Pelajaran Manajemen dari Industri Investasi

Judul : The Masters of Private Equity and Venture Capital

Penulis : Robert A. Finkel

Penerbit : McGraw Hill, 2010

Tebal : x + 308 halaman

The first step toward greatness is striving to achieve it, and one can take that step by listening to and learning from the greats.

Mari kita lihat sejenak apa itu perusahaan venture capital (VC) dan private equity (PE). VC adalah perusahaan investasi yang menyuntikkan investasi ke perusahaan lainnya di masa early stage, sedangkan PE berinvestasi di perusahaan yang lebih matang. Perusahaan VC dan PE memperoleh modalnya dari dana pensiun, endowment ataupun dari keluarga kaya. Modal yang diperoleh kemudian diinjeksikan untuk memberikan konseling dan tata kelola, menentukan dan mengimplementasikan sistem saham dan kompensasi, membantu dalam hal strategi dan taktik, serta membantu perusahaan go public ataupun menjualnya kemudian.

PE bukanlah transaksi di mana penjual bertemu dengan pembeli. PE membutuhkan hubungan yang harus dipupuk, disiplin, berbagi dan pertanggungjawaban. Bila hubungan itu berjalan lancar, imbalannya akan menarik. Bila hubungan tidak berjalan, perusahaan yang diberi investasi akan menderita, perusahaan yang berinvestasi juga menderita dan kehilangan kredibilitas di mata investornya. Kunci keberhasilan industri ini terletak pada penerapan manajemen yang kuat di perusahaan portofolionya. Praktik terbaik itu yang dibahas dalam buku ini dan menjadikannya layak dibaca oleh praktisi bisnis konvensional.

Sama seperti yang diutarakan di bagian pendahuluan (halaman 4), pelajaran dari PE dan VC sangat berguna bagi siapa pun yang tertarik mempelajari dunia manajemen.

Bahkan, satu bab didedikasikan khusus untuk aplikasi prinsip manajemen yang dapat diaplikasikan ke dunia nirlaba. Dalam bab Applying Private Equity Techniques to Non-Profit Work, Managing Partner dan Co-Founder JPMorgan Partners/Chase Capital Partners yang pernah terlibat dalam transaksi OfficeDepot dan JetBlue ini, mengatakan bahwa teknik manajemen bersifat universal.

Suatu waktu, Jeffrey Sachs, ekonom terkenal pemerang kemiskinan, menanyakan bisakah prinsip PE diterapkan di dunia nirlaba. Jawabannya, disiplin finansial, akuntabilitas dan strategi pertumbuhan ala PE dapat diaplikasikan di semua bisnis termasuk industri nirlaba. Bab ini menceritakan mengenai aplikasi konsep yang sudah terbukti sukses di OfficeDepot ke Millennium Villages, organisasi nirlaba kerja sama Universitas Columbia dengan PBB untuk mengurangi kemiskinan menjadi setengah sebelum 2015.

Buku ini merupakan intisari wawancara yang dilakukan oleh penulisnya – pendiri dan Presiden Prism Capital yang mengelola aset US$ 200 juta – terhadap pendiri ataupun praktisi dari perusahaan VC dan PE yang sukses. Buku ini dapat dianggap sebagai master class di mana setiap tokoh bisnis yang sukses membagi tip dan triknya. Dengan demikian, jelas banyak sekali mutiara dalam bisnis yang dapat dipetik dari buku ini.

Joseph Rice III, pendiri firma Clayton, Dubilier & Rice dengan dana kelolaan US$ 10 miliar (sekitar Rp 90 triliun) mengatakan bahwa titik yang paling krusial sebelum berinvestasi adalah sebelum investasi itu dilakukan. Struktur dan analisis bisnis harus dilakukan dengan sabar, sangat hati-hati, dan komprehensif. Analisis yang dilakukan tidak cukup dari sisi keuangan, tetapi juga harus mencakup tantangan operasional, kesempatan dan keahlian tim manajemen.

Setali tiga uang, Warren Hellman lulusan Harvard yang pernah terlibat dalam transaksi Levi Strauss dan NASDAQ menyatakan bahwa sebelum berinvestasi, semua bisnis harus dianggap “berdosa” sampai terbukti kebalikannya (guilty until proven innocent). Tidak ada teori investasi, hipotesis manajemen, ataupun strategi perusahaan yang dapat diterima sebelum diuji. Semua skenario harus diuji sebelum diputuskan.

Rasanya, pentingnya melakukan pekerjaan rumah sebelum investasi merupakan rahasia sukses dalam transaksi. Carl Thoma sekali lagi menegaskan pentingnya melakukan riset di depan, mengembangkan kinerja, matriks best practice, struktur organisasi yang optimal, dan target di depan. Dengan demikian, begitu diakuisisi, manajemen sudah siap merestrukturisasi perusahaan itu sejak hari pertama. Seluruh waktu yang dihabiskan untuk melihat semua skenario buruk dan bagaimana mengatasinya merupakan waktu yang dihabiskan dengan layak. Singkat kata, think ahead, plan ahead, and act on your gut to prevent calamity!

Gut sepertinya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia bisnis. Pitch Johnson, kontributor lain, mengatakan bahwa kita tidak pernah memiliki semua informasi yang kita mau pada saat membuat keputusan investasi. Dengan demikian, kita harus mendapatkan data yang esensial, trust the gut and forge ahead.

Bagian tidak terpisahkan dari dunia investasi adalah menganalisis risiko dengan hati-hati. Sebelum investasi, pikirkan semua risiko dan konsekuensi negatif. Jumlahkan semua risiko itu untuk jangka waktu yang panjang dan uji apakah investasi dapat bertahan dalam skenario terburuk. Sependapat dengan Thoma adalah Steve Lazarus yang mengatakan, pada dasarnya ada tiga tipe risiko: risiko teknologi, risiko pasar, dan risiko keuangan. Untuk mengurangi risikonya, investasi yang disarankan adalah model “sendok teh”. Investasi pada temuan baru harus dilakukan sedikit demi sedikit, dana tambahan hanya dimasukkan apabila benchmark dan objektif tertentu telah terpenuhi.

Praktisi lainnya yang berbagi dalam buku ini adalah William Draper III, General Partner di firma investasi Draper Richards yang terlibat dalam transaksi Skype. Draper membawa firmanya memasuki India dengan berinvestasi di rediff.com, situs terbesar di India. Selain itu, dia juga mendanai situs peminjaman mikro kiva.org dan organisasi nirlaba Room to Reads yang didirikan mantan eksekutif Microsoft. Pelajaran dari dia adalah teknologi memang penting, tetapi yang lebih penting kerja keras, optimisme, visi, dan keberuntungan pengusaha beserta timnya.

Cerita sukses investasi di luar Amerika Serikat lainnya diutarakan oleh Patricia Cloherty yang berinvestasi di Rusia. Pelajaran yang dapat dibagikan adalah bergantung pada manajemen lokal dalam hal pengetahuan pasar lokal. Dalam mengelola tenaga kerja lokal, tip yang diberikan adalah ekspor pengetahuan kita dan biarkan orang lokal yang mengerjakannya. Jangan mikrokelola. Pakai juga teknik street smart dalam menghadapi grup yang berkuasa ataupun tricky operator. Ketahui industri mana yang berisiko dan hindari itu. Hindari pula industri yang didefinisikan oleh negara sebagai industri strategis, masuki industri produk dan servis yang bersifat mendasar, misalnya makanan, pakaian dan layanan keuangan. Karena memiliki laporan keuangan yang transparan, perusahaan itu layak mendapatkan harga premium 10% pada saat dijual.

Dari semua nasihat yang diberikan buku ini, mungkin ini yang paling bermanfaat untuk semua pembaca. Hidup seseorang dan perusahaan adalah jumlah dari semua keputusan dan aksi yang diambil sepanjang waktu – sebuah kaset tape yang direkam dan akan berjalan terus. Perhatikan kaset tape kehidupan pribadi dan perusahaan Anda!

Rinny

Konsultan di Accenture.

Leave a Reply

2 thoughts on “Pelajaran Manajemen dari Industri Investasi”

emh kren,,,, trus untk dpt buku itu beli d mana,,,
by aziz the SEV, 25 Jan 2011, 14:30
ok..
by rahmat, 20 Jan 2011, 10:42

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)