Apa Kata Pengamat Tentang Pemimpin di Era Digital?

Tommy Sudjarwadi (kiri) bersama salah satu Best CEO dari Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari.

Di era disruptif dan VUCA seperti saat ini, tuntutat skill seorang pemimpin sangat diperhatikan. Kesiapan untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi sangat diperlukan. Menurut pengamat Tommy Sudjarwadi, jika seorang leader tidak memiliki bakat atau kemampuan di dunia digital akan sulit.

Berbagai training mengenai digital leader kini banyak diadakan. Baginya, hal pertama yang harus dimiliki pemimpin atau CEO adalah kemampuan dan bakat untuk bersinergi dengan digitalisasi. “Satu yang perlu diperhatikan bahwa digital bukan sesuatu yang stabil. Kedinamisan ini yang perlu diikuti oleh sang pemimpin. Misalnya mereka dapat beradaptasi dengan digitalisasi proses, digitalisasi delivery, dan melakukan transformasi,” ujarnya.

Di masa peralihan ini, pemimpin harus open minded dengan ikut atau memberikan dukungan  pada proses digitalisasi. Kemamapuan untuk agile juga dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Seperti yang dilakukan oleh Blue Bird dengan kerja samanya bersama Go-Car yang notabene adalah kompetitor. “Mereka menyesuaikan dengan perubahan. Blue Bird telah cooperation. merupakan suatu kondisi di mana kompetitor akan saling bekerja sama,” jelasnya. Kondisi ini menjadi tindakan kompromi atas nama bisnis.

Baik Blue Bird maupun Gojek telah menjalakan sharing economy dan collaborative consumption dalam bisnisnya. Kemampuan seperti itu harus dimiliki oleh pemimpin, karena jika tidak berkolaborasi perkembangannya akan lama. Pada kasus Blue Bird, Tommy menjelaskan bahwa sebenarya Blue Bird dapat menciptakan aplikasi seperti Go-Car, namun harus dari bawah dan memakan waktu yang lama sekali. Kolaborasi adalah jawabannya.

Kemunculan pemimpin di usia muda seiring dengan menjamurnya startup kadang menjadi kekurangan pada sisi psikologinya. Mereka concern pada ide dengan banyak trial. Mindset itu bisa menjadi senjata makan tuan. “Orang-orang yang sukses di startup yang saya temui adalah mereka yang mengerjakan startup business like. Startup adalah creative industry dengan ide yang deras, namun ketika seseorang ingin bisnisnya survive, basisnya adalah finansial. Itu pentingnya memisahkan antara ide dan business activity,” ungkap Tommy.

Pada dasarnya menjadi pemimpin di semua zaman harus memiliki tanggung jawab dan integritas. Menurut Tommy, keduanya relevan sepanjang masa dan perubahan zaman yang ada mengasah kita untuk mensinergikan dengan faktor-faktor yang baru. Kecermatan melihat perubahan bisnis juga perlu diasah, agility dan dukungan atas ketidakpastian yang terjadi.

 

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)