Aktualisasi Oppo di Pasar Indonesia

Dikenal dengan tagline-nya #SelfieExpert, Oppo berhasil mencuri perhatian kaum millenials yang butuh aktualisasi diri. Merek asal Tiongkok ini masih berada satu induk dengan kompetitornya, Vivo, di bawah bendera BBK Electronics. Di Indonesia, Oppo dan Vivo merupakan dua perusahaan yang berbeda, bisnisnya berjalan sendiri-sendiri begitu juga dengan manajemen yang berbeda sama sekali.

Oppo melakukan strategi marketing yang sederhana, namun terfokus untuk produk yang sedang diluncurkan. Mereka membentuk kegiatan marketing yang mudah ditangkap, diingat, dan relevan untuk konsumen, salah satunya dengan penggunaan brand ambassador. “Raisa Andriana, Isyana Sarasvati, Chelsea Islan, dan Reza Rahardian didapuk menjadi brand ambassador untuk iklan dengan menitikberatkan pada fitur yang ditawarkan OPPO. Kami juga fokus pada satu produk saja selama periode promosi (6 bulan) agar mencapai hasil maksimal,” jelas Alinna Wen Xin, Brand Department Manager Oppo.

Cara ini mendapat respon dan antusiame tinggi dari masyarakat Indonesia. Terbukti dari produk terbaru Oppo F3 Plus yang diluncurkan Maret lalu telah mencapai angka penjualan sebanyak 13.000 unit selama masa pre-order. “Menurut IDC, selama 2016 di kuartal 3, market share Oppo sebesar 16,7%. Laporan strategy analytic Oppo juga menyatakan pertumbuhan Year-on-Year (YoY) di Indonesia di kuartal IV adalah sebesar 11%. Hal ini menjadikan Oppo sebagai brand smartphone nomor dua di Indonesia,” ungkapnya. Persaingan yang ketat di industri smartphone memfokuskan OPPO sebagai selfie smartphone brand yang paling disukai oleh konsumen Indonesia.

Menurut Alinna Wen Xin, Oppo memiliki kekuatan dari segi jumlah untuk akses dan melayani konsumen yang tersebar di seluruh Indonesia dengan dukungan karyawan yang mencapai 27.000 orang. “Kami juga memiliki 27 area pemasaran, mulai dari Aceh hingga Jayapura, dengan jumlah dealer sebanyak 20.000. Selain itu, kami memiliki 105 service center untuk mendukung purnajual dan kami telah mendirikan service center OPPO terbesar di Asia Tenggara yang berada di Bandung, tahun lalu,” jelasnya.

Dengan fokus camera phone, Oppo menargetkan konsumen yang lebih spesifik, yaitu anak muda. Dipilihnya target pasar anak muda karena merekalah generasi millenial yang aktif dengan sosial media dengan dilengkapi perangkat fotografi yang maksimal.

Target yang ingin dicapai Oppo 2017 ingin lebih memasarkan produk-produk terbaru di seri Selfie Expert, yaitu Oppo F3 Plus dan Oppo F3. Bagi Oppo, pengalaman konsumen tidak berhenti di pembelian saja, maka dari itu berencana menambah service center sebanyak 200 unit di tahun 2018.

Terkait dengan pabrik dan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri), Oppo di Indonesia yang telah ada sejak 2015 melakukan pelatihan ekstensif untuk memastikan kualitas produk sesuai standar global Tiongkok. “Kini OPPO telah memiliki 28 lini produksi yang mampu menghasilkan 1 juta – 1,5 juta unit per bulan yang ditangani oleh sekitar 2.000 karyawan pabrik,” kata Alinna.

Reporter: Jeihan Kahfi Barlian

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Coca Cola Perkenalkan Botol Ramah Lingkungan ASSP di Indonesia

Coca Cola meluncurkan botol ramah lingkungan Affordable Small Sparkling Package (ASSP) pada hari selasa (13/6/2017) di kawasan Sudirman. Pengembangan teknologi...

Close