Totalitas Dian Siswarini untuk XL

Nama Dian Siswarini sontak merebut perhatian banyak kalangan saat didapuk menjadi Direktur Utama PT XL Axiata Tbk (XL) menggantikan Hasnul Suhaimi yang memasuki masa pensiun, awal April lalu. Dian memang bukan orang baru di operator telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia itu. Tetap saja, ini prestasi yang mengagumkan untuk seorang profesional perempuan di industri telekomunikasi yang selama ini didominasi kaum Adam.

Wanita kelahiran Majalengka, 5 Mei 1968 ini memang paham luar-dalam perusahaan telko asal Malaysia itu, karena mengawali karier benar-benar dari bawah. Sebelum pindah ke XL pada tahun 1996, waktu itu masih bernama PT Excelcomindo, Dian sempat mencicipi pengalaman sebagai supervisor di Divisi Enjiniring PT Citra Sari Makmur pada 1991 sebelum hijrah ke PT Satelindo (yang kemudian dilebur ke dalam PT Indosat Tbk) tiga tahun kemudian.

“Ketika saya bergabung, mereka sedang giat membangun infrastruktur. Saya melihat XL sangat prospektif di masa depan. Sebagai Manajer Desain Jaringan, saya harus naik tower untuk memastikan kondisinya bagus,” katanya mengenang.

Direktur Utama XL Axiata Tbk, Dian Siswarini Direktur Utama XL Axiata Tbk, Dian Siswarini

Sempat menempati posisi VP Jaringan, Dian dipromosikan menjadi Direktur Jaringan pada tahun tahun 2007. Direktur Utama XL saat itu, Hasnul, mengeluarkan strategi baru yang disebut Minute Factory, yakni menurunkan harga hingga 90% dan Dian diminta membangun jaringannya. Sesuai target, maksimum 6 bulan, program tersebut sudah dapat diwujudkan. “Dengan strategi ini, kenaikan trafik yang hanya empat kali dalam setahun, naik menjadi 10 kali. Pangsa pasar XL pun terus naik dari 11% menjadi 20% pada tahun 2011,” ujarnya.

Rupanya, sang mentor, Hasnul, ingin menguji lebih lanjut kemampuan anak buahnya tersebut. Dian diberi amanah mengembangkan bisnis baru,  yakni digital services. Hasilnya? Jebolan Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tahun 1991 itu sukses melahirkan bisnis jual-beli online Elevenia pada 2014. Situs e-commerce itu langsung melesat masuk ke jajaran tiga besar dengan jumlah pengunjung mencapai 17 juta. “Segala sesuatu harus dikerjakan dengan totalitas, baik sebagai wanita karier maupun ibu rumah tangga. Juga harus disiplin sesuai dengan rencana atau agenda,” katanya.

Wanita yang lahir dan dibesarkan di “keluarga teknik” ini--ayahnya dosen teknik lingkungan dan ibunya konsultan teknik bangunan--juga sukses mengembangkan bisnis digital advertising XL. Total sudah mencapai 400 pengiklan yang berhasil digaet. Prestasi lainnya yang tak kalah penting adalah keberhasilan Dian mengembangkan bisnis machine to machine (M2M) dengan mencapai lebih dari 500 koneksi. “Kami menjadi trendsetter bagi operator lain yang kemudian juga masuk ke digital services,” katanya bangga.

Sebagai ujian terakhir, Hasnul mengirim Dian menimba ilmu di luar negeri, bergabung di Axiata Group di Malaysia dengan posisi Group Chief Marketing and Operation Officer. Adapun tugasnya adalah mendukung pertumbuhan Axiata dan seluruh anak perusahaannya. Baru enam bulan menduduki posisi barunya Dian diminta kembali ke XL untuk menerima amanah berat sebagai Wakil Direktur Utama pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa XL, awal Januari 2015. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)