14 Rekomendasi Konferensi Pengendalian Tembakau se-Asia Pasifik ke-12 

Foto: Istimewa

Konferensi Pengendalian Tembakau Se-Asia Pasifik (Apact) ke 12 yang berlangsung di Nusa Dua pada 13-15 September 2018 menghasilkan 14 rekomendasi yang diharapkan dapat diimplementasikan ke seluruh negara demi memenuhi Sustainable Development Goals (SDGs) dan World Health Organization Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC).

Rekomendasi pertama, mendorong penaikan pajak rokok minimal sebesar 75% terhadap harga jual eceran rokok dan seluruh produk tembakau. Agar generasi muda tidak mudah menjangkau.

Kedua, setidaknya mendorong 10 negara merancang rencana penggantian perkebunan tembakau dan menghilangkan penggunaan tenaga anak-anak dalam industri ini paling lambat pada 2025. Lembaga ILO juga didorong memutus kerja sama dengan industri tembakau.

Ketiga, untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Indonesia diminta meratifikasi FCTC dalam jangka waktu satu tahun.

Keempat, seluruh negara harus menonjolkan grafis peringatan rokok dan melarang display iklan dalam tempo 2 tahun. Setidaknya 8 negara di Asia Pasifik akan mengenalkan program ini.

Kelima, melarang penggunaan media sosial menjadi ajang sosialisasi citra bagi penjualan rokok. Keenam, memperkuat edukasi agar semakin banyak masyarakat paham bahaya tembakau termasuk upaya  berhenti merokok.

Ketujuh, industri tembakau diminta mengakhiri menargetkan pasar perempuan. Lalu, kedelapan, guna memastikan keberlangsungan dan kesehatan kota, yurisdiksi harus menerapkan kebijakan 100% bebas asap rokok dan penindakannya harus tegas.

Kesembilan, merekomendasikan diskusi-diskusi dan debat lingkungan akibat tembakau.
Kesepuluh, setiap negara diminta mengawasi pelaksanaan pengendalian tembakau dan dampak industri tembakau melakui kebijakannya.

Kesebelas, seluruh pemerintahan hingga organisasi masyarakat untuk memutus kerja sama dengan industri tembakau termasuk yayasannya. Pemerintah agar tidak mempromosikan perdagangan tembakau. Keduabelas, pemerintah harus memprioritaskan pendanaan berkelanjutan untuk pengendalian tembakau.

Ketigabelas, hubungan antara kesehatan umum dan industri rokok tidak bisa dipertemukan. Dan, Keempat belas, mendayagunakan generasi muda dalam gerakan edukasi untuk mencapai target generasi bebas dari tembakau.

Komisi Pengendalian Tembakau Nasional Nafsiah Mboi mengatakan dibutuhkan banyak riset tentang kerusakan akibat tembakau agar kesejahteraan dan kesehatan masyarakat terjaga. Menurutnya, seluruh informasi dalam Apact 13th harus disebarkan untuk mendukung gerakan pengendalian tembakau.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)