Ajang Democracy of Centennial, Cara Telkom Ajak Generasi Z Jadi Agen Perubahan

 

Belakangan orang ramai membicarakan Gen Y atau generasi milenial (kelahiran 1980-1995). Orang terlupa pada Gen Z atau generasi Centennial yang terlahir pada tahun 1995 hingga 2011. Mereka ini jauh lebih lekat dengan dunia digital, karena ketika dalam kandungan ibunya pun, orang tua mereka dunia digital menjadi bagian hidupnya. Untuk menghasilkan generasi Z terbaik, harus disiapkan sejak sekarang, generasi yang bisa menjadi agen perubahan Indonesia yang lebih baik.

Berlokasi di salah satu studio di CGV Grand Indonesia Jakarta, Telkom Indonesia meluncurkan program Democracy of Centennial (DOC), Sejuta Ide Seabad Indonesia! Di mana DOC merupakan wadah berbagai macam ide Generasi Z untuk kemajuan indonesia. Telkom mengajak para generasi Z untuk mengembangkan ide kreatif ke dalam Movie Making Project, Democracy of Centinennial.‎ Ide-ide kreatif mengenai seperti apa keinginanmu untuk di Indonesia pada tahun 2045.

“Telkom terus berinovasi dan bertransformasi untuk menjadi perusahaan telekomunikasi berbasis digital demi membawa pengalaman baru khususnya bagi para generasi Z yang haus akan kebutuhan internet baik sebagai media hiburan, kebutuhan komunikasi, kebutuhan akan informasi yang mudah dan cepat. Selain itu, transformasi Telkom Indonesia menjadi perusahaan Telekomunikasi berbasis digital sangat mendukung target Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” papar Director of Digital and Strategic Portfolio Telkom David Bangun (10/011/2017) di hadapan ratusan generasi Z yang hadir.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut, ide kreatif tersebut akan dikurasi oleh para expert di dunia perfilman Tanah Air. Ide kreatif tersebut juga terbagi dari beberapa kategori sesuai dengan keinginan masing-masing peserta, yakni, Ide Cerita, Art Work dan Future Design, Musik, Fotografi, Fashion Design, Animasi, Karakter dan masih banyak lagi.

Program ini semacam kompetisi yang bukan sekadar kompetisi tapi juga mendorong generasi Z menjadi agen perubahan. Alika Islamadina, Refal Hady dan Vadi Akbar ditunjuk sebagai ambassador program Democracy of Centennial, sebagai Generasi Z yang gebrakannya bisa menjadi panutan. “Mereka akan berbagi ide dan mimipinya untuk menjadi bagian dari perubahan seabad Indonesia. Ide dan mimpi untuk kemajuan industri film dan musik Indonesia sesuai dengan apa yang mereka geluti saat ini,” ujar David.

Menurut Joddy Hernady, Executive Producer pada proyek Democracy of Centennial, generasi Z di masa depan adalah harapan bangsa ini untuk membawa Indonesia jauh lebih berkembang. “Kami yakin para generasi centennial memiliki mimpi dan harapan untuk Indonesia. Oleh sebab itu, Telkom Indonesia bermitra dengan Right Hand Indonesia akan memproduksi sebuah film layar lebar, yang content-nya berasal dari ide-ide, mimpi dan harapan anak muda Indonesia tentang akan seperti apa Indonesia di tahun 2045 ketika menginjak usia satu abad,” jelasnya. Untuk mengikuti ajang ini cukup mengunggah ide ke expose.uzone.id.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)