73,24% Air Sungai Ciliwung Berstatus Cemar Berat

Daya tampung beban cemar sungai Ciliwung yang sudah melampaui batas membuat Pemerintah harus segera bertindak cepat untuk menurunkan angka beban cemar ke batas normal.

Bersamaan dengan hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, meresmikan Pengembangan Ekoriparian Srengseng Sawah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Ekoriparian ini adalah salah satu kegiatan percontohan restorasi dan konservasi untuk perbaikan kualitas air.

Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah sebenarnya sudah dibangun sejak 2015 melalui berbagai kegiatan kepedulian terhadap kelestarian DAS Ciliwung. Siti mengajak seluruh pemangku kepentingan dari mulai masyarakat, pemerintah, hingga pihak swasta untuk secara aktif bergotong royong demi keberlanjutan program tersebut.

“Keterpaduan langkah diperlukan untuk memperbaiki kualitas air sungai kita ini. Dan untuk mewujudkan keadilan dalam memperoleh air bersih dari hulu sampai hilir sungai,” ujar Siti di kawasan RT 008/RW 01 Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan (15/4).

Siti mengatakan, perbaikan kualitas air diperlukan di 15 sungai, salah satunya sungai Ciliwung. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

“Kualitas air sungai semakin lama semakin memprihatinkan akibat pembangunan yang tak berwawasan lingkungan dan pertumbuhan penduduk,” terang Siti.

Data hasil pemantauan kualitas air yang dilaksanakan Kementerian LHK melalui kegiatan dekonsentrasi pada 2016 menunjukkan, 73,24 persen pada kondisi status mutu Cemar Berat dan hanya 2,01 persen dalam kondisi memenuhi Baku Mutu Kualitas Air Kelas II.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK, M.R. Karliansyah menyatakan, tujuan dari kawasan Ekoriparian ini adalah untuk memperbaiki kualitas air sungai dengan menurunkan beban pencemaran melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Karliansyah menuturkan, pengembangan ekoriparian dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang fungsi sungai. Selama ini, yang masyarakat tahu, sungai hanya berfungsi memenuhi ketersediaan air dan sumber daya alam lain dari kelengkapan ekosistemnya.

“Akan tetapi, sungai juga mempunyai fungsi ekonomi dan sosial budaya yang bermanfaat untuk menumbuhkembangkan kesadaran betapa bermanfaat dan pentingnya sungai,” ujar Karliansyah menutp pembicaraan.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
HOOQ Capai 2 Juta Pelanggan Baru

HOOQ, penyedia layanan video-on-demand  yang meliputi lebih dari 10.000 film dan serial  produksi studio ternama, telah meraih lebih dari 2 juta pelanggan...

Close