Ambisi Vivo Masuk 3 Besar Pasar Smartphone Tahun Ini

Setelah masuk jajaran 5 besar pasar smartphone di Indonesia, Vivo kembali berambisi untuk merangsek di posisi tiga besar.  Hal ini dikemukakan Brand Manager Vivo Mobile Indonesia, Edy Kusuma,  lewat keterangan persnya di Jakarta, hari ini (5/12/2018).

Ketatnya persaingan bisnis smartphone di tahun 2018, membuat Vivo menyiapkan berbagai strategi untuk mempertahankan kepercayaan konsumen dan meningkatkan pangsa pasar. Salah satunya dengan patuh terhadap regulasi yang diterapkan oleh pemerintah yakni, Tingkat Komposisi Dalam Negeri atau TKDN. Tahun ini, Vivo berambisi memberikan lebih banyak ruang untuk kontribusi hardware maupun software lokal. “Target 35% masih sangat realistis untuk dicapai. Kami menyambut positif wacana peningkatan TKDN per akhir tahun 2018 oleh Kementerian Perindustrian,” ungkap Edy.

Selain itu, Vivo akan menambah jumlah produksi ponsel guna memenuhi kebutuhan domestik dengan membuka pabrik keduanya di Cikupa, Banten. “Jutaan smartphone telah diproduksi sepanjang tahun 2017 dan didistribusikan ke berbagai daerah se-Indonesia. Untuk meningkatkan produksi di tengah permintaan yang meningkat, kami pun akan meningkatkan serapan tenaga kerja per tahun ini,” kata dia. Tercatat per kuartal IV tahun 2017, terdapat 14 ribu tenaga kerja lokal dipekerjakan di perusahaan yang berbasis di Tiongkok ini.

Edy menilai, serapan tenaga kerja lokal merupakan bagian dari investasi bisnis jangka panjangnya di Indonesia. Vivo akan melakukan seleksi yang lebih ketat untuk menjamin kualitas SDM potensial dapat terserap dengan maksimal. “Sistem produksi yang telah berstandar global, juga akan diikuti dengan sumber daya manusia yang handal dan memahami etika kerja Vivo Smartphone di Indonesia,” tambah Edy.

Untuk 2018, Edy juga mengungkapkan bahwa Vivo akan menambah portofolio produknya di Indonesia.  “Beberapa produk smartphone akan kami perkenalkan untuk pasar Indonesia tahun ini. Kami juga membuka peluang untuk membawa seri terbaru selain V-Series yang menjadi produk unggulan di tahun lalu,” ujarnya.

Saat ini, Vivo telah memiliki 16.000 dealer lokal, 20.000 terminal pengecer lokal, serta menggandeng 12 e-commerce sebagai online store resmi. Untuk memperluas jangkauan produk, Vivo berencana akan menguatkan keberadaan terminal pengecer dan dealer lokal serta online channel  pada tahun ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.is

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)