Aswata Perkenalkan 2 Produk Asuransi Properti di HUT ke-53

Perayaan HUT Asuransi Wahana Tata (Aswata) ke-53 tahun yang diperingati pada tanggal 25 Juli 2017 terbilang istimewa. Sebab, momen itu juga dimanfaatkan perusahaan asuransi kerugian tersebut dengan merilis dua produk baru asuransi properti, yaitu Griya A Plus dan Usaha A Plus. Kedua produk anyar ini merupakan upaya merealisasikan visi Aswata yang ingin memberikan produk berorientasi pada solusi inovatif ke nasabah.

“Kedua produk ini memiliki jaminan perlindungan asuransi yaang luas, all risk dan beragam manfaat ekstra sebagai nilai tambah. Juga, beragam layanan tambahan yang ditawarkan akan menjadi daya arik bagi nasabah dalam memilih asuransi properti baik untuk rumah tinggal maupun tempat usaha,” ujar Christian Wanandi, Presiden Direktur PT Asuransi Wahanan Tata.

Dia menjelaskan, Aswata Griya A Plus merupakan produk lini bisnis properti yang memberikan perlindungan lengkap terhadap rumah tinggal baik rumah tapak (landed house) maupun apartemen. Sementara itu, Aswata Usaha Plus merupakan produk asuransi properti yang dikhususkan untuk kantor, toko, apotik, salon dan restoran dengan nilai aset maksimal sebesar Rp5 miliar

”Lini usaha asuransi properti adalah salah satu penopamg bisnis Aswata. Kami optimistis produk Aswata yang memiliki manfaat ekstra ini bisa diterima oleh masyarakat,” jelas Christian. Sejauh ini asuransi properti adalah kontributor premi terbesar bagi Aswata dengan portofolio sebesar 38%. Jumlah ini lebih tinggi dibanding lini usaha asuransi kendaraan bermotor yang menyumbang 36% pendapatan kedua terbesar premi bruto di perusahaan.

Direktur Marketing & Sales Retail Aswata, Eduardus Agus Setya Dharma, menambahkan, produk Aswata Griya A (plus) juga memberikan manfaat esktra yang meliputi Layanan Akomodasi Sementara, Penjaminan Biaya Medis, Kecelakaan Diri, Benda bergerak seperti laptop, kamera dan klausul isi lain dalam bangunan dengan limit tertentu.

Sementara untuk Aswata Usaha A (Plus), manfaat esktra yang diperoleh seperti penjaminan biaya arsitek, surveyor dan konsultan, biaya pemadam kebakaran, perlindungan terhadap isi lainnya serta pembersihan puing. “Kedua produk ini jaminannya sangat luas dibanding polis standar asuransi kebakaran biasa karena produk ini menggunakan kontrak asuransi properti all risk.

Hingga akhir tahun 2017, manajemen Aswata menargetkan pendapatan premi bruto senilai Rp2,2 triliun. Pada 2016, perusahaan asuransi kerugian ini mencatatkan premi bruto senilai Rp1,8 triliun.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)