggunakan batik sebagai pakaian sehari-hari. Mode dan desain batik pun terus berkembang sehingga menghasilkan motif-motif modern dan membuat pengguna batik semakin menjamur hingga anak muda.

Michelle Tjokrosaputro Michelle Tjokrosaputro

Berawal dari “ketidaksukaannya” pada batik membuat Michelle Tjokrosaputro merasa tertantang untuk membuat batik lebih diminati oleh anak muda dan mengikuti perkembangan zaman. Pada dasarnya ibu tiga orang anak ini menyukai motif-motif batik, namun menurutnya model dan warna batik yang kebanyakan dijual di pasaran sangatlah menjemukan dan kurang mengikuti perkembangan zaman. Hal inilah yang membuatnya merasa tertantang untuk membuat Bateeq lebih terkesan modern dan mengikuti tren fashion internasional.

Tahun 2012 pabrikan Bateeq yang bertempat di Solo mulai memproduksi batik dan tahun 2013 toko pertama Bateeq pun mulai dibuka. Hingga Saat ini Bateeq sudah memiliki 40 outlet yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Mulai dari Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, Solo, Semarang, Magelang, Malang, Cirebon, Bali, Palembang, Medan, Makassar, Riau, Batam hingga Manado.

Dari 40 outlet tersebut bisa menjual sekitar 300 item per harinya. Harga tiap produk pun dibanderol dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 150.000 untuk scraff dan paling mahal Rp 2-3 juta untuk koleksi lainnya. Namun untuk special collection harga yang ditawarkan bisa mencapai Rp 4 juta per item.

Keunggulan yang dimiliki Bateeq adalah pemilihan warna yang mengikuti tren internasional. Sehingga warna yang dihasilkan dari brand ini tidak ketinggalan tren dunia fashion internasional. Selain itu, Bateeq juga tidak hanya memproduksi batik klasik tapi juga batik print dari laserka. “Jadi walaupun kita ngikuti tren internasional, tapi kita terinspirasi dari batik. Misalnya kita ambil pakem atau patternya dari batik. Sehingga ada kesan misterius yang dihasilkan dari batik produksi Bateeq," ungkap Michelle.

Strategi unik yang diterapkan oleh Bateeq agar membuat pelanggannya tetap setia dan menarik pelanggan baru adalah dengan menerapkan season dalam produk mereka. Kan kalau di toko-toko baju batik belum ada tuh koleksi baju sesuai musim seperti spring, winter, summer, dan auntum sehingga batik yang kita tawarkan bisa lebih mengikuti tren interasional dan harapannya bisa segera go international juga.” jelas Michelle yang menyelesaikan pendidikan S1 di Paris.

Tidak hanya itu, strategi lain yang diterapkan oleh Bateeq adalah dengan mengikuti berbagai Fashion Week sehingga dapat meningkatkan daya kreativitas tim Bateeq untuk terus memunculkan koleksi baru dari Bateeq. Salah satunya adalah dengan mengikuti Jakarta Fashion Week 2016 yang diadakan pada Oktober 2015 lalu. Pada ajang fashion bergengsi ini, Bateeq menampilkan 32 koleksi dengan tujuan untuk memperkenalkan koleksi Bateeq dan memberikan alternatif fashion bagi para pecinta fashion.

IMG_20151030_115213

Untuk lebih memaksimalkan hasil koleksinya pada musim Spring Summer 2016, Michelle turut mengundang guest designer dari Jepang yaitu Atsuko. Tujuannya adalah untuk memberikan penilaian dan masukan terhadap produk Bateeq, apakah terlalu etnik dan aneh atau tidak jika Bateeq dipakai sehari-hari di seluruh dunia. “Saya ingin ada mata orang asing yang menilai produk kami, karena pada akhirnya saya ingin Bateeq bisa dipakai di seluruh dunia.”

“Kenapa harus Bateeq?" Pertanyaan ini menggelitik Michelle karena baginya Bateeq ini sangat cocok untuk orang yang berjiwa muda, untuk mereka yang mau merasa tetap muda dan looks good dan merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia tetapi tidak mau terlihat kuno. “Gue mau pakai batik, tapi ngga mau terlihat kuno, tetap bisa modern dan trendi,” cerita Michelle mencontohkan pendapat customernya.

Target yang ingin segera dicapai oleh Michelle selaku Chief Executive Officer Bateeq untuk setahun ke depan adalah dapat segera go international dan lebih mendunia lagi. Selain itu, ia berharap Bateeq tidak hanya digunakan di Indoesia tapi juga di dunia fashion internasional. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)