Perjuangan Onggy Hianata Mencapai Kebebasan Finansial

Dimulai dengan melahirkan Edunet Global tahun 2003 dengan training andalannya Value Your Life, A Life Changing Bootcamp, Onggy Hianata mulai mengabdikan dirinya di bidang pendidikan mental, karakter, mindset, leadership dan spiritual.

Inti programnya adalah membangun Gerakan Perubahan Hidup dan menginspirasi masyarakat agar mampu membangun kehidupan, sampai bisa ‘terbang’ menembus langit kehidupan. Program ini dilansir melalui bootcamp yang dibawakannya bersama tim selama tiga hari untuk satu angkatan, telah banyak membantu ribuan orang yang berasal dari 5 benua.

Onggy juga mendirikan komunitas Freedom Faithnet Global tahun 2003. Komunitas ini berporos di Indonesia dan sekarang anggotanya berada di lebih dari 70 negara di 5 benua. Komunitas yang menitikberatkan pendidikan mental dan gerakan sosial ini, memecahkan 5 rekor dunia (Guinness World Record).

Ketika ditanya, apa yang ingin diraih dengan semua hal tersebut, Onggy yang menginginkan perubahan hidup terjadi pada begitu banyak orang di berbagai belahan dunia, menyatakan, ”Sesungguhnya ke depan saya ingin menjadikan kondisi Indonesia lebih baik. Demikian juga keadaan dunia menjadi lebih damai. Secara tidak langsung, saya ingin berpartisipasi memajukan Indonesia.”

Mengapa ini dia tekankan sebagai pengembangan kepribadian, karena menurutnya, pada dasarnya setiap orang menginginkan hidupnya berada dalam kondisi yang damai, baik berdamai dengan diri, keluarga, juga lingkungan sekitar.

Itu sebabnya dengan mengajak mereka yang berasal dari berbagai latar belakang suku, bangsa, agama, tingkat pendidikan, dan tingkat ekonomi yang berbeda satu dengan yang lain, maka pihaknya terus-menerus melakukan kegiatan Bootcamp. Biasanya satu angkatan diikuti oleh 300 sampai 500 orang. “Selama mengikuti bootcamp, semua masalah yang memberatkan dalam hidup, akan dibuang dalam kotak sampah (trash bin), dengan harapan tidak akan muncul lagi di kemudian hari,” jelasnya.

Idealnya, apabila kondisi yang berlaku seperti yang sudah diterapkan selama ini, maka seharusnya tidak ada lagi orang yang masih miskin secara ekonomi, maupun pada aspek yang lain.

Onggy bercerita, salah satu warisan nilai-nilai yang diajarkan kedua orang tuanya: sesulit apapun keadaan, jangan sampai mengeluh. Karena bagaimanapun mengeluh tidak akan menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Justru tanpa mengeluh, energi akan tersalur untuk berpikir keluar dari kesulitan yang dihadapi.

Sekarang, selain menuangkan pengalaman hidupnya dalam bentuk buku, Onggy juga kerap berkeliling Indonesia dan dunia, untuk membagi pengalaman hidupnya. Ia melihat banyak orang yang berlatar belakang miskin, akhirnya menjadi tidak percaya diri. Untuk itu, ia berharap bisa mengambil bagian dalam membantu mereka yang punya latar belakang yang sama seperti dirinya dulu, keluar dari situasi tersebut.

Semangat Onggy bukan saja untuk masyarkat Indonesia, bahkan untuk dunia internasional. Tanpa disadari memiliki potensi industri MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) bagi Indonesia. Kegiatan yang dilakukan selama ini, secara tidak langsung ikut berkontribusi mendatangkan devisa negara dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia International secara positif.

Sosok Onggy lahir di Tarakan, Kalimantan Timur. Sejak kecil, ia sudah merasakan tantangan finansial yang dialami kedua orang tuanya yang bekerja sebagai karyawan di toko kelontong. Anak ke 8 dari 9 bersaudara ini tidak pernah duduk di bangku TK, karena masalah ekonomi saat itu, ia langsung kelas 3 SD.

Lulus SMA tahun 1983, Onggy meneruskan kuliah di Surabaya sambil bekerja dan sah kecil-kecilan. Hampir 99% usaha yang dilakukannya gagal pada saat itu. Tetapi hal ini tidak membuat Onggy menyerah dan terus berjuang. Pada akhirnya ia terus mencari jalan menuju ke puncak sukses.

Tahun 1992, ia memulai usaha yang berkembang ke berbagai negara. Dari sana, Onggy mulai mencari rahasia sukses melalui buku-buku, termasuk juga mendengarkan kisah sukses dari kaset, mengikuti seminar, training pengembangan kepribadian dan dengan sengaja bertemu, atau belajar dari orang yang sebelumnya telah berhasil.

Pada saat kondisi finansial mulai sedikit membaik, Onggy mulai terbang keluar negeri menghadiri berbagai training kepemimpinan dan super soft skill yang lain. Pengalaman hidup yang berliku dan belajar dari orang lain menambah wawasan dan nilai-nilai kehidupan. Pada 2001, akhirnya ia mencapai kebebasan keuangan dan kebebasan waktu.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!