Billy Boen, Sejak Kecil Sudah Kritis pada Merek

Di usia yang relatif muda, Billy Boen telah tercatat sebagai sosok leader di sejumlah perusahaan. Tonggak keberhasilannya terlihat saat dirinya dinobatkan sebagai General Manager (GM) PT Oakley Indonesia (2005) dalam usia yang masih sangat muda (26 tahun). Pada akhir 2006, bersama Rudhy Buntaram, pemilik Optik Seis, kelahiran 17 Agustus 1978 ini kemudian mendirikan Jakarta International Management (JIM) dan Jakarta International Consulting (JIC) pada akhir 2009. Kini, lulusan Utah State University dan State University of West Georgia, AS ini adalah partner dan Presiden Direktur Rolling Stone Cafe Jakarta.

Billy juga merupakan CEO PT YOT Nusantara dan baru membuka De’HUB Jakarta, sebuah wahana berkreasi berbagai komunitas anak muda Indonesia yang berada di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat. Tempat ini ia dirikan bersama musisi sekaligus entrepreneur, Piyu (Padi). Lalu bagaimana kiat Billy bisa sesukses sekarang? Berikut bocoran tipsnya saat menjadi pembicara di Kampanye Nivea Men "Start With You" (29/01), yang berhasil diliput Swa Online:

Billy Boen, Photo by : Gustyanita Pratiwi Billy Boen, Photo by : Gustyanita Pratiwi

Apa yang menginspirasi Anda hingga sukses menjadi pengusaha, penulis, atau motivator, dll?

Dulu waktu kecil sih nggak tahu passion-nya apa. Tapi kalau melihat kembali ke belakang, saya itu senang mengamati brand. Waktu SD, setiap ada kenaikan kelas, saya sering dapat sepatu Nike. Nah dari situ saya mulai kepikiran, kenapa sih sepatunya gini, gini, gini? Yang kedua saya terinspirasi oleh bokap. Kalau zaman sekarang kan ada internet ya. Dari internet kita bisa tahu, idola kita siapa, misal Steve Jobs, Mark Zuckerberg, dll. Kalau zaman dulu kan tiap sore (habis pulang sekolah) lihatnya bokap-lagi bokap lagi. Hehehhe... Jadi terinspirasinya di situ. Kemudian tahu tujuannya yaitu ingin jadi pimpinan perusahaan yang pegang merek. Saya ingin jadi praktisi merek. Jadi sedari kuliah, saya sudah fokus ambil brand management, segala macam.

Apa lagi yang menjadi pegangan Anda dalam berkarier?

Dari pertama kerja, saya tidak mau hanya sekedar bekerja. Tapi saya ingin 2 hal, belajar sebanyak-banyaknya dan berkarier dengan cara berkontribusi untuk perusahaan dimana saya bekerja. Jadi pegangan itu yang membuat saya setiap tahun akhirnya dipromosikan. Tidak bekerja hanya sesuai job desk-nya, tapi benar-benar memberikan kontribusi lebih. Misalnya  ada project apa, saya bantu deh, saya volunteer, dll. Karena kembali lagi niatnya memang ingin belajar dan berkarier.

Anda kan termasuk orang yang cukup sering bertemu anak-anak muda Indonesia, keliling kampus, brainstorming, dll. Apa yang Anda lihat dari anak muda sekarang dibandingkan dengan dulu?

Beruntungnya semua itu menjadi lebih baik. Karena mungkin teknologi membangun peranan tentang kebaikan. Kita bisa akses sesuatunya dari berbagai sumber, google, yahoo, dll. Sosial media apalagi. Belum pernah ketemu, tapi langsung bisa akrab karena kita follow orangnya misalnya. Setiap saya keliling kampus atau perusahaan-perusahaan, ngobrol dan ketemu anak-anak muda, itu kelihatan sekali bahwa mereka punya potensi. Mereka itu cerdas dan kritis. Tapi yang disayangkan, mereka banyak yang galau. Galaunya karena satu, dia tidak tahu kelebihan dan kekurangannya apa. Yang kedua adalah dia tidak tahu passion-nya apa. Sehingga ketika seseorang secara psikologis tidak tahu ke-2 hal ini, maka dia juga tidak akan tahu apa yang akan dicapai. Sehingga dia tidak punya dream. Atau kadang-kadang punya dream yang besar, tapi takut bermimpi besar, dsb. Itu yang membahayakan.

 Apa sih yang dibutuhkan anak-anak muda ini supaya bisa bisa sesukses Anda?

Refresh ke cerita saya ya, waktu itu saya jadi direktur di MRA untuk memimpin sekitar 500 karyawan lebih. Akhirnya saya banting setir. Totally, resign baik-baik dari sana karena saya menulis buku, lalu bukunya kebetulan best seller. Akhirnya panggilan jiwa. Finally i got the purpose of my life, yaitu berbagi ke banyak orang. Setelah resign, saya banyak datang ke kampus-kampus, ketemu anak-anak muda, dll. Niatnya saya ingin sharing story berbagai inspirasi. Memang yang dibutuhkan sekarang ini adalah memanfaatkan teknologi yang sudah sedemikian maju. Saya sendiri sekarang punya portal, bikin path, blog, dsb, untuk ngajak anak-anak muda agar mereka berani mengeluarkan passion mereka, bisa melihat kelebihan dan kekurangannya, dan nggak usah takut untuk bermimpi besar, serta yang paling penting yaitu start with you right now !! (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)