Menjaga Inovasi Berkelanjutan dengan Teori Fisika

Judul : Loonshots

Penulis : Safi Bahcall

Penerbit : St. Martin’s Press, 2019

Tebal : 347 hlm.

Loonshot diartikan sebagai ide atau proyek yang oleh ilmuwan ataupun dunia bisnis dianggap tidak akan bekerja atau tidak akan berarti sekalipun berjalan. Banyak sekali temuan yang berarti saat ini tetapi tidak dianggap di masa awal. Kita hanya menyadari sebuah teknologi mendisrupsi pasar sesudah itu terjadi.

Di bulan September 1922, dua ilmuwan radio di Angkatan Laut Amerika Serikat berhasil menemukan radar secara kebetulan. Akan tetapi, temuan ini diabaikan lama sekali sampai Perang Dunia II. Mengapa temuan yang begitu penting ini diabaikan lama sekali? Akankah sejarah berubah bila temuan radar ini sudah dipakai sejak ditemukan di tahun 1922 tersebut?

Permasalahan yang ingin dijawab buku ini adalah mengapa ide yang luar biasa brilian dapat dibunuh oleh tim yang baik dengan orang yang baik dengan maksud yang baik?

Selama ini kita menganggap jawabannya adalah karena budaya, sedangkan buku ini mengatakan, itu karena struktur perusahaan dengan mengambil analogi dari ilmu pengetahuan alam. Kita dapat mengubah zat dengan mengubah struktur. Kita dapat menambahkan karbon ke dalam besi untuk membuatnya menjadi kuat. Kita dapat membuatnya menjadi lebih kuat lagi dengan menambahkan nikel agar besi tersebut dapat dipakai di mesin pesawat ataupun di reaktor nuklir.

Tesis dasar buku ini adalah perubahan kecil dalam struktur, bukan budaya, akan mengubah perilaku manusia. Karena latar belakang penulis buku ini adalah ilmuwan, pendekatan yang dipakai buku ini bersifat ilmiah. Dalam pendekatan ilmu, kita mencari kebenaran hakiki (fundamental truth) dan kemudian membangun model untuk melihat apakah kebenaran tersebut dapat menjelaskan dunia sekitar kita.

Penulis buku ini tidak menyukai pendekatan analisis “after the fact”. Buku lain menjelaskan, Amgen sukses karena budaya perusahaan. Adapun buku ini menjelaskan, kesuksesan Amgen semata-mata karena temuan Eugene Goldwasser sehingga mereka menemukan obat yang menstimulasi pertumbuhan sel darah merah.

Banyak pemodal ventura yang menolak berinvestasi di Facebook karena menganggap jejaring sosial sebagai tren saja, di mana konsumen pindah dari Friendster ke MySpace. Sebaliknya, Peter Thield mengecek mengapa konsumen pindah dan menemukan jawabannya: karena Friendster sering crash.

Mereka melakukan tes lebih lanjut lagi dengan melihat seberapa lama customer bertahan di Friendster. Jawabannya adalah lama, sekalipun Friendster sering crash. Dari sini mereka mengambil kesimpulan bahwa konsumen sering pindah jaringan bukan karena tren semata. Ini adalah false fail. Konsumen pindah karena masalah software! Dari kesimpulan ini, Peter memutuskan untuk berinvestasi US$ 500.000 di Facebook. Di kemudian hari, investasi ini menjadi bernilai US$ 1 miliar.

Untuk mengatasi false fail ini, penulis buku ini menyarankan kita memiliki sikap “Listening to the Suck with Curiosity”. Kita harus mampu mengatasi keinginan untuk mempertahankan diri ketika diserang dan sebaliknya kita melakukan investigasi dengan pikiran yang terbuka. Curiosity bukan hanya berarti mendengarkan, tetapi juga mempertanyakan alasan di belakangnya dengan rasa penasaran yang tulus: mengapa sesuatu tidak bekerja ataupun mengapa orang tidak membeli. Pada saat orang mempertanyakan proyek kita, apakah kita mempertahankan diri dengan kemarahan ataukah kita melakukan investigasi dengan rasa penasaran yang tulus?

Loonshot pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua: p-loonshot (produk) dan s-loonshot (strategi). Pan Am termasuk p-loonshot dan American Airlines termasuk s-loonshot.

Dahulu kala, Pan Am merupakan perusahaan penerbangan yang paling besar dan paling menguntungkan di dunia. Pendirinya, Juan Trippe, merupakan pilot yang mengerti pesawat. Pan Am merupakan maskapai yang pertama menyeberangi Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik, keliling dunia. Mereka memiliki semua teknologi pesawat yang paling muktahir. Mulai 1969, Pan Am mencatat kerugian, sampai akhirnya tutup di tahun 1991.

Sebaliknya, mantan CEO American Airlines tidak memiliki latar belakang aviasi tetapi pemegang gelar MBA, dengan latar belakang dari ritel Hallmark Cards dan Bloomingdale. American Airlines tidak memiliki pesawat yang paling mutakhir, tetapi memiliki strategi yang paling hebat. Mereka mengembangkan sistem reservasi yang memberikan American Airlines posisi yang lebih menguntungkan, untuk kemudian memberikannya kepada perusahaan travel agent.

Tidak disangka, dari sistem tersebut mereka memiliki semua penerbangan. Dengan menggunakan big data ini, mereka mampu memaksimalkan pendapatan dengan pendekatan yang kini dikenal sebagai “yield management”. Bukan hanya itu, mereka juga merupakan maskapai pertama yang memberikan sistem loyalitas dan SuperSaver. American Airlines berhasil hidup sampai hari ini dengan pendekatan s-loonshot.

Dengan mengacu ke buku How Life Imitates Chess karya Gary Kasparov, buku ini menyatakan bahwa kita mengadposi cara berpikir akan sistem (system mindset), bukan cara berpikir akan hasil (outcome mindset). Menganalisis mengapa kuda kita dimakan pion lawan merupakan cara berpikir hasil. Menganalisis mengapa kita memutuskan langkah tersebut dalam konteks langkah lawan saat itu merupakan cara berpikir akan sistem. Tim dengan cara pikir hasil akan memikirkan mengapa sebuah proyek, produk, atau strategi gagal. Tim dengan cara pikir sistem akan memikirkan proses pengambilan keputusan di balik keputusan tersebut: bagaimana kita sampai ke kesimpulan tersebut, haruskah kita mengubah komposisi orangnya, haruskah kita mengubah cara analisis kita, atau haruskah kita mengubah sistem insentifnya?

Buku ini menyatakan, kunci sukses inovasi perusahaan adalah sama seperti kondisi suhu 32 derajat Fahrenheit (0 derajat Celcius). Di titik suhu ini, sebagian es akan bertahan dan sebagian air akan tetap menjadi air. Dengan perkataan lain, kedua fase tersebut terpisahkan tetapi tetap terhubungkan. Analogi ini juga mengimplikasikan perusahaan harus memisahkan ide berisiko tinggi yang masih di tahap awal dari unit yang sudah mapan tetapi tetap menghubungkan keduanya.

Kita menyadari banyak ide atau teknologi yang saat ini dianggap disrupsi ataupun transformatif awalnya tidak sama dengan teknologi saat ini. Sejarah membuktikan transistor memainkan peran besar saat ini dan nyaris ada di mana-mana tetapi awalnya harganya sangat mahal dan hanya diperuntukan bagi militer. Seiring dengan waktu, transistor menjadi murah sekali dan mendisrupsi semua pasar elektronik.

Sam Walton memulai Walmart bukan karena ingin mendisrupsi pasar, tetapi dia memulainya di Bentonville karena istrinya tidak ingin tinggal di kota besar dan Bentonville sangat sesuai dengan hobinya berburu puyuh. Seiring waktu, Walmart tumbuh berkembang karena Sam Walton menyadari bisnisnya dapat tumbuh pesat di kota kecil di AS.

Ingrad Kamprad memulai IKEA dari penjualan secara mail-order dan kemudian berevolusi menjadi ruang pajang di gudang sampai kemudian melipat kaki meja untuk menghemat ongkos kirim. Singkat kata, toko furnitur terbesar di dunia tidak dimulai dengan ide disrupsi, tetapi dimulai dari ide kecil yang berevolusi menjadi bisnis dengan 403 toko di 49 negara dengan pendapatan sekitar US$ 44 miliar.

Pelajaran dari buku ini adalah kita harus mendesain tim atau perusahaan kita untuk menjaga inovasi berkelanjutan ala loonshot. Loonshot memiliki kemungkinan berevolusi menjadi besar dan menjadi disrupsi di kemudian hari.

Sungguh sebuah buku yang sangat menarik karena menawarkan perspektif baru dalam melihat inovasi. Latar belakang penulis buku sebagai seorang doktor fisika dari Stanford yang pernah bekerja dengan pemenang Nobel Bob Laughlin (juga mantan konsultan McKinsey dan mantan CEO perusahaan bioteknologi sampai IPO) memberikan warna tersendiri. Tidak mengherankan, buku ini telah diterjemahkan ke dalam 18 bahasa dan dimuat di Wall Street Journal, Forbes Financial Times, dan Harvard Business Review, juga direkomendasikan Bill Gates dan Daniel Kahneman (pemenang hadiah Nobel). (*)

Edison
Lestari

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)