Joseph Phua Berbisnis Biro Jodoh Online

Patah hati, tidak selalu berakhir dengan sakit hati atau dendam. Setidaknya itulah yang dirasakan Joseph Phua, CEO dan Founder Paktor. Aplikasi mobile ini, merupakan aplikasi yang berfungsi mempertemukan lawan jenis yang belum memiliki pasangan alias biro jodoh online.

IMG_3220 Josep Phua CEO dan Founder Paktor

Pria lulusan New York University’s Stern School of Business dalam bidang finansial ini justru memiliki ide untuk mendirikan Paktor setelah kisah cintanya selama 8 tahun kandas di tengah jalan. “Saya merasa amat kesulitan saat memulai perkenalan atau hubungan dengan lawan jenis, setelah putus”.

Awalnya ia mengamati berbagai situs dan aplikasi mobile, yang berfungsi mempertemukan orang-orang baru. Namun perbedaan kultur antara orang Barat dan Timur ternyata memberikan pengaruh yang cukup besar dalam situs dan mobile aplikasi yang ada saat itu.

“Orang Asia cenderung lebih pemalu dan takut untuk ditolak, bahkan di dunia maya. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan orang Barat, sehingga situs dan aplikasi mobile yang ada pun terasa tidak cocok”.

Melihat hal ini, pria yang mengambil gelar MBA di Chicago’s Booth School of Business, pun memmutuskan untuk membuat aplikasi mobile yang cocok dengan kultur dan perilaku orang Asia. Keinginan awalnya adalah membantu dirinya sendiri dalam berkenalan dengan lawan jenis, namun aplikasi mobile yang diluncurkan Juli 2013 ini  justru memiliki banyak peminat.

Paktor kini memiliki 2, 5 juta pengguna di Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Taiwan, Hong kong, Korea, Jepang, India, dan Indonesia.”Pengguna Paktor bisa menghabiskan waktu 13 jam dalam sebulan, untuk menggunakan berbagai fitur yang ada di dalam aplikasi mobile ini. Kami pun yakin bisa menjadi aplikasi mobil sosial yang terdepan di Asia” Jelasnya bangga.

Di Indonesia sendiri, Paktor telah masuk sejak Januari 2015, dan telah memiliki 500.000 pengguna. Menurut Joseph Phua, Indonesia merupakan salah satu pasar yang potensial. Selain mulai tingginya pengguna smartphone di Indonesia, masyarakat Indonesia juga mulai merubah pola pikir mereka, dalam berhubungan dengan orang lain melalui aplikasi mobile, terutama kaum muda.

Ia pun menambahkan bahwa penekanan pada faktor anonimlah, yang mambuat aplikasi asal Singapore  ini sangat diminati masyarakat Asia. “Lawan terberat kami saat ini adalah Tinder, namun kami sangat percaya diri untuk mampu menggungguli Tinder di wilayah Asia. Dalam aplikasi mobile ini, pengguna akan bisa saling memfollow apabila mereka saling suka. Apabila Anda tertolak, yang menolak pun tidak akan bisa melihat akun Anda. Faktor inilah yang membuat Paktor mampu mengungguli Tinder di wilayah Asia”.

Ia pun mengakui bahwa awalnya ia terinspirasi dari Tinder, namun perbedaan kultur Barat dan Timur justru memberikan celah bisnis baginya. Aplikasi mobile Tinder, dirasakan kurang cocok bagi masyarakat Asia. Ia pun berfikir bahwa seharusnya, masyarakat Asia memiliki aplikasi mobile yang cocok dengan kepribadian mereka agar mampu menemukan lawan jenis yang tepat.

Penggunaan Paktor pun tidak terlalu berbeda dengan Tinder. Salah satunya adalah dengan seleksi ketat pertemanan di lingkungan pengguna melalui Facebook.”Untuk dapat menggunakan akun di Paktor, pengguna setidaknya harus memiliki 50 teman di Facebook. Semua data pribadi yang ada Paktor diambil dari Facebook, mulai dari foto hingga data-data pribadi pengguna”.

Menurutnya, banyak pengguna aplikasi mobile yang menggunakan data pribadi atau akun palsu. Penggunaan data dari Facebook dilakukan untuk mencegah hal tersebut. “Kami juga mendapati bahwa kebanyakan pengguna lebih nyaman untuk berkenalan dengan orang-orang yang lingkungannya tidak jauh berbeda dari mereka.” Pengambilan data ini juga dilakukan, dalam mencari pasangan yang tepat bagi pengguna, aplikasi mobile ini.

Sebelum mendirikan Paktor, Joseph Phua sempat bekerja di Mckinsey dan Cityggroup serta menjalankan bisnis di Beijing juga Shanghai selama beberapa tahun. Kini dengan 2, 5 pengguna, ia pun berfokus pada pengembangan Paktor baik pengguna maupun perluasan wilayah penggunaan aplikasi mobile ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)